Truk Tronton Tabrak Rumah Warga

Truk Tronton Tabrak Rumah Warga

Nasib apes dialami oleh Sumiyati (52) warga Padukuhan Blembeman RT02/RWO1, Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul. Tembok dan atap rumahnya jebol dihantam truk tronton yang membawa bahan pupuk. Beruntung semua anaknya selamat tidak mengalami luka

Dwi Atmojo (52) warga yang kebetulan menyaksikan peristiwa tersebut menuturkan, kecelakaan tersebut bermula ketika truk tronton berplat nomor BE 8048 NL dikemudikan oleh Farhat Makho Fattuloh (24) warga Lampung melintas.

"Truk melaju dari arah timur ke barat atau arah Wonosari menuju Ngawen," ujar dia, Jumat (31/12/2021).

Truk yang membawa muatan bahan pupuk dari Gresik Jawa Timur tersebut melaju dengan kecepatan sedang karena posisi jalan menurun. Sang sopir kelihatan membawa kendaraannya dengan hati-hati karena jalanan sempit dan banyak tikungan serta turunan.

Namun sesampai di lokasi kejadian, tepatnya di Padukuhan Blembeman, Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar di mana posisi jalan menikung dan menurun, sopir terlihat sulit mengendalikan kendaraannya. Truk tersebut terlambat untuk belok sehingga terus meluncur tak terkendali.

Rencananya truk tersebut akan membawa bahan pupuk ke Pabrik Pupuk di Kapanewon Nglipar. Namun ketika sampai di lokasi kejadian sekitar pukul 06.30 WIB, truk tronton tersebut terlihat kehilangan kendali.

Awalnya truk tersebut hendak berbelok namun sang sopir merasa kesulitan. Karena muatannya cukup berat, truk kesulitan untuk berhenti. Truk melaju lurus tak terkendali dan baru berhenti setelah menabrak rumah milik keluarga Sumiyati.

Pemilik rumah, Sumiyati mengatakan, saat kejadian ia sudah berada di luar rumah bersiap berdagang. Ia mengaku tidak mengetahui secara persis kejadian tersebut. Sumiyati hanya mendengar suara klakson lalu benturan keras.

"Tembok yang tertabrak jebol diantaranya ruang kamar tidur, ruang TV, kamar mandi dan dapur rumah. Beruntung anak-anak tidak di dalam kamar," ujarnya.

Sejumlah perabotan seperti kulkas, mesin cuci, TV, kompor, kipas angin rusak. Material bangunan berserakan hingga ke ruang tamu dan dapur. Sumiyati syok usai insiden terjadi. Hingga berita ini dilansir, belum nampak upaya evakuasi oleh pihak berwenang. Kecelakaan tersebut menjadi tontonan warga sekitar.

Selama ini Sumiyati selama ini ditinggali bersama dua orang anaknya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan tunggal ini, Sopir mengalami luka lecet pada bagian tangan dan telah mendapatkan pertolongan medis dari Rumah Sakit PKU Muhamadiyah Piyaman dan langsung diperbolehkan pulang.

"Kerugian masih dihitung karena tembok rumah bagian depan ambruk dan kabin sopir rusak," terang dia. [Red]


Sumber: Kumparan