Polisi Gagalkan Aksi Tawuran, 3 Pelajar Ditangkap karena Bawa Samurai

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran, 3 Pelajar Ditangkap karena Bawa Samurai



Aksi tawuran antar pelajar tingkat SMP sederajat saat hendak bentrok di sekitar Kantor Balai Kota, tepatnya di Jalan R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, Jawa Barat berhasil digagalkan Personel Polres Sukabumi Kota.

"Alhamdulillah berkat kecekatan personel Polres Sukabumi Kota yang bersiaga di sekitar Kantor Balai Kota, aksi tawuran antar pelajar tingkat SMP berhasil digagalkan & menangkap 3 oknum siswa yang kedapatan membawa senjata tajam jenis samurai & gergaji berukuran besar," ujar Humas Polres Sukabumi Kota Iptu Astuti, Senin (6/12), mengutip Antara.

Berdasarkan informasi, kejadian berawal saat sekelompok  pelajar SMP dari Kabupaten Sukabumi mengendarai sepeda motor berboncengan 3 mencoba menyerang pelajar SMP yang tengah nongkrong di salah satu warung di Jalan Ir H Djuanda.

Tak hanya bawa sepeda motor secara ugal-ugalan, oknum pelajar juga mengacung-acungkan senjata tajam sebagai tanda tantangan. Melihat akan adanya tawuran antar pelajar, personel Polres Sukabumi Kota yang tengah bersiaga langsung mengejar oknum pelajar tersebut dan langsung meringkusnya.

Setelah digeledah, ditemukan barang bukti berupa katana samurai dan gergaji berukuran besar yang diduga akan digunakan saat bentrok dengan pelajar SMP lainnya. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan polisi pun membubarkan pelajar yang tengah berkumpul agar segera pulang ke rumahnya masing-masing.

3 oknum pelajar yang bawa senjata tajam dan hendak menyerang 4 pelajar SMP lainnya yang tengah nongkrong di warung langsung digelandang ke Mapolsek Cikole untuk dimintai keterangan terkait kepemilikan senjata tajam secara ilegal tersebut.

"Untuk penyelidikan lebih lanjut dan ketiganya masih di bawah umur penanganannya sudah dilimpahkan ke Polres Sukabumi Kota, untuk ketiganya masih dimintai keterangan," ujarnya.

Astuti mengatakan berbagai upaya dilakukan Polres Sukabumi Kota untuk mencegah tawuran antar pelajar di wilayah hukumnya, selain menyiagakan personel di lokasi-lokasi rawan terjadi tawuran antar pelajar juga melakukan penyuluhan kepada pelajar dari berbagai tingkatan tentang bahaya dan dampak tawuran. [Red]


Sumber: Indozone