Eko Kuntadhi Bongkar Motif Gubernur DKI Anies Baswedan tak Dukung Lagi Reuni 212, Seret Formula E

Eko Kuntadhi Bongkar Motif Gubernur DKI Anies Baswedan tak Dukung Lagi Reuni 212, Seret Formula E


Gagalnya Reuni Akbar 212 di tahun 2021 disebabkan tak keluarnya Izin Gubernur DKI Anies Baswedan. Menurut Penggiat Media Sosial Eko Kuntadhi, dulu setelah 2017 pernah digelar reuni 212.

 Jadi setelah Anies dipilih sebagai Gubernur Jakarta ada reuninya dan berhasil mendatangkan banyak peserta. “Tapi ingat waktu itu, Anies belum diribetin. Jadi reuni itu dapat dukungan penuh dari Gubernur Jakarta, Anies Baswedan sebagai kompensasi politiknya. Sekarang coba lihat Anies males dengan 212. Karena apa? Karena melihat kecenderungan masyarakat yang makin muak dengan gerombolan ini,” ujar Eko dalam Saluran Channel YouTubenya.

Diungkapkannya, Anies mulai hati-hati dan menjaga jarak. Di mata Anies, gerombolan 212 itu mirip permen karet. Kalau sudah tidak manis langsung dibuang. Jadinya memang saat ini, gerombolan 212, sudah tidak bisa lagi menggunakan Anies sebagai patron politiknya. “Coba aja lihat sekarang saat Rizieq (Habib Rizieq) ditangkap, Anies sama sekali enggak nunjukkin perhatian tuh. Padahal jasa Rizieq menaikkan Anies jadi Gubernur Jakarta ya besar . Terutama dengan gerakan yang kayak gitu, 212,” bebernya.

Jadi kalau reuni sekarang, Anies sudah malas mengurus reuni 212. Apalagi isu semacam itu, isu agama, sudah tidak laku dijual di 2024 nanti dan Anies sedang berupaya mau menyeberang ke tengah. “Dia enggak mau distempel sebagai bagian dari gerakan radikal. Ia ingin mencitrakan diri sebagai orang nasionalis bukan kelompok anarkis. Kalaupun masyarakat tetap ingat, Anies naik sebagai Gubernur dari Pilkada yang paling brutal di seluruh Indonesia,” tegasnya.

 Ya jangankan 212, Formula E yang anggarannya dari Pemda saja ketika bermasalah, Anies berusaha lepas tangan. Jadi Anies sekarang tidak sempat lagi memikirkan 212 yang tidak ada manfaatnya itu. “Dia kini lebih sibuk dengan berbagai masalah yang membelitnya sendiri. Sekali lagi kengototan Gerombolan 212 untuk menggelar reuni ini sebetulnya disebabkan karena mereka enggak punya lagi kebanggaan lain,” kuncinya. [Red]


Sumber: Manadopost