POLISI SELEBRITI

Lagi, Polsek Nimboran Dibakar, Seluruh Bangunan Ludes, Ini Para Pelakunya


Papua
 - Polsek Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua, dibakar massa pada Senin (2/8), sekitar pukul 13.00 WIT.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyebut pembakaran dilakukan keluarga korban penembakan yang identitasnya hingga kini belum diketahui.

Dia mengungkapkan kasus itu berawal dari laporan adanya aksi pemalangan sehingga anggota Polsek Nimboran mendatangi TKP.

Dikutip dari jpnn.com, Anggota kepolisian berupaya mengamankan pelaku pemalangan yang dalam keadaan mabuk akibat minuman beralkohol, namun melakukan perlawanan.

"Bahkan mereka menyerang dengan menggunakan linggis ke anggota polsek yang berupaya mengamankan mereka," kata Irjen Mathius Fakhiri di Jayapura, Senin.

Dia mengatakan, dari laporan yang diterima, terungkap Bripka PY berupaya memberikan tembakan peringatan, namun pelurunya mengenai korban, hingga langsung dievakuasi ke RS Youwari, Doyo.

Korban sempat dilaporkan meninggal, sehingga keluarga langsung menyerang dan melakukan pembakaran Mapolsek Nimboran.

Tidak ada korban jiwa dalam aksi tersebut, namun seluruh bangunan dilaporkan ludes terbakar.

"Selasa (3/8) saya menjadwalkan ke Polsek Nimboran," kata Fakhiri seraya mengaku belum mendapat identitas korban.

Diketahui, Polsek Nimboran berada di Distrik Genyem dan masuk di wilayah Polres Jayapura. | Pin

2 Pelaku Bajing Loncat Diberi Timah Panas Unit Ranmor


PALEMBANG –
Bajing loncat yang sering meresahkan pengendara mobil yang membawa barang dagangan yang melintas dikawasan pasar Jakabaring diringkus,anggota Opsnal Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang yang dipimpin Kasubnit Iptu Jhoni Palapa, Sabtu (31/7/2021) subuh.

Dikutip dari KRSumsel.com, Pelaku bernama Deni Saputra (36) warga Jalan Amin Mulya Kecamatan SU I Palembang, ditangkap saat akan menjualkan barang jarahan dari atas mobil di Pasar Induk Jakabaring Palembang.

Bersama dengan barang bukti (BB) 1 kantong besar Cabai dan 1 karung Bawang Putih hasil curian tersangka, langsung digelandang ke Mapolrestabes Palembang.

Tim Ranmor melakukan penangkapan setelah banyak menerima laporan para korban sopir, setelah melakukan penyelidikan langsung juga menangkap pelakunya. Lantaran berusaha melawan saat akan ditangkap, pelaku akhirnya diberikan tindakan tegas terukur ditembak di betisnya.

Hasil pengembangan, tersangka Deni merupakan residivis kasus Curas menjambret, dan dari informasinya Unit Ranmor melakukan pengembangan dan menangkap temannya yang bersama sama sering beraksi yakni tersangka Eriko (35) warga Kertapati Palembang. Sama karena melawan saat ditangkap diberikan tindakan tegas terukur ditembak pada betisnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Ranmor Iptu Irsan Ismail membenarkan sudah mengamankan pelaku bajing loncat dan jambret.

“Benar persis subuh kita berhasil amankan satu pelaku bajing loncat, aksi pelaku sudah viral sehingga kita lakukan penyelidikan dilapangan di daerah Jakabaring dekat Pasar Induk. Dan berhasil diamankan satu pelaku berikut sepeda motor yang digunakan saat beraksi, namun satu pelaku berhasil melarikan diri dan masih kita kejar,” jelas Kasat Reskrim.

Kompol Tri menambahkan setelah dilakukan interogasi kepada pelaku Deni ternyata pernah beraksi melakukan kejahatan lainnya. “Salah satu pelaku Keling diamankan karena pernah ikut terkait menjambret bersama pelaku Deni, ada beberapa laporan di Polsek nanti akan kita kembangkan sudah berapa kali mereka lakukan aksi kejahatan lainnya,” terangnya.

Untuk modus pelaku Deni sendiri sebagai bajing loncat bersama R (DPO) mereka berdua dengan mengendarai sepeda motor lalu memepet mobil incarannya. “Mereka berboncengan, nah yang didepan membawa motor inilah yang mengambil barang dari mobil truk ataupun pick up sedangkan pelaku dibonceng pegang kendali stir motor,” terang Tri.

