Kim Jong-un Prioritaskan Krisis Makanan Ketimbang Dialog Nuklir di 2022

Kim Jong-un Prioritaskan Krisis Makanan Ketimbang Dialog Nuklir di 2022



Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mendesak jajarannya untuk fokus menyelesaikan krisis makanan dan penanganan Covid-19 sepanjang 2022. Sementara untuk dialog nuklir dengan Amerika Serikat, Kim Jong-un menganggapnya bukan sebagai salah satu prioritas utama.

Kim Jong-un menjabarkan agenda 2022 dalam pernyataan kepada jajaran kader partai berkuasa yang dirilis di media nasional pada Sabtu, 1 Januari 2022. Pernyataan disampaikan bersamaan dengan pidato tahun baru sang pemimpin.

Selama pertemuan lima hari Partai Pekerja Korut di Pyongyang, Kim Jong-un juga menyerukan penguatan kekuatan militer di tengah lingkungan yang tidak stabil.

Sebagian besar pernyataan Kim tahun ini berfokus pada pertanian, di saat Korut menghadapi salah satu krisis makanan terparah sejak satu dekade lalu.

Situasi di Korut diperparah cuaca buruk dan keputusan Kim menutup perbatasan akibat pandemi Covid-19. Penutupan perbatasan secara efektif menghentikan perdagangan resmi dan gelap dari Tiongkok.

"Proyeksi ekonomi negara masih berada di bawah situasi yang sulit," kata Kim, dalam laporan di media Korean Central News Agency (KCNA) dan dilansir oleh The Straits Times.

Pertemuan Partai Pekerja Korut dilakukan di saat Kim, 37, menandai 10 tahun kekuasaan. Acara juga bertepatan dengan liburan tahun baru di mana Kim biasanya memaparkan prioritas ekonomi dan keamanan.

Tahun ini, Kim juga memprioritaskan pencegahan penularan Covid-19. Sejak awal pandemi hingga kini, Korut mengaku tidak memiliki satu pun kasus Covid-19, namun AS dan negara-negara lain meragukan klaim tersebut.

Sejauh ini, Kim hanya sedikit memperlihatkan ketertarikan kepada upaya menghidupkan kembali dialog nuklir dengan AS. Di Washington, Presiden AS Joe Biden mengattakan bahwa pintu untuk dialog dengan Korut tetap terbuka. Biden juga mengindikasikan kesediaan untuk memberikan insentif ekonomi kepoada Korut karena menurunkan langkah-langkah penguatan senjata nuklir.

Namun hingga kini, belum ada sinyal-sinyal bahwa dialog nuklir akan digelar dalam waktu dekat. [Red]


Sumber: Medcom