Polisi Ungkap 2 Video Permintaan Maaf Siswi Blitar Tewas Gantung Diri di Sekolah

Polisi Ungkap 2 Video Permintaan Maaf Siswi Blitar Tewas Gantung Diri di Sekolah



Polres Blitar Kota mengungkap dua rekaman video yang berisi permintaan maaf siswi SMA Negeri 01 Srengat, Kabupaten Blitar yang gantung diri. Kedua rekaman video pendek tersebut diduga dibuat korban FV di sekolah beberapa saat sebelum dia mengakhiri hidup.

Rekaman video pertama berdurasi 37 detik yang dibuat FV untuk ibunya. Isinya permintaan maaf:  “Mimi makasih, aku minta maaf atas kesalahanku, maaf aku belum sempat membalas, jangan bilang papi, mi kesalahanku ini, tolong maafin aku”.

Durasi rekaman video yang kedua lebih pendek, yakni 16 detik yang ditujukan kepada CH, kekasihnya. FV mengatakan: “Buat CH terima kasih telah memberikan kesempatan saya, dari pada kamu tersiksa sama saya, mending lebih baik saya yang pergi”.

“Kedua rekaman video tersebut diduga dibuat korban sendiri,“ ujar Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Heri Setiawan kepada wartawan Minggu (2/1/2022).

Aparat Polres Blitar Kota juga sudah memintai keterangan CH yang diduga sebagai kekasih korban. CH mengakui sempat cek-cok dengan FV. CH marah setelah tahu FV berkiriman video dengan laki-laki lain.

Pertengkaran tersebut mengakibatkan hubungan keduanya renggang. Dua jam sebelum ditemukan tewas, sebuah rekaman kamera CCTV juga memperlihatkan FV bersama CH sempat mendatangi minimarket tidak jauh dari sekolah. Di minimarket tersebut, FV sempat membeli cairan pembersih lantai yang katanya titipan temannya.

Diduga FV sempat hendak memakai cairan pembersih lantai itu untuk mengakhiri hidup. Dari minimarket CH mengantarkan FV kembali ke sekolah. Rekaman video diduga dibuat di sekolah saat situasi sepi. Akibat hubungan asmara yang kandas tersebut, FV diduga nekat gantung diri di sekolah.  

Sebelumnya, Senin (20/12/2021) FV ditemukan tewas tergantung di depan ruang kelasnya. Leher FV terjerat dasi sekolah yang terikat pada papan kayu penunjuk ruang kelas. Siswi kelas X MIPA-4 itu dalam keadaan berseragam sekolah. 

Peristiwa yang terjadi sontak menggemparkan warga sekolah yang sedang memperingati Mualid Nabi Muhammad SAW. Terkait beredarnya kabar korban diduga dalam keadaan mengandung (hamil), karenanya tertekan dan nekat gantung diri, Yudhi mengatakan belum bisa memastikan. Namun hasil tes kehamilan menunjukkan hasil negatif.

“Kita masih terus melakukan penyelidikan,” ucap Yudhi. [Red]


Sumber: iNews