Sementara, tersangka Deni mengakui perbuatannya mencuri cabai dan bawang dari atas mobil truk atau pick up yang akan dibawa ke pasar induk Jakabaring. “Hasil curian kami jual lagi di Pasar Induk Jakabaring itulah, 1 kantong cabai di jual Rp 50 ribu dan 1 karung bawang putih Rp 300 ribu,” kata residivis.

Lanjut Deni, saat beraksi dirinya sebagai orang yang di bonceng. “Saya yang dibonceng dan teman saya yang didepan ambil barang. “Saya lalu bergantian yang pegang kendali stang, sudah 4 kali beraksi di pasar induk “unkapanya. | red

Polisi Amankan 4 Orang Karena Membawa Senpi dan Obat-Obatan Saat Akan Berdemo


Bandung -
Anggota polisi dari Polrestabes Bandung mengamankan 4 orang yang kedapatan membawa senjata api, obat-obatan, hingga alat berupa besi yang hendak mengadakan Demonstrasi lagi di Balai kota Bandung Jum'at ( 23/7/2021).

Keempat orang tersebut diketahui akan mengikuti Demonstrasi lagi di Balai kota Bandung, dan kini keempat orang tersebut berstatus Terperiksa dan masih dilakukan pendalaman oleh polisi.

"Kita menangkap sekelompok orang, kita tangkap dan didapati sebanyak empat orang membawa senjata api (senpi) dan obat-obatan" kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya SIK MH didampingi Wakapolrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana Yusuf Marzuki di Mapolrestabes Bandung.

Ulung menjelaskan, temuan itu bermula ketika polisi melakukan patroli di seputar kota Bandung, sebab ada selebaran di media sosial yang berisikan ajakan dan provokasi untuk melakukan demo di balai kota.

Siapapun yang akan mendekati balai kota lalu dilakukan pemeriksaan, sehingga didapati keempat orang tersebut.

"Yang mendekati Pemkot Bandung kita lakukan pemeriksaan, dan didapati ada senjata api dan obat Tramadol seperti obat keras untuk menghilangkan rasa sakit" jelas Ulung Sampurna Jaya.

Temuan Obat-obatan akan diselidiki lebih lanjut oleh Satnarkoba Polrestabes Bandung, sementara itu Demo di balai kota tidak jadi di gelar.sehingga dipastikan kota Bandung dalam keadaan kondusif.

Dia pun menghimbau kepada masyarakat kota Bandung agar tidak terprovokasi oleh ajakan mengikuti demo yang mengangkat isu penolakan PPKM.

"Maka jangan terprovokasi oleh isu seolah menolak PPKM, padahal mereka hanya ingin merusak suasana di kota Bandung menjadi tidak kondusif" Pungkas Ulung.

Sebelumnya pasca demo yang dilakukan pada tanggal 21 Juli lalu, polisi mengamankan ratusan orang yang diindikasikan sebagai kelompok Anarkis, satu orang yang berinisial H dan masih dibawah umur ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa bom molotov. | red

Polres Bogor Berhasil Jaring Komplotan Debt Collector di Cileungsi

Ilustrasi.

Bogor - Polres Bogor menangkap dua komplotan mata elang (matel) yang kerap beroperasi di kawasan Cileungsi. Kapolres Bogor AKBP Harun mengungkapkan, komplotan ini menggunakan modus sebagai orang dari debt collector dari sebuah leasing lalu meminta korbannya menyerahkan sepeda motor.
"Mereka menggiring korbannya hingga ke dekat sebuah kantor leasing. Lalu korbannya diminta tanda tangan berita acara penarikan kendaraan di atas blanko kosong," kata Harun, Jumat (23/7).
Kata Harun, mereka mengincar mangsa yakni anak-anak remaja dan dirasa lemah dalam pengetahuan hukum. Pasalnya, penarikan kendaraan di jalan raya dilarang.
"Biasanya yang jadi incaran itu remaja. Setelah tanda tangan, motor kemudian dibawa oleh tersangka yang membuka empat orang. Modusnya biasa dipepet dulu terus diberhentikan," katanya.
Keempat tersangka yakni ST, DS, JHM dan TSM. Namun, salah tersangka, yakni ST hingga kini masih dalam pengejaran dan Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Setelah mendapatkan sepeda motor incaran, mereka menggadaikan kepada seseorang yang biasa disebut pak haji senilai Rp1,5 juta. Kemudian dibagi berempat," kata Harun.
Harun menjelaskan, satu pelaku lainnya dari komplotan yang berbeda, berinisial R pun berhasil diciduk polisi . 
"Awalnya dia menolak dan tidak mengkui perbuatannya. Tapi di atas rekaman CCTV saat pengambilan motor dan atribut yang dikenakan pelaku akhirnya kita amankan. Yang kedua ini, ada enam tersangka. Tapi lima masih DPO," jelas Harun.
Empat hal yang berhasil menguasai itu, kini dijerat dengan Pasal 368 KUHP yakni tindak perampasan, penipuan dan penggelapan dengan ancaman sembilan tahun penjara. | red
Sumber: merdeka.com

