Fakta Sopir Angkot di Medan Ugal-ugalan hingga Tertabrak Kereta Api, Minum Tuak Satu Teko

Fakta Sopir Angkot di Medan Ugal-ugalan hingga Tertabrak Kereta Api, Minum Tuak Satu Teko



Peristiwa sebuah angkot yang tertabrak kereta api di Jalan Sekip, Kota Medan, hingga menewaskan empat orang penumpang pada Sabtu (4/12/2021) menjadi perbincangan hangat di Sumatera Utara dalam dua hari terakhir.

Teranyar, sang sopir angkot, yakni Karto Manalu ditahan di kantor polisi atas perbuatannya yang diduga ugal-ugalan saat mengemudikan angkotnya dan nekat menerobos palang kereta api hingga akhirnya tertabrak.

Berikut fakta-fakta yang telah Indozone rangkum perihal sosok sopir angkot nomor 123 warna kuning itu.

1. Mabuk Tuak Sampai Satu Teko

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat bagaimana angkot berwarna kuning yang disopiri oleh Karto Manalu, menyalip beberapa kendaraan dan menerobos palang pintu rel.

Belakangan diketahui kalau Karto sempat minum tuak sebanyak satu teko sampai mabuk.

"Baru satu tekonya, Bang," ucapnya seperti yang dikutip Indozone dari akun Instagram Inimedanbung, Minggu (5/12/2021).

Selepas kejadian, Karto nyaris diamuk warga karena berusaha kabur. Namun ia berhasil ditangkap dan digiring ke Polsek Medan Baru.

2. Bukan Angkot Pribadi

Kepada warga yang hampir memukulinya, Karto mengaku angkotnya itu bukan angkotnya pribadi.

“Hancur lah aku, Bang. Mobil tokeku itu,” ujarnya. 

Seorang warga di lokasi kejadian, Ujang (35) mengatakan, angkot nomor 123 itu menerobos palang pintu kereta api saat palang pintu kereta api sudah turun dan menyala lampu merah, serta bunyi sirene.

"Angkot itu datang dari arah Jalan Sekip, mau ke arah Jalan Gereja. Hancur angkotnya, dan paling parah di bagian sebelah kiri. Kaca bagian depan hancur, bagian belakang terlepas besinya, karena yang tertabrak di bagian belakang," ujar Ujang.

3. Sopir Baik-baik Saja

Kondisi angkot yang tertabrak kereta api di Jalan Sekip, Medan. 
4 dari 10 penumpang di dalam angkot itu meninggal dunia, sedangkan 6 lainnya mengalami luka-luka cukup parah. Si sopir angkot sendiri baik-baik saja.

Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara Kompol Muridan mengatakan, empat penumpang yang meninggal dunia itu yakni Asma Nur (42), Batara Arengga Nasution (38), Faida Naila Harahap (10, anak dari Asma Nur), dan seorang pria yang belum diketahui identitasnya.

"Penumpang meninggal MR X (laki-laki diperkirakan umur 40 sampai dengan 50 tahun) korban di ruang mayat Rumah Sakit (RS) Royal Prima, dan persiapan dibawa ke Kamar Jenazah RS Bhayangkara Medan," ujar Muridan.

Sedangkan penumpang yang mengalami luka-luka yakni Lindawaty Josefina Sihotang (38), Novita Elisabeth Aruan (22), Putri Sefyaswan (19), Bayu Sualaiman (24), Eni Sureni Br Tarigan (18), dan Farida Ratnawati (62). [Red]


Sumber: Indozone