Siswanya Terlibat Tawuran, Ini Tanggapan Kepsek SMK Sadar Wisata Manggarai

Siswanya Terlibat Tawuran, Ini Tanggapan Kepsek SMK Sadar Wisata Manggarai



Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sadar Wisata Ruteng, Wilbridus Bastian menanggapi terkait vidio tawuran yang melibatkan siswanya dengan diduga siswa SMK Bina Kusuma Bakti Ruteng yang viral di media sosial pada, Kamis (02/12).

Ia mengaku bahwa siswa yang ada dalam vidio yang beredar itu adalah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sadar Wisata Ruteng.

"Itu benar, kerusuhan dalam video yang beredar itu di halaman sekolah ini (SMK Sadar Wisata)," jelasnya, Jumat (03/12).

Lebih lanjut, ia pun mengaku bahwa kerusuhan belum bisa pastikan bahwa siswanya tawuran dengan SMK Bina Kusuma Bakti Ruteng.

"Saya tidak berani mengatakan sekolah mana karena saya tidak punya data yang akurat," terangnya.

Dia menjelaskan bahwa pada hari kerusuhan tersebut kebetulan sekolah yang ia pimpin itu tengah melaksanakan kegiatan kampanye anti kekerasan di dalam lingkungan sekolah, jadi sangat disayangkan pada saat kita melaksanakan kegiatan justru terjadi kerusuhan seperti yang kita lihat dalam vidio yang beredar itu.

Dia mengaku bahwa sebelum kejadian tersebut, malamnya ia telah mendapatkan informasi bahwa akan terjadi penyerangan dari sekolah lain.

"Ini isu malam kamis sebelum kejadian keesokan harinya pada, Kamis (02/12)," lanjutnya.

Isu tersebut lanjutnya, ia dapat dari media sosial Facebook, setelah mendapat isu tersebut ngakunya langsung perintahkan guru kesiswaan untuk segera menangani, nah setelah berkoordinasi dengan bagian kesiswaan pihaknya langsung mengambil tindakan preventif dengan melaporkan kepada pihak keamanan.

"Itu sudah kita lakukan bersama Wakasek Kesiswaan untuk melakukan koordinasi dengan pihak keamanan karena sekolah kami ini tidak ingin terjadi tawuran, kemudian kami masih banyak banyak kegiatan, Jadi kami tidak konsentrasi ke situ kami hanya konsentrasi penyiapan sumber daya manusia yang nanti akan tamat dari sini dan memiliki kompetensi sesuai standar industri, kami lagi mengarah ke sana," lanjutnya.

Dia juga mengaku bangga dengan siswanya karena bisa kendalikan emosi mereka

"Saya bangga dengan siswa saya dan guru bisa dikendalikan, mengendalikan ribuan orang bukan pekerjaan mudah," pungkasnya lanjut.

Dia juga mengaku tos dengan para siswa seperti yang ada dalam vidio yang beredar itu, menurutnya tos dalam vidio tersebut ia lakukan bukan karena menyetujui tawuran tersebut.

"Tos itu mengapresiasi bahwa saya bangga dengan murid saya, mau mendengar polisi, TNI, guru-guru. untuk diarahkan kembali ke sekolah. itu intinya tos itu tadi dan memang vidio itu ambil sepotong saja, sehingga terjemahnya lain," terangnya.

Tapi saya yakin lanjutnya, bahwa masyarakat menilai tos itu lain, tapi saya yakin dengan kehadiran wartawan bisa diluruskan.

"Jadi saya kepala sekolah di sekolah ini, kita sudah menyampaikan kampanye tentang anti perundungan atau kekerasan masa saya harus menyetujui anak saya untuk tawuran kan nanti berbanding terbalik apa yang kami kampanyekan tadi," terangnya.

Kemudian lanjutnya, ia mengaku nyaman karena sudah serahkan kepada pihak kepolisian, kami tidak mau mengambil tindakan sendiri, kami juga tidak mau melangkahi aparat hukum dan semua proses itu kami jalankan.

Sementara itu setelah dikonfirmasi kepada kepada pihak Polres Manggarai melalui Kasubag Humas Polres Manggarai, Ipda I Made Budiarsa mengaku bahwa pihaknya tidak tau persis soal tawuran antara sekolah tersebut di kota Ruteng, karena menurutnya belum ada laporan resmi terkait persoalan tersebut.

"Halo adik, terkait tawuran tersebut saya tidak tahu persis ya, soalnya sejauh ini belum ada laporan resmi di Polres Manggarai," jelasnya kepada media ini pada, Jumat (03/12) sore.

Meski demikian ia mengaku bahwa saat kejadian pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas kepolisian yang ada di lokasi waktu kejadian bahwa tawuran tersebut antara SMK Sadar Wisata Ruteng dengan SMK Bina Kusuma Bakti Ruteng.

Sampai berita ini diturunkan media ini belum berhasil konfirmasi pihak pihak SMK Bina Kusuma Bakti Ruteng. [Red]


Sumber: Kumparan