Oknum Guru Yang Sebar Video Hoax Kini Terancam Pidana 10 Tahun Penjara


Lampung -
Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung mengungkap kasus penyebaran video hoax dengan menangkap seorang oknum guru asal kota Metro Provinsi Lampung berinisial G bin NOK (51).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat konferensi pers menyampaikan, peristiwa ini bermula pada (15/7) pukul 22.00 WIB tim Subdit V Ditreskrimsus mengetahui postingan terkait adanya tindak pidana berita bohong yang di upload di media sosial Youtube dengan nama akun Guntoro TwentyOne berupa video yang diberi judul “Demo pedagang di pusat perbelanjaan” yang memberikan keterangan bahwa kejadian tersebut berada di wilayah pasar Metro Pusat, dan setelah tim siber Polda Lampung melakukan pengecekan bahwa berita tersebut tidak benar dan dapat dipastikan bahwa video tersebut adalah bohong atau hoax , kemudian tim melakukan penyelidikan dan mengamankan barang bukti berupa HP yang digunakan oleh pelaku.

Kemudian pada jumat (16/7), tim di pimpin oleh Ipda Romi Azhari mengamankan seorang terduga pelaku G bin NOK di rumahnya, setelah itu dilakukan penggeledahan dan di temukan satu unit HP warna hitam merk Redmi 9C yang digunakan oleh pelaku untuk mengupload video tersebut ke channel youtube “Guntoro TwentyOne” kemudian terduga pelaku dibawa ke Polda Lampung guna pemeriksaan lebih lanjut, kata Pandra, Jumat (23/7/2021).

Lanjut Pandra, motif tersangka G bin NOK ini mengupload video hoax berupa kerusuhan terkait PPKM Level 3 di pasar terminal Metro Pusat, agar masyarakat tertarik menonton video di akun youtube tersangka dengan tujuan
menambah subscriber dan viewers akun youtube milik tersangka.

Tim juga berhasil mengamankan satu akun youtube dengan nama Guntoro Twentyone, satu
unit handphone tersangka dengan merk redmi 9C warna hitam dengan imei 867304053333245 dan imei 867304053333242, satu buah GSM XL dengan nomor 0831-6412-2999, terang Pandra.

Tersangka ini kita persangkakan dengan pasal 14 ayat 1 dan 2 KUHPidana yang berbunyi barang siapa menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun, tutup Pandra. | red

Kesal Istrinya Digoda, Pria Ini Pukul Kepala Tetangga Pakai Martil

Ilustrasi.

Jawa Timur - 
Khoirudin (53), warga Dusun Cakul Kidul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, terpaksa berurusan dengan pihak berwajib lantaran telah melakukan penganiayaan terhadap tetangganya sendiri pada Rabu (19/05), sekira pukul 00:10 WIB dini hari.

Korban diketahui bernama Satriyo (48), yang rumahnya tak jauh dari kediaman pelaku. Peristiwa penganiayaan diduga dilatarbelakangi rasa kesal dan cemburu. Karena korban menggoda istri pelaku.

Kapolsek Mojowarno, AKP Yogas membenarkan peristiwa tersebut. Ia mendapat laporan dari pihak korban dan segera menindaklanjuti. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil diamankan di tempat kerjanya.

"Kami mendapat laporan dan segera melakukan penyelidikan. Tersangka kami amankan pada sore hari di tempat kerjanya," ungkapnya, Kamis (20/05/21).

Dari pemeriksaan, lanjut Yogas, tersangka mengaku dirinya tega menganiaya tetangganya sendiri dengan memukul kepala korban menggunakan palu karena cemburu istrinya digoda.

"Korban saat kejadian sedang tidur di teras rumahnya, kemudian didatangi tersangka dan langsung mukul beberapa kali mengenai kepala dan pundak ,dan langsung kabur," terangnya.

Atas peristiwa tersebut, korban menderita luka robek di kepala bagian kiri dan luka memar di pundak sebelah kiri sehingga harus mendapatkan perawatan di puskesmas setempat.

