Kisah Pilu, Ibu Mandikan Bayi Baru yang Lahir untuk Pertama dan Terakhir Kali

Kisah Pilu, Ibu Mandikan Bayi Baru yang Lahir untuk Pertama dan Terakhir Kali


Kebahagiaan ibu di Malaysia yang baru saja melahirkan putranya berganti kesedihan mendalam dalam sekejap. Dilansir AsiaOne, beberapa saat setelah menyambut kelahiran putranya, Muniey Nurnasuha yang patah hati memandikannya untuk pertama dan terakhir kalinya.

Menurut media Malaysia Sin Chew Daily, Muniey telah melahirkan putranya di sebuah rumah sakit Selangor  pada Sabtu (06/11/2021) malam. Tidak lama kemudian, bayi yang sedianya diberi nama Mohd Affan itu meninggal karena kondisi jantung.

Dalam unggahan Facebook pada Rabu (10/11), Muniey menulis dalam bahasa Melayu bahwa ia Bersyukur Allah memudahkan urusannya. Ia bisa keluar cepat dari rumah sakit sehingga bisa ikut mengurus pemakaman bayinya.  

"Terima kasih kepada pihak-pihak terkait, saya bisa memandikan adik (bayi) untuk pertama dan terakhir kalinya. Bisa menatap wajah adik buat terakhir kali. Mama ridha sayang…" tambahnya.

Di video yang telah ditonton 300 ribu kali dan dibagikan 7 ribu kali itu, ia terlibat proses memandikan hingga mengafani sang bayi. Ibu yang berduka itu menahan air matanya saat dia menuangkan seember air dengan hati-hati ke tubuh yang tak bernyawa. Dalam momen menyayat hati itu, tampak pula sang suami dan putri sulung yang menguatkan hati Muniey. 

Dalam unggahan lain, Muniey mengisahkan perjalanan kelahiran bayinya. Pada Sabtu (6/11) pukul 8 pagi ia merasa sakit perut dan ternyata mengeluarkan darah. Baru pukul 10 lebih ia pergi ke Serdang Hospital Selangor. Pukul 4 sore ia masuk ruang bersalin dan tak lama air ketubannya pecah. Pukul 6 ia merasa sakit tak tertahankan terus-menerus. Akhirnya lahirlah sang bayi pukul 6.19 sore, di usia 40 pekan 3 hari. Tapi ia wafat pukul 7.40 sore.

Saat keluar rumah sakit pada Minggu (7/11), Muniey  menggambarkan suasana hari pemakaman itu. "Waktu itu sangat mendung, seperti mau hujan deras. Tetapi sampai adik dikebumikan barulah hujan. Hujan rahmat. Allah mudahkan urusan kita. Mama rindu anak mama." kisahnya.

Para warganet berkomentar penuh simpati atas kehilangan Muniey dan menyemangatinya untuk tetap kuat. "Anakmu adalah anak pilihan. Semoga kamu kuat dan tabah untuk anggota keluargamu." tulis seorang warganet.

Hingga beberapa hari berikutnya, Muniey masih mengunggah beberapa kenangan terkait dengan putranya. Misalnya video yang menunjukkan laci penuh pakaian dan popok yang telah disiapkan untuk sang bayi. Ada pula momen ia memeluk putranya usai dinyatakan wafat. Serta unggahan surat kelahiran sang bayi.

Meski demikian, di beberapa unggahan Muniey menegaskan bahwa "Mama rida, nak. Mama hanya rindu."[Red]


Sumber: Akurat