Kasus Korban Begal Jadi Tersangka, Dedi Tak Ditahan, 3 Terduga Begal Lainnya Diburu Polisi

Kasus Korban Begal Jadi Tersangka, Dedi Tak Ditahan, 3 Terduga Begal Lainnya Diburu Polisi



Berikut update kasus korban pembegalan di Medan, Sumatera Utara yang ditetapkan sebagai tersangka.

Diketahui, pria bernama Dedi itu menjadi tersangka setelah menikam pelaku begal yang menyerangnya bernama Reza hingga tewas.

Terbaru, polisi tak melakukan penahanan terhadap Dedi, meski telah menetapkannya sebagai tersangka.

Ada beberapa pertimbangan pihak kepolisian tak melakukan penahanan terhadap Dedi.

Sementara itu, polisi saat ini masih melakukan pengejaran terhadap tiga orang teman Reza.

Tiga orang tersebut ikut dalam aksi dugaan pembegalan terhadap Dedi.

Dedi tak ditahan

Mengutip Tribun Medan, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Firdaus mengatakan, meski tak ditahan, tersangka harus wajib lapor ke kantor polisi dua minggu sekali.

"Tersangka wajib lapor dua minggu sekali dan proses hukum berlanjut ke Jaksa Penuntut Umum," katanya, Jumat (31/12/2021).

Firdaus menjelaskan alasan tak dilakukan penahanan terhadap Dedi.

Hal itu karena tersangka menyerahkan diri ke polisi dan bersifat kooperatif.

"Tersangka tidak ditahan dengan pertimbangan menyerahkan diri, tersangka kooperatif dan tersangka merupakan korban begal," jelasnya.

Tiga terduga begal diburu polisi

Sementara itu, polisi saat ini masih melakukan pengejaran terhadap tiga orang teman Reza yang ikut dalam aksi pembegalan tersebut.

Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko menyebutkan, setelah menerima laporan dari Dedi yang mengaku menjadi korban begal, pohaknya langsung melakukan penyelidikan.

"Katanya dibegal empat orang, ini yang sedang kita dalami, kita cari saksi-saksinya, kita cari bukti-buktinya ini yang sedang kita dalami," ujarnya, Jumat.

Riko menambahkan, saat Dedi menyerahkan diri ke polisi, ia langsung mengakui telah menikam Reza hingga tewas.

Dedi mengaku menikam Reza menggunakan sebilah pisau yang dibawanya.

"Yang bersangkutan menikam korban, baik itu di punggung di dada sebelah kiri dan dada sebelah kanan," tambahnya.

Kronologi kejadian

Dikutip dari Tribun Medan, Dedi mengatakan pelaku percobaan pembegalan terhadap dirinya berjumlah empat orang.

[Salah satunya bernama Reza yang ia tikam hingga tewas.

Dedi menceritakan peristiwa itu bermula saat dirinya melintas di Jalan Sei Beras Sekata pada Selasa (22/12/2021).

Namun, di tengah perjalanan tiba-tiba ponselnya berdering.

Dia pun menepi ke pinggir jalan untuk menjawab panggilan tersebut.

"Jadi awal itu habis pulang dari Karya Cilincing mau pulang ke rumah, di situ saya berhenti sebentar, mau ngangkat telepon," ungkap Dedi saat diwawancara, Sabtu (25/12/2021).

Saat dirinya sedang menerima telepon, tiba-tiba ia dihampiri oleh empat orang yang tidak dikenalinya.

Keempat pelaku itu langsung merampas ponselnya.

Kawanan begal itu juga berusaha mengambil paksa sepeda motornya.

"Saya matikan motor dan menarik kuncinya, lalu saya buang. Tak lama aku dipukuli sampai helm lepas dan terjatuh," terangnya.

Dedi kemudian teriak meminta pertolongan.

Namun, karena kawasan itu sepi sehingga tak ada orang yang menyahutnya.

Sembari memeluk, Dedi menikam Reza

Demi mempertahankan diri, Dedi kemudian mengeluarkan sebilah pisau lipat yang diselipkannya di dalam saku.

Menurut Dedi, para pelaku nampak takut saat dirinya mengeluarkan pisau.

Keempat pelaku kemudian mencoba melarikan diri.

"Tapi saya tarik satu pelaku (Reza) yang duduk di belakang. Saya sempat dipukul juga oleh pelaku lainnya saat menarik Reza," ungkapnya.

Reza kemudian terjatuh dari kendaraan yang dibawa komplotan begal tersebut.

Di situlah, Dedi langsung menikam Reza hingga tewas.

"Di situlah saya mulai beraksi. Saya ingat waktu itu saya pelukan, sambil menikam. Sekitar dua kali, terus pas dia jatuh cuma sekali saya tikam di bagian dada," jelasnya.

Dedi yang panik langsung bergegas mencari kunci sepeda motornya dan langsung pulang ke rumah.

"Senjata tajamnya saya buang di sekitar itu, saat itu saya panik. Saya hidupkan motor langsung lari pulang," bebernya. [Red]


sumber: Tribunnews