Kapolresta Balik Papan Raih Penghargaan dari Komnas Perlindungan Anak

Kapolresta Balik Papan Raih Penghargaan dari Komnas Perlindungan Anak


Kota Balik Papan | Polresta Balikpapan menggelar acara Tasyakuran dan Do'a Bersama atas suksesnya pelaksanaan pemilu hingga Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024 di Mapolresta Balikpapan Jumat, 25 Oktober 2019 pukul 20.00 WITA.

Acara yang digagas digagas Kapolresta Balikpapan dihadiri FORKOPIMDA Ketua MUI, Ketua KPU, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Mahasiswa, Pelajar, Para Santri, juga dihadiri Pejabat Polda Kaltim yang diwakili Wadirbinmas Polda Kaltim berjalan sukses dan lancar serta dihadiri sekitar 1000 masyarakat sehingga membludak dan ramai.

Dalam kesempatan tersebut, Komnas Perlindungan Anak Indonesia hadir sekaligus memberikan penghargaan kepada Kapolresta Balikpapan, AKBP Wiwin Firta YAP, SIK atas kerja keras dan dedikasinya dalam respon cepat terhadap kasus anak, serta atas upaya membangun karakter anak melalui kegiatan Sosial anak dan Polisi Cilik (Pocil) dan kegiatab lainnya yang melibatkan anak, maka Komnas Perlindungan Anak juga memberikan penghargaan kepada Polresta Balikpapan sebagai Polres Ramah Anak, selanjutnya atas dukungan Wakapolresta Balikpapan, maka Komnas Perlindungan Anak juga mengapresiasi Wakapolresta Balikpapan Kompol Andre Anas, SIK.

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Umum KOMNAS Perlindungan Anak Indonesia Kepada Kapolresta Balikpapan, AKBP Wiwin Firta YAP, SIK dan Wakapolresta Balikpapan, Kompol Andre Anas, SIK.

“Untuk itu, layak dan patutlah Polresta Balikpapan mendapat apresiasi dan penghargaan dari komnas Perlindungan Anak Indonesia”, kata Arist Merdeka Sirait

Arist menambahkan pemberian penghargaan ini semakin memperteguh kerjasama kemitraan strategis diantara kedua institusi dalam memberikan pertolongan bagi anak korban kekerasan dari segala bentuk pelanggaran anak diwilayah Balikpapan.

“Untuk terkait, Penegakan Hukum dan masalah-masalah yang mengorbankan hak serta masa depan anak.
Di Polres Balikpapan tidak mengenal kata damai atas penyidikan tentang semua kasus pelanggaran hak anak. Marilah jadikan kasus kekerasan seksual terhadap anak menjadi kasus prioritas yang ditangani", imbuh Kasatreskrimum AKP C. Siahaan, SIK.

Arist Merdeka Sirait mengingatkan tentang merajalelanya anak yang menjadi korban dari pelaku kekerasan baik dirumah, maupun sekolah dan dilingkungan sosial anak. Sebab itu, banyaknya anak-anak terancam menjadi korban bahaya narkoba dan pornogafi. Ada juga Anak dengan ketergantungan Gawai, games online dan Gajet serta anak-korban pola salah asuh, kurang gizi, pertumbuhan lambat maupun kerdil (Stanting).

Sementara itu, Kapolresta Balikpapan AKBP Wiwin Firta YAP, SIK dalam sambutan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Balikpapan atas terselenggaranya Pemilu serentak 2019 dengan aman, sukses dan damai.

Suksesnya Pemilu serentak, hingga pelatikan Presiden dan Wakil Presiden RI serta pemilihan maupun pelantikan para Menteri Indonesia kerja tidak terlepas dari peran partisipasi masyarakat, Tokoh Agama, Alim ulama, serta Partai Politik peserta pemilu, kerjasama pengaman TNI-Polri bersama awak media.

“Sekali lagi, Ia juga mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia Arist Merdeka Sirait dalam acara ini, Kami tidak menyangka atas kehadiran Arist Merdeka Sirait dan untuk itu. selamat datang di Kota Balikpapan”, ujar AKBP Wiwin Firta.

AKBP Wiwin Firta juga ucapan terima kasih atas kepercayaan Komnas Perlindungan Anak Indonesia yang telah memberikan penghargaan kepada Polres Balikpapan.

Hal Ini adalah sebagai penghormatan bagi kami. Tentu Penghargaan itu akan kami jadikan sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik lagi dalam kerja-kerja dalam penegakan hukum di masa depan.

Diakhir sambutan, AKBP Wiwin Firta, Menyebutkan ada pesan moral untuk seluruh masyarakat Balikpapan. Dalam rangka menyambut serta melaksanakan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota tahun 2020, agar tidak melibatkan anak yang belum mendapat hak untuk memilih. Karena semua itu melanggar undang-undang Perlindungan Anak demikian disampaikan AKBP Wiwin Firta kepada awak media.

Kemudian acara tersebut diakhiri ditutup dengan mendengarkan Tauziah dan Doa dari Kyai Kharismatik asal Banjar yang selalu ditunggu-tunggu. | Polis

Posting Komentar

0 Komentar