Setelah Raih PPPS, KSKP Bakauheni Kembali Mendapatkan Apresiasi dan Penghargaan

Setelah Raih PPPS, KSKP Bakauheni Kembali Mendapatkan Apresiasi dan Penghargaan


LAMPUNG - Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni Polres Lampung Selatan, Polda Lampung kembali mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari berbagai elemen masyarakat. Sabtu (18/9/2021).

Apresiasi dan penghargaan yang sebelumnya diberikan oleh Pencatat Prestasi Polisi Selebriti (PPPS), kali ini Sebuah Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) FLIGHT Protecting Birds, LSM yang berfokus pada perlindungan burung liar di Indonesia kembali memberikan apresiasinya.

Adapun apresiasi tersebut diberikan dalam bentuk Plakat dan Piagam. Pemberian piagam penghargaan dan plakat sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Personil Kepolisian Polres Lampung Selatan khususnya KSKP Bakauheni dalam menggagalkan penyelundupan 6.075 burung liar selama 2 bulan terakhir, Agustus dan September 2021.

Plakat serta piagam tersebut diberikan oleh Nabila Fatma selaku Direktur Komunikasi FLIGHT Kepada Kepala KSKP AKP Ridho Rafika SH., MM., di Mapolsek Kawasan Pelabuhan Bakauheni.

Diketahui, Pelabuhan Bakauheni merupakan pintu keluar utama bagi penyelundupan burung liar Sumatera ke Jawa. Dan burung-burung yang disita tersebut telah dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Perburuan dan penyelundupan yang marak mengancam populasi dan ekosistem burung di Sumatera mengingat burung memiliki fungsi ekologi bagi ekosistem seperti menyebarkan benih tanaman dan penyeimbang rantai makanan.

Dalam statementnya atas apresiasi dan Penghargaan yang diberikan tersebut, AKP Ridho Rafika mewakili Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edwin, SIK., mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan apresiasi kepada Personil Kepolisian khususnya KSKP Bakauheni Polres Lampung Selatan.

"Terima kasih apresiasi yang diberikan kepada kami, hal ini tentu saja jadi motivasi bagi kami KSKP untuk lebih meningkatkan lagi kinerja kepolisian kedepannya. Sebab pemburuan dan penyelundupan satwa liar dapat mengancam populasi dan ekosistem burung dipulau Sumatera," ucap Ridho Kepada awak media melalui pesan WhatsAppnya. | red