Kecanggihan Ponsel Anti-Hacker Milik Ratu Elizabeth, Dibuat Badan Intel hingga Dua Kontak Spesial

Kecanggihan Ponsel Anti-Hacker Milik Ratu Elizabeth, Dibuat Badan Intel hingga Dua Kontak Spesial


Beda dari anggota kerajaan lain, Ratu Elizabeth II ternyata memiliki ponsel khusus yang menjamin kerahasiaan obrolannya terjaga. Bukan rahasia lagi bahwa anggota Kerajaan Inggris selalu menarik perhatian publik.

Bahkan tidak jarang, upaya peretasan ponsel yang merupakan benda pribadi milik masing-masing individu keluarga kerajaan terkadang terjadi.

Dilansir Marie Claire, ponsel Kate Middleton, istri Pangeran William, diretas sekitar 155 kali dalam kurun waktu 2005-2006.  Peretasan juga dialami mantan kekasih Pangeran Harry selama 6 tahun, Chelsy Davy.

Namun hal ini tidak akan dialami Ratu Elizabeth II. Ratu memiliki ponsel khusus untuk memastikan semua komunikasinya tetap pribadi. Utamanya jika terkait dengan masalah internal kerajaan, jelas seorang pengamat.

Ratu Elizabeth memiliki ponsel yang dibuat khusus oleh M16, nama lain dari Dinas Intelijen Rahasia di Inggris. Pakar kerajaan Jonathan Sacerdoti mengatakan, ponsel itu "dikemas dengan enkripsi anti-peretas".

Sacerdoti mencatat, bahwa hanya dua orang yang memiliki "akses instan" ke Yang Mulia melalui telepon khusus ini.

"Dua orang yang paling sering dia telepon adalah putrinya Putri Anne dan manajer balapnya John Warren," jelas Sacerdoti.

Putri Anne adalah satu-satunya putri Ratu, sehingga wajar jika keduanya berkomunikasi secara intens.

Namun yang unik, John Warren memiliki akses spesial ini lantaran kecintaan Ratu kepada pacuan kuda.

Sebagai manajer balap, Warren bertanggung jawab atas kuda-kuda milik Ratu, pelatihan balap, hingga pengembangbiakan untuk melestarikan garis keturunan pada kuda tersebut.

Putri Anne dan John Warren adalah orang-orang yang dapat menghubungi Ratu kapan saja.

Lebih spesialnya lagi, kedua sosok ini bisa mengakses langsung ponsel M16 anti-hacker milik Ratu Inggris.

Ponsel Mantan Pacar Pangeran Harry Diretas

Diberitakan sebelumnya, seorang investigator swasta mengutarakan maaf kepada Pangeran Harry dan mengaku bahwa pernah meretas komunikasinya dengan mantan kekasih.

Penyelidik swasta bernama Gavin Burrows itu meminta maaf melalui film dokumenter The Princes and the Press BBC. 

Burrows mengaku telah meretas komunikasi pribadi Pangeran Harry dengan Chelsy Davy, mantan kekasih cucu Ratu Elizabeth itu selama 6 tahun hingga 2011 silam.

"Ada banyak peretasan pesan suara yang terjadi, ada banyak pekerjaan pengawasan padanya (Chelsy), di telepon, di komunikasinya."

"Chelsy membual kepada teman-temannya ketika dia akan menemuinya (Harry)," kata Burrows.

Lebih lanjut, investigator ini juga mengaku telah menggali catatan medis Davy untuk mencari informasi tentang infeksi menular seksual atau kemungkinan kehamilan. [Red]


Sumber: Tribunnews