4 Fakta Rencana Erick Thohir Mau Rombak Bisnis Telkom dan Telkomsel

4 Fakta Rencana Erick Thohir Mau Rombak Bisnis Telkom dan Telkomsel



Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan rencananya untuk merombak atau melakukan tranfosmasi bisnis PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Induk usaha dan anak usaha ini akan bermain di segmen bisnis yang berbeda untuk menghadapi disrupsi.

Hal itu diungkapkan Erick Thohir dalam orasi ilmiahnya di Universitas Brawijiya  akhir pekan lalu berjudul ‘Strategi BUMN Pasca Pandemi’. Berikut selengkapnya 4 Fakta Rencana Erick Thohir merombak bentuk bisnis Telkom dan Telkomsel:

1. Telkom Akan Fokus pada bisnis B to B
Dalam paparannya, Erick menyampaikan Telkom akan fokus pada business to business (B to B). Dalam kegiatan ini, Telkom akan fokus menyiapkan Data Center dan Cloud untuk mendukung aktivitas bisnis. 

Selain itu Telkom juga menyiapkan pengembangan jaringan fiber optik dan 5G untuk mendukung industri 4.0

2. Telkomsel Fokus pada Bisnis B to C
Erick melanjutkan, Telkomsel akan fokus pada bisnis Business to Consumer (B to C). Di antaranya adalah mendirikan Digico untuk fokus terhadap bisnis digital. 

Kemudian, Telkomsel akan fokus mengembangkan platform digital untuk mengurangi dominasi asing seperti: Games, OTT Platform, Health Tech, Edu, Tech dan API Marketplace. Selain itu, Telkomsel akan berperan sebagai Enabler bagi konten kreator lokal.

"Telkomsel kita positioning sebagai enbler, agregator untuk content lokal, game local, creator local, untuk fintech, health tech, edu tech," papar Erick. 

3. Merah Putih Fund Akan Diluncurkan pada Desember
Erick mengungkapkan, Telkomsel Mitra Inovasi bersama MDI akan fokus pada pembiayaan start up Indonesia. Anak usaha Telkom ini akan mengembangkan Corporate Venture Capital (CVC) untuk membantu pendanaan bagi start-up Indonesia.

Program ini akan dilakukan dengan meluncurkan Merah Putih Fund oleh Presiden Jokowi pada Desember.

"Insya Allah bulan Desember, pak Presiden akan meluncurkan merah putih fund yang didukung oleh telkom dan telkomsel untuk mendanai start up start up Indonesia," kata Erick.

4. Start-up yang Dibiayai Telkom Mesti Berbasis Lokal
Erick menegaskan, start-up yang nanti dibiayai oleh Telkom harus berbasis lokal. Pendirinya adalah orang Indonesia dan beroperasi di Indonesia.

"(Jadi) Jangan dibohongin. Founder-nya orang Indonesia, operasional perusahaan di Indonesia dan harus go public di Indonesia. Habis itu go public di luar negeri boleh. Tapi harus go public di Indonesia duluan," katanya.

Erick mengungkapkan, perusahaan start-up Indonesia saat ini sudah banyak yang pindah ke Singapura. Menurutnya, ini menjadi penting untuk mengintervensi, agar BUMN menciptakan pengusaha dan kreator masa depan yang nasionalis.

"Nah di situlah kita mengintervensi sebagai BUMN, agar kembali mengingatkan future creator dan bisnismen Indonesia lebih nasionalis. Karena kita besar karena market kita bukan sekadar uang. Kita akan lakukan ini. Intervensi di digitalisasi," kata Erick. [Red]


Sumber: Viva