Hadizah Warga Teluk Betung Selatan dan Pelanggan R1 Lainnya Tersentak Saat Melihat Tagihan Bulan Januari 2022 Melonjak

Hadizah Warga Teluk Betung Selatan dan Pelanggan R1 Lainnya Tersentak Saat Melihat Tagihan Bulan Januari 2022 Melonjak


Bandar Lampung - Seorang warga Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, kaget saat membayar tagihan listrik yang naik berkali lipat dari biasanya.

Hal ini diungkapkan Hadizah, usai melakukan pembayaran tagihan listrik rumahnya pada Kamis (08/01/2022), dirinya terkejut mengetahui tagihan bulan Januari ini mencapai Rp. 337.594, padahal bulan-bulan sebelumnya hanya membayar di bawah Rp 150.000.

"Dari dulu gak pernah sampai mahal begitu, paling besar gak sampai Rp 150rb, kok ini malah sampai Rp 300rb lebih, sampai saya bayar uangnya kurang," keluhnya. 

Selain itu, Hadizah juga mengatakan jika pemakaian listrik dirumahnya selalu digunakan dengan standar sesuai kebutuhan.

"Gimana saya gak kaget, gak ada penambahan barang elektronik dan listrik yang digunakan sama seperti bulan-bulan sebelumnya, tiba-tiba pas bayar Rp 300rb lebih," terangnya.

Terkait hal tersebut, salah seorang keluarga Hadizah mencoba menghubungi Manager PLN Teluk Betung, Benny, melalui pesan singkat WhatsApp, dan menyampaikan untuk mengirim nomor ID Pelanggan.

"Kirimin foto kwh di id pelnya ya mas," pinta Benny. 

Namun hingga foto KWh dengan ID Pelanggan 171800698067 tersebut dikirim, hingga berita ini terbit, namun belum ada keterangan lebih lanjut terkait penyebab melonjaknya tagihan listrik yang naik menjadi dua kali lipat tersebut. 

Tak hanya penyampaian, hal ini sudah dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile dengan nomor pengaduan K5422010802941. Namun belum ada tindak lanjut dan masih berstatus dalam penanganan PLN.

Bukan hanya Hadizah, rupanya beberapa pelanggan lainnya juga mengeluh dengan hal yang sama saat mengecek tagihan listrik untuk bulan Januari 2022 ini. PN yang biasa membayar tagihan sekitar Rp. 120 ribuan, kini berubah menjadi sekitar Rp. 400 ribu lebih. 

Dilain pihak, awak media menghubungi Darma (sapaan) Humas PLN IUD Lampung via chat WhatsApp terkait keluhan para pelanggan PLN tersebut.

"Kalo untuk memastikan angaknya betul atau tidak, bawa foto angka kwh meternya ke kantor PLN terdekat untuk menanyakan ketepatan angka pencatatanya dan perhitungan rekeningnya. Kalo datang langsung akan lebih jelas, kenapa angkanya segitu," ujar Darma.

Dan terkait pelanggan menanyakan respon dari Manager PLN Teluk Betung, Benny, Darma mengatakan, "pak beni mau membantu. Namun mungkin dia kelupaan atau tidak ditempat. Karna pak beni pun jika mau mengecek angkanya harus dikantor, melalui intranet," bijaknya.

Tak hanya itu, Darma menyarankan dan memberi solusi untuk para pelanggan:
  1. Pelanggan memakai aplikasi PLN Mobile untuk turut melaporkan angka kwh meternya dengan menu Catat Meter Meter yang dilakukan pada tanggal 24 hingga 27 setiap bulan. Hal ini dilakukan karna pelanggan memiliki hak untuk mengetahui besaran jumlah transaksi energi listriknya.
  2. Atau bermigrasi ke kwh meter Prabayar/token. Perlu diketahui, keuntungan kwh meter prabayar adalah dapat memanajemen pemakaian energi listriknya secara mandiri, tidak adanya pencatatan meter sehingga tidak adanya kesalahan baca meter, sangat menjaga privasi pelanggan dan tidak adanya sanksi biaya keterlambatan serta sanksi pemutusan.
Dikaitkan lagi dengan persoalan yang dialami Hadizah, Darma menjelaskan, "Kalau dibandingkan dengan pembayaran ini, stand meter terakhir sekitar pada 27 sd 31 Desember 2021 (tergantung jadwal pencatatannya) sebesar 2045. Sedangkan di fiisk kwh meter sore ini 8 januari 2022 seperti yang baru dikirim angkanya adalah 2113. Masih ada selisih sekitar 68 kwh. Sehingga jika dirata2kan adalah 6 hingga 8 kwh per hari. Jika dikalkulasi sebulan mencapai sekitar 180 sd  240 kwh sebulan.  Atau setara dengan Rp.250ribuan hingga Rp.340ribuan perbulan," terangnya.

"Menurut saya jika melihat angka ini sudah benar, Sesuai Pemakaian dirumahnya cukup besar," tambah Darma.

Namun ia juga menyarankan kepada pelanggan, "Kalo ga mau repot ngitung, pakai prabayar yang ngitung sendiri," katanya.

Tak hanya itu, Darma menjelaskan soal subsidi dan non subsisdi, "untuk R1M/900 ini adalah daya 900 non bersubsidi, R1/900 adalah tarif daya 900 bersubsidi. Pembedanya huruf M," tulisnya dalam chat WhatsApp.

Dan ia menjelaskan juga soal harga per KWh, "Kalo yg non subsidi Rp.1450 an per kwah,
Kalo yg  subsidi, mudah2an ga salah Rp1300an," terangnya. | Je