Miris, 4 Pelajar di Sukabumi Tewas Sia-sia akibat Tawuran

Miris, 4 Pelajar di Sukabumi Tewas Sia-sia akibat Tawuran


Peristiwa tawuran antarpelajar, penganiayaan, dan pengeroyokan kerap terjadi di Sukabumi dalam empat bulan terakhir. Akibat tawuran menggunakan senjata tajam celurit, samurai, dan golok itu, empat pelajar tewas sia-sia. 

Data selama empat bulan terakhir, tercatat dari Agustus 2021 hingga November 2021, terjadi beberapa kali tawuran pelajar di lokasi berbeda di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Wajar jika Sukabumi disebut dalam situasi darurat tawuran pelajar.

Berikut daftar peristiwa tawuran pelajar yang memakan korban tewas dan luka-luka. 

1. Peristiwa terbaru terjadi di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, tepatnya di Kampung Benda, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (19/11/2021). Akibat tawuran yang melibatkan tiga kelompok pelajar SMK di Kota Bogor tersebut, satu orang tewas.

Korban Fajar Maulana (16), warga Cicurug, Sukabumi, tewas setelah terkena sabetan celurit yang menusuk punggung hingga tembus ke paru-paru. Kasus ini masih dalam penyelidikan Polsek Cicurug. Polisi tengah memeriksa intensif sejumlah saksi untuk mengungkap kasus aksi tawuran dan pelaku yang membunuh korban Fajar Maulana.

2. Pada 25 Oktober 2021 di belokan Jalan Stadion, Kelurahan/Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, terjadi bentrokan antarpelajar. Dalam peristiwa ini, pelajar SMK berinisial AM (19), warga Kecamatan Cibeureum, tewas akibat luka bacok celurit di kepala.

Pelaku yang membacok korban telah ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Cibeureum dan Satreskrim Polres Sukabumi Kota. Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara. 

3. Tawuran pelajar pecah di sekitar Stasiun Kereta Api Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi pada 5 Agustus 2021. Tawuran itu melibatkan pelajar dari dua sekolah di Kecamatan Cisaat dan Parungkuda. Peristiwa ini mengakibatkan satu pelajar tewas dan dua luka-luka akibat disabet celurit.

4. Pada 9 Agustus 2021, terjadi tawuran pelajar di Jalan Raya Cimuncang Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Akibatnya, ASP (15) pelajar SMK di Kecamatan Sukaralang tewas akibat luka bacok di kepala.

5. Tawuran pelajar SMK pecah di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi pada 18 September 2021. Peristiwa ini mengakibatkan AS (19) mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam celurit.

6. Lalu, pada 27 September 2021, tawuran pelajar pecah di Kampung Nyalindung, Desa Pasir Suren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Satu pelajar, AS (18), luka parah di kepala akibat dibacok pelajar dari sekolah lain.

7.Pada 18 Oktober 2021 di Kampung Ciseke RT 01/02 Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, AR (17 tahun), pelajar SMK di Kecamatan Sukalarang dibacok di bagian paha kiri dengan senjata tajam jenis celurit. Saat itu korban hendak pulang bersama saudaranya. Pelaku pembacokan merupakan pelajar SMK di Kecamatan Sukaraja.

8. Aksi tawuran antarpelajar terjadi di tengah kota, di antara Balai Kota Sukabumi dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi di Jalan Ir H Djuanda, atau yang dikenal dengan nama Dago Sukabumi, Jumat (12/11/2021). 

Dalam peristiwa tersebut satu pelajar yang dikeroyok. Akibatnya korban terluka dan berdarah. Tawuran di kawasan ini kerap terjadi setiap Jumat. Sebelum sholat Jumat berlangsung, kelompok pelajar kerap berkumpul dan kemudian terjadi tawuran. [Red]


Sumber: iNews