Pertemuan Prabowo, Puan, dan Megawati di Istana Jadi Sorotan, Begini Tanggapan PDIP dan Jubir Menhan

Pertemuan Prabowo, Puan, dan Megawati di Istana Jadi Sorotan, Begini Tanggapan PDIP dan Jubir Menhan


Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, yang didampingi Ketua DPR, Puan Maharani.

Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela pelantikan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa di Istana Kepresidenan, Rabu (17/11/2021) lalu.

Sontak, kehadiran ketiganya dalam satu pertemuan menimbulkan sorotan publik.

Beberapa di antaranya mengaitkan pertemuan tersebut dengan dinamika politik nasional seperti Pilpres 2024.

Juru Bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, ikut menanggapi makna dari pertemuan tersebut.

Dahnil tidak secara gamblang menyebut pertemuan tersebut berkaitan dengan isu dinamika politik nasional.

Dahnil mengatakan, pertemuan tersebut hanya menjaga silaturahmi di antara ketiganya.

Pertemuan antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri serta Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI-P Puan Maharani di Istana Kepresidenan, Kamis (18/11/2021). 

"Yang perlu dimaknai dari pertemuan tersebut adalah memang selama ini Pak Prabowo, Bu Megawati dan Mbak Puan selalu menjaga silaturahim yang baik," kata Dahnil, dikutip dari tayangan YouTube tvOne, Minggu (21/11/2021).

Dahnil juga menyampaikan, ada pembelajaran positif yang ditunjukkan ketiganya untuk masyarakat.

Yakni, meski sempat berbeda pandangan politik, tetapi tetap bisa berkomunikasi dengan baik.

"Jadi tidak ada pernah merawat benci, dendam, dan sebagainya. Saya pikir pembelajaran politik model seperti ini harus terus kita semarakkan."

"Kita dorong terus agar publik memaknai politik kita seperti bagaimana Pak Prabowo dan Megawati memberikan contoh kepada masyarakat," ungkap Dahnil.

Di sisi lain, Dahnil juga menyebut hubungan politik antara Prabowo dan Megawati bisa menjadi contoh bagi para politisi muda.

"Ini juga pembelajaran yang positif bagi politisi-politisi muda jadi jangan tetap merawat atau bahkan sengaja mengkubu-kubukan dan merawat dengan dendam politik yang panjang."

"Saya pikir itu tidak sehat, tapi yang diunjukan oleh Pak Prabowo dan Bu Megawati itu sangat positif," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, menjelaskan adanya pertemuan tersebut.

[Kata dia, pertemuan itu berlangsung di ruang VVIP Istana Kepresidenan secara hangat setelah keduanya bersalam sapa.

"Pada saat saya mendampingi Ibu Megawati, saya lihat Pak Prabowo berjalan cepat menuju tempat Bu Mega. Lalu saya sampaikan ke Ibu, ada Pak Prabowo."

"Ibu Mega lalu menunggu, bersalam sapa dengan hangat, dan kemudian masuk ke ruangan VVIP bersama dengan Mas Pramono Anung dan saya dampingi," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (18/11/2021).

Lebih lanjut, Hasto mengungkapkan, dalam pertemuan itu, banyak hal yang didiskusikan antara Prabowo dan Megawati serta Puan Maharani.

Satu di antaranya, kata dia, terkait dengan pelaporan Hasto mengenai Kuliah Umum yang disampaikan Prabowo di Universitas Parahyangan.

"Hal ini mengingat Ibu Megawati sebagai guru besar dari Universitas Pertahanan juga menaruh perhatian besar terhadap pertahanan, dan temanya pas dengan momentum pelantikan Panglima TNI dan KASAD," beber Hasto.

Tak hanya itu, Puan Maharani juga terlibat dalam diskusi tersebut yang menurut Hasto menambah kehangatan dalam diskusi tersebut.

Singkatnya, kata Hasto, ketiganya mendiskusikan terkait perkembangan politik kebangsaan dan dinamika politik nasional.

"Mbak Puan Ketua DPR RI beberapa saat kemudian bergabung. Dan disitulah pembahasan berlangsung hangat. Tentu saja terkait politik kebangsaan, dan berbagai dinamika politik nasional," tukas Hasto. [Red]


Sumber: Tribunnews