POLISI SELEBRITI

Polres Bogor Berhasil Jaring Komplotan Debt Collector di Cileungsi

Ilustrasi.

Bogor - Polres Bogor menangkap dua komplotan mata elang (matel) yang kerap beroperasi di kawasan Cileungsi. Kapolres Bogor AKBP Harun mengungkapkan, komplotan ini menggunakan modus sebagai orang dari debt collector dari sebuah leasing lalu meminta korbannya menyerahkan sepeda motor.
"Mereka menggiring korbannya hingga ke dekat sebuah kantor leasing. Lalu korbannya diminta tanda tangan berita acara penarikan kendaraan di atas blanko kosong," kata Harun, Jumat (23/7).
Kata Harun, mereka mengincar mangsa yakni anak-anak remaja dan dirasa lemah dalam pengetahuan hukum. Pasalnya, penarikan kendaraan di jalan raya dilarang.
"Biasanya yang jadi incaran itu remaja. Setelah tanda tangan, motor kemudian dibawa oleh tersangka yang membuka empat orang. Modusnya biasa dipepet dulu terus diberhentikan," katanya.
Keempat tersangka yakni ST, DS, JHM dan TSM. Namun, salah tersangka, yakni ST hingga kini masih dalam pengejaran dan Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Setelah mendapatkan sepeda motor incaran, mereka menggadaikan kepada seseorang yang biasa disebut pak haji senilai Rp1,5 juta. Kemudian dibagi berempat," kata Harun.
Harun menjelaskan, satu pelaku lainnya dari komplotan yang berbeda, berinisial R pun berhasil diciduk polisi . 
"Awalnya dia menolak dan tidak mengkui perbuatannya. Tapi di atas rekaman CCTV saat pengambilan motor dan atribut yang dikenakan pelaku akhirnya kita amankan. Yang kedua ini, ada enam tersangka. Tapi lima masih DPO," jelas Harun.
Empat hal yang berhasil menguasai itu, kini dijerat dengan Pasal 368 KUHP yakni tindak perampasan, penipuan dan penggelapan dengan ancaman sembilan tahun penjara. | red
Sumber: merdeka.com

Oknum Guru Yang Sebar Video Hoax Kini Terancam Pidana 10 Tahun Penjara


Lampung -
Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung mengungkap kasus penyebaran video hoax dengan menangkap seorang oknum guru asal kota Metro Provinsi Lampung berinisial G bin NOK (51).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat konferensi pers menyampaikan, peristiwa ini bermula pada (15/7) pukul 22.00 WIB tim Subdit V Ditreskrimsus mengetahui postingan terkait adanya tindak pidana berita bohong yang di upload di media sosial Youtube dengan nama akun Guntoro TwentyOne berupa video yang diberi judul “Demo pedagang di pusat perbelanjaan” yang memberikan keterangan bahwa kejadian tersebut berada di wilayah pasar Metro Pusat, dan setelah tim siber Polda Lampung melakukan pengecekan bahwa berita tersebut tidak benar dan dapat dipastikan bahwa video tersebut adalah bohong atau hoax , kemudian tim melakukan penyelidikan dan mengamankan barang bukti berupa HP yang digunakan oleh pelaku.

Kemudian pada jumat (16/7), tim di pimpin oleh Ipda Romi Azhari mengamankan seorang terduga pelaku G bin NOK di rumahnya, setelah itu dilakukan penggeledahan dan di temukan satu unit HP warna hitam merk Redmi 9C yang digunakan oleh pelaku untuk mengupload video tersebut ke channel youtube “Guntoro TwentyOne” kemudian terduga pelaku dibawa ke Polda Lampung guna pemeriksaan lebih lanjut, kata Pandra, Jumat (23/7/2021).

Lanjut Pandra, motif tersangka G bin NOK ini mengupload video hoax berupa kerusuhan terkait PPKM Level 3 di pasar terminal Metro Pusat, agar masyarakat tertarik menonton video di akun youtube tersangka dengan tujuan
menambah subscriber dan viewers akun youtube milik tersangka.

Tim juga berhasil mengamankan satu akun youtube dengan nama Guntoro Twentyone, satu
unit handphone tersangka dengan merk redmi 9C warna hitam dengan imei 867304053333245 dan imei 867304053333242, satu buah GSM XL dengan nomor 0831-6412-2999, terang Pandra.

Tersangka ini kita persangkakan dengan pasal 14 ayat 1 dan 2 KUHPidana yang berbunyi barang siapa menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun, tutup Pandra. | red

Akibat Cekcok Mulut, SPG Susu ini Dianiaya Kekasihnya Hingga Kritis

Ilustrasi.

Jambi
| Seorang Sales Promotion Girl (SPG) Susu, Yohana (24), di Kota Jambi menjadi korban penganiayaan pria yang diduga pacarnya sendiri.

Akibat penganiyaan oleh pelaku tersebut, SPG Susu itu kritis lantaran mendapatkan delapan luka tusuk. Kasus ini terjadi didepan sebuah mall Jalan Pattimura, Kota Jambi, Rabu (12/5/2021) siang.

Pelaku bernama Okta (28) menusuk korban berkali-kali hingga kritis dan dirawat di Rumah Sakit Mayang Medical Center.

Informasi yang diperoleh media ini, aksi brutal seorang pria kepada perempuan muda itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Korban sedang berjalan kaki menuju mall tempat ia bekerja.

Ia dihampiri seorang pria bernama Okta yang merupakan warga Kota Palembang, pacar korban.

Sembari menunggu jam kerja dimulai, mereka berbincang di depan pangkalan ojek, di depan mall itu. Mereka cekcok mulut di sana.

