Atlet Bereaksi soal Bonus Kemenpora Bukan untuk Tim Piala Thomas

Atlet Bereaksi soal Bonus Kemenpora Bukan untuk Tim Piala Thomas



Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia kembali jadi sorotan. Kali ini terkait masalah bonus untuk para atlet bulu tangkis yang sudah berhasil membawa pulang Piala Thomas ke tanah air setelah puasa trofi selama 19 tahun.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) beberapa waktu lalu memberikan penghargaan kepada PBSI. Namun, penghargaan tersebut ternyata bukan diberikan khusus untuk tim Piala Thomas.

Lantas, bagaimana respons para atlet bulu tangkis?

1. Reaksi para atlet bulu tangkis

Masalah bonus bagi peraih Piala Thomas memang sudah beberapa kali disuarakan para atlet. Pro kontra terhadap reaksi para atlet terjadi di media sosial. Bahkan, beberapa atlet top seperti Jonathan Christie dan Fajar Alfian sempat mendapat cibiran dari warganet lantaran dianggap menagih bonus usai juara.

Saat Kemenpora memberikan apresiasi kepada PBSI namun nyatanya bukan untuk tim Thomas secara utuh, hal ini memancing reaksi baru dari para atlet.

"Harus bersyukur walaupun di papannya udah sangat jelas," tulis Mohammad Ahsan dalam unggahannya di Instagram (@king.chayra) sembari me-mention rekan-rekan sesama tim Thomas Cup 2020.

Unggahan atlet ganda putra senior Indonesia ini lantas diunggah ulang oleh beberapa rekan atlet lainnya, salah satunya Kevin Sanjaya.

2. PB Djarum lebih dulu memberikan bonus kepada para atletnya yang berlaga di Thomas Cup 2020

Terkait bonus atlet, sebelumnya Djarum Foundation lebih dulu memberikan apresiasi kepada atlet-atlet PB Djarum atas torehan prestasi mereka sepanjang tahun 2021, baik di level nasional maupun internasional dengan menggelontorkan bonus total lebih dari Rp1,5 miliar. Gelar juara berhasil diraih para atlet pada berbagai turnamen bergengsi, mulai dari YUZU Isotonic Akmil Open 2021, Bahrain International Challenge 2021, Slovenia International 2021, World Tour 1000 Indonesia Open, hingga Thomas Cup.

Apalagi, Piala Thomas berhasil kembali diangkat oleh tim Merah Putih setelah penantian 19 tahun. Indonesia sukses menyabet gelar juara di Piala Thomas 2020 usai melibas tim unggulan China dengan skor telak 3-0 pada partai final di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Oktober 2021 lalu.

Atlet PB Djarum yang turut andil dalam keberhasilan itu adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan, Shesar Hiren Rhustavito, Daniel Marthin, dan Leo Rolly Carnando. Atas prestasi tersebut, Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan penghargaan berupa bonus kepada kelima atlet tersebut senilai total Rp1,25 miliar atau masing-masing atlet mendapat Rp250 juta.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan pemberian bonus ini adalah bentuk komitmen Djarum Foundation sebagai bentuk motivasi kepada para atletnya untuk terus mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

“Apresiasi dari Djarum Foundation ini merupakan salah satu bentuk komitmen yang diberikan atas kerja keras dan perjuangan atlet-atlet binaan PB Djarum serta program kami di setiap tahunnya, sebagai bentuk penghargaan atas capaian atlet di turnamen bergengsi. Selamat kepada para atlet muda dan juga para atlet senior, semoga penghargaan ini menjadi pelecut semangat untuk terus menjadi yang lebih baik dalam mempertahankan kejayaan bulu tangkis Indonesia,” kata Yoppy saat jumpa pers virtual “Penghargaan Atlet PB Djarum Berprestasi Sepanjang Tahun 2021” pada Rabu (22/12/2021) lalu dikutip dari laman pbdjarum.org.

3. Bonus dari Kemenpora bukan untuk peraih Piala Thomas

Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna menyebutkan apresiasi dari Kemenpora bukan secara khusus diperuntukkan bagi tim Piala Thomas. Penghargaan dari Kemenpora diberikan untuk pembinaan PP PBSI.

"Karena sepanjang tahun ini prestasi PBSI paling banyak, maka penghargaan dalam bentuk dana pembinaannya juga paling besar, yakni Rp10 miliar," ujar Firman dalam keterangan tertulis pada Selasa (28/12/2021) lalu.

4. PBSI bukan satu-satunya yang dapat apresiasi Kemenpora

Dalam keterangan tertulis, PBSI menjelaskan ada tiga cabang olahraga yang mendapat apresiasi dari Kemenpora pada akhir tahun ini, yaitu PBSI, PABSI, dan National Paralympics Committee (NPC). PBSI memperoleh Rp10 miliar, PABSI mendapat Rp1,25 miliar, dan NPC dapat Rp5 miliar.

Menurut Agung, penghargaan yang diberikan Kemenpora itu tidak secara khusus hanya diperuntukkan bagi pencapaian dan keberhasilan tim Piala Thomas saja.

"Selain itu, juga ada alokasi untuk kegiatan rekrutment, pelatihan, dan pembinaan pemain agar proses penciptaan para juara di Pelatnas Cipayung bisa terus berkelanjutan dan tidak terputus," kata Agung. [Red]


Sumber: IDN times