Pembunuhan di Tengah Konser The Rolling Stones dalam Sejarah Hari Ini, 6 Desember 1969

Pembunuhan di Tengah Konser The Rolling Stones dalam Sejarah Hari Ini, 6 Desember 1969



Pada 6 Desember 1969, seorang penggemar yang menghadiri konser The Rolling Stone di Altamont Free Concert 1969, tewas terbunuh. Penggemar tersebut bernama Meredith Hunter, yang sebelumnya mencoba mendekati panggung dan diusir dengan kasar oleh anggota klub motor Hells Angels yang "disetujui" pengelola untuk menjadi penjaga keamanan.

Mengutip History, saat itu Rolling Stones hendak mengakhiri tur di Amerika Serikat (AS) mereka pada akhir 1969 dengan konser yang setidaknya setara dengan West Coast Woodstock, festival musik yang dinilai baik dalam pendanaan maupun perencanaan. Tidak seperti Woodstock, Altamont Free Concert 1969 tidak dikelola dengan baik.

Sebagian besar yang berurusan dengan festival merupakan hasil improvisasi dadakan, bahkan sebelumnya tidak memiliki tempat pasti dan persiapan dilakukan dalam beberapa hari sebelum konser. Baru pada 4 Desember 1969 penyelenggara menetapkan lokasi konser.

Sementara, konser berlangsung pada 6 Desember 1969. Saat itu konser akan menampilkan Santana, Jeffersone Airplane, Crosby, Stills, Nash and Young, dan Grateful Dead.

Mereka semua juga akan mendukung penampilan The Rolling Stones, band yang paling ditunggu-tunggu. Acara tersebut melibatkan anggota geng motor Hells Angels yang bertindak sebagai staf keamanan informal dengan imbalan senilai 500 dolar AS.

Hari sudah gelap saat Grateful Dead tampil dijadwalkan untuk tampil. Tapi semua member dan staf Grateful Dead dilaporkan meninggalkan tempat itu demi keselamatan mereka.

Mereka meninggalkan area konser setelah vokalis Jefferson Airplane, Marty Balin, pingsan setelah terlibat perkelahian dengan salah satu anggota Hells Angels. Saat Rolling Stones giliran tampil, terdapat remaja berusia 18 tahun yang merupakan penggemar Rolling Stones, Meredith Hunter, menonton konser itu bersama kekasihnya, Patti Bredehoft.

Hunter hendak mendekati panggung karena ingin Rolling Stones menyadari kehadirannya. Ia juga hendak menaiki speaker dekat panggung. Namun ketika melakukan hal itu, anggota Hells Angels menghalaunya dengan kasar.

Menurut kronologi yang dijelaskan dalam situs Rolling Stones, anggota Hells Angels menyentak kasar telinga dan rambut Hunter, sambil tertawa terbahak-bahak karena menganggap aksi Hunter begitu konyol.

Mereka menarik Hunter turun dari speaker dan menjatuhkannya ke tanah. Saat para anggota hendak meraih lengan Hunter, Hunter segera mundur dan Hells Angels meninju mulutnya.

Hunter berusaha melarikan diri ke kerumunan. Anggota Hells Angels lainnya kemudian melompat dari panggung dan mengejar Hunter, bergabung dengan empat rekannya.

Mereka dengan tergesa-gesa mengejar Hunter dan kemudian berhasil mengepung Hunter dan kembali menyerangnya. Merogoh saku jasnya, Hunter mengeluarkan pistol dan mengangkatnya ke udara.

Ia mencengkeram pistolnya dan mengangkatnya ke udara. Sementara kekasih Hunter berteriak untuk tidak menembak.

Dia meraih Hunter, lalu berbalik, berputar untuk melarikan diri. Ketika Hunter mulai menurunkan senjatanya, salah seorang anggota Hell Angels bertubuh pendek dan kekar bernama Alan Passaro, melompat ke arah Hunter dari belakang, meraih lengannya.

Posisi Passaro menunggangi punggung Hunter, mengangkat lengan Hunter ke atas kepalanya. Aksinya tidak berhenti di situ.

Ia lalu menikam Hunter dua kali. Peristiwa itu terjadi 6 meter di depan panggung di mana vokalis Rolling Stone, Mick Jagger, tengah tampil. Tidak menyadari bahwa seseorang telah meninggal, Rolling Stones menyelesaikan penampilan mereka tanpa tindakan lebih lanjut.

Hunter tak selamat

Seorang pemuda bernama Paul Cox yang menyaksikan peristiwa itu membantu membalikkan badan Hunter untuk memeriksa perutnya guna menahan darah yang terus bercucuran. Dengan bantuan orang lain, Cox berusaha mengeluarkan Hunter dari tempat kejadian.

Cox lalu menuju tenda Palang Merah dan Hunter segera ditempatkan di atas tandu logam. Hunter masih bernapas meski nadinya lemah dan tubuhnya benar-benar lemas.

Hidung Hunter benar-benar hancur sehingga dia terengah-engah, mencoba bernapas melalui mulutnya. Dr. Richard Baldwin, kepala layanan medis di konser tersebut yakin luka Hunter sangat parah sehingga jika dia dioperasi di rumah sakit, dia kemungkinan besar tidak selamat.

Hunter hendak dievakuasi ke rumah sakit dengan helikopter terdekat yang memungkinkan perawatan lebih lengkap dan menyelamatkan nyawanya. Seorang dokter dan sejumlah tenaga medis lainnya memeriksa Hunter saat di lintasan helikopter.

Mereka memberi Hunter resusitasi mulut ke mulut dan pijat jantung. Tetapi upaya mereka tidak membuahkan hasil. Meredith Hunter ternyata sudah tewas.

Passaro didakwa dengan pembunuhan dan diadili pada 1971. Setelah 17 hari kesaksian, juri yang terdiri dari delapan pria dan empat wanita berunding selama 12,5 jam. Passaro akhirnya dibebaskan dengan alasan aksi pembunuhannya dilakukan untuk membela diri. [Red]


Sumber: Voi