Yohana sempat mencoba melarikan diri dari Okta dan menghindari pertengkaran itu. Nahas, SPG Susu mudah dikejar pacarnya itu.

Ketika sudah menangkap Yohana, pelaku membabi buta menikam menggunakan sebilah pisau.

Korban akhirnya tidak berdaya. Ia mendapat 8 tusukan, dibagian lengan, punggung dan kepala hingga mengalami pendarahan yang cukup serius.

Aksi tersebut akhirnya dihentikan. Pelaku langsung ditangkap petugas kepolisian yang berjaga di Pos PAM Operasi Ketupat yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Korban alami luka tusuk hingga 8 kali, dan dilarikan ke Rumah Sakit MMC," kata Aipda Hariyanto, Personel Polresta Jambi, yang turut mengamankan pelaku, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan seluler, Kamis (13/5/2021) pagi.

Dia mengatakan, diduga pelakunya adalah pacar dari korban. Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Kotabaru guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. | red

Jebakan Suami Bongkar dan Grebek Perselingkuhan Istrinya dengan Pria Tetangga



PANGANDARAN -
 Jebakan seorang suami berinisial WA (25) di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat berinisial WA membongkar perselingkuhan istrinya berhasil.

Ia izin kepada istri sahnya nonton bareng pertandingan antara Persib Bandung Vs Persija Jakarta, tapi nyatanya, itu hanya pengalihan saja untuk menjebak istrinya.

Usut punya usut, suami sah itu menanti kedatangan pria diduga selingkuhan istrinya datang ke rumahnya.

Ternyata benar, ketika WA tak ada di rumah, istrinya berinisial WI (25) memasukkan seorang pemuda berinisial S (24).

WA yang kenyataannya nobar bola di rumah tetangga, tak jauh dari rumahnya mengetahui perilaku buruk istrinya.

Ia mengetahui istrinya memasukkan S ke dalam rumah. Saat itulah, WA memanggil tokoh kampung, pemuda, RT, RW dan kepala dusun untuk ikut menggerebek.

Tertangkap basah, istrinya dan pemuda selingkuhannya itu tak berkutik. Padahal itu adalah siasat dari sang suami sah.

"Tepatnya pada Minggu 25 April malam, bersamaan ada siaran langsung sepak bola Persib di televisi.

Posisi saya berada di rumah teman yang tak jauh dari rumah saya," ujar WA saat dihubungi wartawan Lampung7 com melalui WhatsApp, Kamis (29/4/2021).

Sekitar pukul 20.00 WIB, ia mendapat kabar bahwa pemuda yang diduga selingkuhan istrinya itu sedang berada di rumah.

"Saya pun langsung berkordinasi dengan para tokoh pemuda, RT, RW dan Kepala Dusun untuk memastikan kebenarannya."

"Tak lama, warga beserta pemerintahan tingkat RT, RW mendatangi rumah saya.

Ternyata benar terbukti, lelaki yang diduga selingkuhan istri saya berada di dalam rumah lagi berduaan," kata ia.

Diketahui lelaki selingkuhan istrinya itu berinisial S (24) yang merupakan warga Desa Parigi, Kecamatan Parigi.

Satu saksi warga setempat, WA mengatakan, terbongkarnya perselingkuhan WI dan S sewaktu suaminya berbohong untuk pura-pura berangkat kerja.

"Perbuatan tak terpuji, alhamdulilah bisa digerebek warga setelah menerima laporan dari WA suami sahnya," ucap AW.

Dan kejadian itu, pihak suami sudah melaporkannya ke Polsek Parigi untuk ditindaklanjuti yang disertai sejumlah barang bukti.

Sementara Sekretaris Desa, Suhli membenarkan adanya penggerebekan perselingkuhan tersebut dan sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

"Ya, informasinya sewaktu ada siaran langsung sepakbola Persib," katanya.

Sebelum dilaporkan warga bersama RT, RW dan Kepala Dusun, sudah melakukan upaya mediasi.

Namun, tidak membuahkan hasil. Sekarang, sedang ditangani oleh pihak kepolisian. | red

Hendro Sugiatno: "Bila perlu lumpuhkan dengan senjata, saya yang bertanggungjawab"


 LAMPUNG | Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno menyampaikan instruksi tegas kepada para anak buahnya. Dia memerintahkan anggota Polri jajarannya untuk menindak tegas pelaku kasus begal.

Pernyataan tersebut dikatakan Kapolda Lampung saat melakukan kunjungan kerja di Polres Kota Metro, Lampung, Rabu (17/3/2021).

Irjen Hendro mengatakan, dirinya siap bertanggung jawab penuh terhadap anggotanya yang menindak tegas pelaku kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal bila mengancam keselamatan anggota dan masyarakat.

"Bagi pelaku curanmor, curas, begal harus ditindak tegas. Bila perlu lumpuhkan dengan senjata jika mengancam keselamatan, saya bertanggung jawab penuh untuk itu," ujar Hendro. Hendro juga menginstruksikan Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berhasil menaklukkan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan begal.

"Jika ada masyarakat yang berhasil menggagalkan tindak kejahatan, beri apresiasi dan penghargaan, begitu juga anggota kepolisian," katanya pula. Hendro menambahkan, dirinya berpesan kepada anggota agar dapat menggunakan senjata sebijak mungkin untuk keselamatan masyarakat.

"Saya tekankan, gunakanlah senjata yang diberikan kepada anggota, pergunakanlah sebaik mungkin untuk keamanan dan keselamatan masyarakat," pungkas Kapolda Lampung | Je