Speedboat dan Perahu Ketek Tabrakan, Dua Orang Tewas

Speedboat dan Perahu Ketek Tabrakan, Dua Orang Tewas


Dua orang tewas akibat tabrakan perahu speedboat dan perahu ketek di Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Jumat (7/1/2022).

Tabrakan transportasi air tersebut terjadi tepat di tikungan tajam kawasan sungai ketupak Mat Yasin menuju sungai lumpur Kecamatan Cengal.

Akibat kerasnya benturan, membuat kedua perahu tenggelam. 

Korban meninggal masing-masing bernama Nando (25) dan Adi (30).

Sementara satu orang penumpang lain bernama Hilman (28) mengalami luka di bagian kepala dan harus mendapatkan beberapa jahitan.

Diketahui seluruh korban merupakan warga Sungai Ketupak, Kecamatan Cengal.

Dari keterangan Ringgo, warga Desa Cengal, bahwa perahu speed boat berpenumpang 40 orang itu berangkat dari Darmaga Tulung Selapan dengan tujuan pulau Bangka. 

"Kejadian sekitar pukul 13.30 WIB, diduga penyebabnya karena speedboat banting ke kanan dan di depannya datang perahu ketek yang salah arah. Sehingga tabrakan tidak terelakan," ucapnya melalui sambungan telepon, Sabtu (8/1/2022).

Masih kata Ringgo, ketiga korban merupakan pekerja lepas yang mengangkut pupuk milik perusahaan dengan menggunakan perahu ketek.

"Meski sempat dibawa ke Puskesmas Tulung Selapan untuk mendapat jahitan, namun Hilman sudah kembali ke rumah. Sedangkan korban meninggal sudah dimakamkan tadi siang," katanya.

Dijelaskan jika selama ini ketiganya memang biasa bekerja sebagai buruh harian lepas untuk perusahaan.

"Cukup lama proses evakuasi dari tim sar dan serta Polair mencari korban dan baru ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB kemarin," tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah Kapolres OKI, AKBP Diliyanto, SH SIK MH membenarkan adanya kejadian di Sungai Ketupak Cengal tersebut.

Untuk 40 penumpang spedboat semuanya selamat sementara sopir speed boat sudah menyerahkan diri.

"Saya sudah menurunkan tim Gakkum dan anggota Polair ke lokasi kejadian. Untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut," ujarnya singkat.

Diliyanto mengingatkan meski di jalur air, siapa saja tetap harus mematuhi rambu-rambu sungai ketika melintas supaya tidak membahayakan diri dan orang lain.

"Seperti pada saat melintas di tikungan untuk mengurangi kecepatan dan selalu menggunakan pelampung atau life jacket yang sudah dibagikan pada pengemudi speed boat," katanya. 

"Juga pengemudi ketek setidaknya menyiapkan pelampung, agar pada saat kecelakaan di perairan sudah ada antisipasi bagi yang tidak bisa berenang," ujarnya. [Red]


Sumber: Tribunnews