Begini Kronologi Kontak Tembak di Intan Jaya: 1 KKB Tewas, 2 Polisi Dievakuasi

Begini Kronologi Kontak Tembak di Intan Jaya: 1 KKB Tewas, 2 Polisi Dievakuasi

Ilustrasi penembakan. 

PAPUA - Usai kontak senjata dengan personel gabungan TNI dan Polri di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua pada Jumat (5/11), seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dilaporkan tewas dan dua polisi terluka.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, per hari ini, Sabtu (6/11), keduanya akan dievakuasi ke Kabupaten Mimika untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

"Dua personil yang terkena rekoset telah mendapat perawatan medis, direncanakan hari ini kedua personil tersebut akan dievakuasi ke Kabupaten Mimika untuk mendapatkan perawatan medis," kata dia, dalam keterangannya, Sabtu (6/11).

"Personil gabungan TNI/Polri yang ada di Sugapa Kabupaten Intan Jaya hingga saat ini masih melaksanakan penjagaan dan pengawasan dalam Kota Sugapa termasuk obyek vital Bandara Bilorai Kabupaten Intan Jaya. Situasi di Kabupaten Intan Jaya sampai saat ini aman terkendali," lanjut Kamal.

Mustofa kemudian memaparkan kronologi kontak tembak tersebut. Ia menjelaskan, pada sekitar pukul 08.30 WIT, personil gabungan tengah melakukan pemantauan di ketinggian dan melihat 10 orang memegang senjata api (senpi) laras panjang dari arah semak pepohonan sekitar Dusun Biulagi menuju sekitar Kali Wabu.

Kemudian, pada pukul 11.27 WIT, terdengar bunyi letusan senpi laras pendek sebanyak satu kali dari arah Tower Telkomsel Bilogai. Selanjutnya, pada pukul 13.14 WIT, personil gabungan melihat kembali pergerakan sekelompok orang membawa dua pucuk senpi laras panjang serta dikelilingi sekitar 20 orang yang duduk bersama di sekitar Dusun Bilulagi.

"Pada pukul 15.12 WIT, terlihat seorang KKB membawa senjata api laras panjang masuk dari arah bawah ke sekitar Klinik Pastoran ST Michael Bilogai namun tidak dapat dilakukan tindakan oleh Pos 521 karena terdapat mama-mama di sekitar Klinik," jelas Mustofa.

Ia melanjutkan, pada pukul 15.17 WIT, seorang KKB yang membawa senpi panjang di sekitar Klinik Pastoran ST Michael Bilogai melakukan tembakan ke arah Pos Satgas Yon Mek 521 dan berlari ke arah sekitar pertigaan TKP Ramli.

Personil Satgas Yon Mek 521 kemudian melakukan penembakan yang menyasar seorang anggota KKB lainnya yang juga membawa sebuah senpi laras panjang yang muncul di sekitar semak semak pertigaan Ramli.

"Dari hasil pemantauan melalui teropong bahwa satu anggota KKB tersebut MD (meninggal dunia), selanjutnya personil gabungan yang akan melakukan pembersihan terlibat kontak tembak dengan KKB," lanjutnya.

Tak lama berselang, personil gabungan yang sedang bersiaga di Polsek Sugapa tiba-tiba mendapat tembakan oleh KKB dari arah perumahan Sat Pol PP dan Tower Telkomsel sehingga terjadi kontak tembak antara keduanya.

[Gambas:Photo CNN]

Kemudian pada pukul 15.45 WIT, personil gabungan menggunakan satu buah unit mobil double cabin yang datang dan ikut kontak tembak di sekitar TKP Ramli. Personil TNI dan Polri menurutnya telah berkoordinasi untuk merapat ke Polsek Sugapa terlebih dahulu.

"Namun saat di tanjakan naik Polsek Sugapa melewati Perumahan Satpol PP tiba-tiba mendapat tembakan dari arah perumahan Sat Pol PP yang mengakibatkan dua personil terkena rekoset," ujar Mustofa.

Mustofa melanjutkan, pada pukul 18.20 WIT personil gabungan kemudian melakukan pengejaran di sekitar pertigaan TKP Ramli atau sekitar jalan masuk komplek Pastoran ST Michael Bilogai.

Sementara itu, jenazah seorang KKB yang tertembak beserta sepucuk senpi laras panjang tidak dapat diamankan. Pasalnya, kata Kamal, aparat gabungan mendapat tembakan secara frontal oleh KKB dari arah belakang lapangan bola komplek Pastoran ST Michael Bilogai hingga belakang TKP Ramli.

Terpisah, Terpisah, Juru Bicara Tentara Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom membenarkan bahwa kontak senjata itu terjadi sekitar pukul 16.22 WIT. Ia mengakui bahwa anggotanya tertembak.

Dalam hal ini, kata dia, anggota KKB yang tertembak bernama Oche Belau. Ia menjelaskan bahwa kasus tersebut harus dibawa ke PBB. Menurutnya, pasukan TNI-Polri menggunakan senjata canggih untuk menyerang pasukan OPM.

"Pasukan TPNPB tidak akan mundur dan tetap melawan kolonial TNI-POLRI di kab Intan Jaya sampai Papua merdeka," ujarnya.

KKB merupakan sebutan aparat untuk separatis Papua, menyatakan Papua sedang dalam situasi perang. Mereka menginduk pada organisasi TNPB-OPM dan saat ini telah ditetapkan sebagai kelompok teroris.

Total ada 19 kelompok yang diperangi pemerintah. Pemerintah menggunakan Undang-undang nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagai landasan hukum. | red


Sumber: CNNIndonesia