Tega Habisi Nyawa Sahabatnya Sendiri yang Tengah Tertidur, Ternyata Ini Motif Para Pelaku Mutilasi Kurir Ojol, Singgung Perihal Istri yang Sudah Meninggal

Tega Habisi Nyawa Sahabatnya Sendiri yang Tengah Tertidur, Ternyata Ini Motif Para Pelaku Mutilasi Kurir Ojol, Singgung Perihal Istri yang Sudah Meninggal



Baru-baru ini, warga digegerkan oleh penemuan plastik berisikan potongan tubuh manusia.Ya, kejadian mengejutkan itu terjadi di Kampung Kedunggede RT 07 RW 03, Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pada Senin (29/11/2021), penemuan potongan tubuh itu terjadi pada Sabtu (27/11/2021) lalu.Kasim (41), pria yang pertama kali menemukan potongan tubuh itu pun mengaku terkejut.Bahkan, awalnya Kasim menyangka bahwa plastik yang ia temukan di depan bengkel tambal ban itu berisikan daging ayam.

"Awalnya, itu saya lagi antar istri, lihat ada bungkusan plastik. Kalau menurut saya itu gak normal, pas di periksa ada kaya daging," ujar dia.

"Memang awalnya dikira itu daging ayam atau apa. Karena kan dekat pasar ya seberangan. Tapi dilihat dekat ternyata potongan tangan sama kaki," lanjutnya.
Belakangan diketahui bahwa potongan tubuh itu adalah korban mutilasi yakni Ridho Suhendra (28).

Pada Senin (29/11/2021), tak lama setelah penemuan potongan tubuh itu, pelaku pembunuhan dan mutilasi korban pun langsung ditangkap polisi.Pelaku yang tega menghabisi nyawa Ridho saat tertidur itu tak lain dan tak bukan adalah 3 orang sahabatnya sendiri.Usut punya usut, akal keji itu dilatar belakangi oleh sakit hari para pelaku kepada korban.

Ya, mereka adalah FM (20), MAP (29), dan ER yang merupakan sahabat dekat Ridho.

"Cuma memang ada perselisihan. Perselisihan ini sudah sering kali terjadi, dan kini berakhir dengan pembunuhan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan.

Dirinya juga membenarkan bahwa pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh sakit hati pelaku.

"Bahwa yang melatarbelakangi kasus ini oleh para pelaku motifnya adalah para pelaku sakit hati dengan korban RS," lanjutnya.

Pelaku FM mengaku sakit hati lantaran korban pernah menghina dirinya dan sang istri.Sedangkan, MAP mengaku bahwa mendiang istrinya pernah dicabuli oleh korban.

"MAP sakit hati dengan korban karena almarhum istri pelaku pernah dicabuli korban," jelas Zulpan. [Red]


Sumber: Grid