Polisi yang Diduga Aniaya Warga hingga Tewas Dicopot

Polisi yang Diduga Aniaya Warga hingga Tewas Dicopot

Kepolisian Daerah Aceh mencopot empat orang penyidik di Polres Bener Meriah dari jabatannya karena kasus dugaan kekerasan yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia. Mereka dicopot dari jabatannya agar mempermudah proses pemeriksaan.

Keempatnya diduga menganiaya korban bernama Saifullah (46) saat ditangkap dan diperiksa atas kasus penggelapan dan penadahan kendaraan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Aceh Komisaris Besar Polisi Winardy mengatakan, keempat polisi itu juga akan diproses pidana dan etik terkait kasus itu jika terbukti bersalah. Proses pidana itu juga karena istri korban sudah melaporkan polisi itu kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh.

“Kita kedepankan Propam, karena kalau di Ditreskrimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) butuh proses penyelidikan panjang, tapi dengan paralel ini nanti kita terapkan pidana umum dan kode etik," kata Winardy saat dikonfirmasi wartawan, Selasa, 7 Desember 2021.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal oleh Propam Polda Aceh, ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang diduga dilakukan oleh petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Bener Meriah saat korban diperiksa.

Namun Polda tetap menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh Propam Polda Aceh terhadap empat anggota polisi itu, apakah karena tindakan kekerasan itu menyebabkan korban meninggal dunia atau tidak.

Sebab sebelum meninggal dunia Saifullah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh karena mengalami penyakit komplikasi.

“Kita tetap menunggu hasil pemeriksaan dari Propam, apakah bisa kita buktikan memang karena kekerasan itu juga yang menyebabkan meninggalnya tersangka,” katanya. [Red]


Sumber: Viva