Bom Mobil Meledak, 2 Orang Tewas

Bom Mobil Meledak, 2 Orang Tewas


Rentetan bom mobil terjadi di wilayah Kabul, ibu kota Afghanistan. Pada Jumat (10/12), tercatat ada dua ledakan yang terjadi di lokasi yang berbeda.

Berdasarkan keterangan dari pemerintah Taliban, dua orang tewas dan empat lainnya luka-luka akibat dua ledakan ini.

"Dua warga sipil tewas dan tiga lainnya terluka," kata juru bicara kementerian dalam negeri Taliban Sayed Khosti kepada wartawan, dikutip dari AFP.

Ledakan tersebut tersebut bersumber dari sebuah minibus yang tengah berada di distrik Dasht-e-Barchi di Kabul. Sementara, satu ledakan lainnya melukai seorang wanita.

"Dalam ledakan lain di daerah yang sama, seorang wanita terluka," tambah Sayed yang juga membeberkan ledakan bersumber dari bom mobil.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan tersebut.

Diketahui, Dasht-e-Barchi sebagian besar dihuni oleh komunitas Hazara Syiah, yang selama bertahun-tahun telah menjadi sasaran kekerasan oleh kelompok jihadis Negara Islam-Khorasan (ISIS-K) di Afghanistan.

Pada bulan November, serangan bom serupa di sebuah minibus di Dasht-e-Barch menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya. Serangan itu diklaim oleh ISIS-K.

Warga berkumpul di sebelah minibus yang rusak setelah ledakan bom yang menewaskan dua orang dan lima terluka di Kabul, Rabu (17/11//2021). Foto: AFP
Selain itu, ISIS-K juga mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri 15 Oktober di sebuah masjid Syiah di Kandahar yang menewaskan sedikitnya 60 orang dan melukai puluhan lainnya.

Serangan itu terjadi seminggu setelah ledakan masjid mematikan lainnya yang diklaim oleh kelompok tersebut di provinsi Kunduz utara menewaskan lebih dari 60 orang.

Taliban telah bersumpah untuk menghancurkan kelompok ekstremis Sunni saingan mereka ini dengan melancarkan tindakan keras terhadap tempat persembunyian yang digunakan oleh para anggota ISIS-K.

Bom bus hari Jumat adalah serangan fatal pertama yang dilaporkan oleh Taliban selama beberapa minggu terakhir. Meski ada sejumlah ledakan yang juga terjadi, tetapi tidak berakibat fatal. [Red]


Sumber: Kumparan