Sementara, selain mengamankan tersangka, polisi juga membawa barang bukti sebuah palu dengan gagang terbuat dari kayu dan berkepala besi yang dipakai menganiaya korban.

"Tersangka kita jerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman kurang lebih 5 tahun penjara," pungkas kapolsek. | red

Hmm... Suami Tidak Bisa Beri Kepuasan, Seorang Istri Selingkuh dengan Ketua RT


JAKARTA - Seorang ibu rumah tangga selingkuh dengan Ketua RT karena suaminya tak bisa memberi kepuasan. Perkara ini sudah divonis oleh Pengadilan tingkat pertama dan berkas putusannya sudah dapat diunduh secara bebas di website Mahkamah Agung.

Terpidana dalam kasus perselingkuhan ini adalah seorang pria berinisial SN. Sedangkan selingkuhannya adalah seorang wanita yang inisialnya disamarkan. Dalam berita ini kita sebut saja YY. Di lingkungan tempat tinggalnya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, SN merupakan ketua RT setempat.

SN diketahui sudah memiliki istri sah yang dinikahi tahun 2003. Begitu juga YY yang sudah punya suami sah, mereka menikah tahun 2005. SN dan YY pun diketahui sudah sama-sama memiliki anak.

Lantaran tinggal di komplek yang sama SN kemudian mengenal suami YY dan YY. Hubungan SN dan YY semakin dekat lantaran mereka pernah jadi panitia pernikahan anak ketua RW pada tahun 2017.

Sejak itu keduanya sering berkomunikasi melalui akun facebook. Dalam hubungan itu, SN sering memuji YY. Hubungan mereka berlanjut dan YY sering menceritakan kondisi rumah tangganya yang kurang harmonis. Sekitar September 2017, SN dan YY jalan-jalan di sebuah wilayah di bagian timur Kabupaten Bogor.

Dalam bagian fakta-fakta hukum di surat keputusan hakim, saat itulah YY memberitahu bahwa suaminya jarang memberikan kepuasan saat berhubungan intim.

SN terpancing dengan cerita YY dan akhirnya berhubungan intim dengan YY di dalam mobil. Setelah hari itu, SN dan YY melakukan sederet hubungan intim lainnya. Bahkan, SN menghitung dirinya kemudian melakukan hubungan intim sebanyak 14 kali dengan YY.

Perselingkuhan itu akhirnya terbongkar pada bulan Juli 2020. Saat itu suami YY melihat YY dan SN keluar dari salon milik YY dan suami YY lekas curiga.

Salon milik YY diketahui berada di komplek di mana mereka tinggal. Akibat hal tersebut, terjadilah keributan antara SN dan YY. 

Dari situlah YY dan SN sama-sama mengakui perselingkuhan tersebut. Lantaran SN merupakan anggota TNI, suami YY pun melaporkan perbuatan SN ke pihak yang berwenang. Perkara itu pun kemudian sampai kepada sidang militer.

Hakim Pengadilan Militer kemudian memutuskan SN terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukantindak pidana “Turut serta melakukan zina”.

Majelis hakim lalu memidana SN dengan pidana penjara selama 4 bulan dan 20 hari. Selain itu, SN juga dipecat dari dinas militer. | Je

Akibat Cekcok Mulut, SPG Susu ini Dianiaya Kekasihnya Hingga Kritis

Ilustrasi.

Jambi
| Seorang Sales Promotion Girl (SPG) Susu, Yohana (24), di Kota Jambi menjadi korban penganiayaan pria yang diduga pacarnya sendiri.

Akibat penganiyaan oleh pelaku tersebut, SPG Susu itu kritis lantaran mendapatkan delapan luka tusuk. Kasus ini terjadi didepan sebuah mall Jalan Pattimura, Kota Jambi, Rabu (12/5/2021) siang.

Pelaku bernama Okta (28) menusuk korban berkali-kali hingga kritis dan dirawat di Rumah Sakit Mayang Medical Center.

Informasi yang diperoleh media ini, aksi brutal seorang pria kepada perempuan muda itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Korban sedang berjalan kaki menuju mall tempat ia bekerja.

Ia dihampiri seorang pria bernama Okta yang merupakan warga Kota Palembang, pacar korban.

Sembari menunggu jam kerja dimulai, mereka berbincang di depan pangkalan ojek, di depan mall itu. Mereka cekcok mulut di sana.

Yohana sempat mencoba melarikan diri dari Okta dan menghindari pertengkaran itu. Nahas, SPG Susu mudah dikejar pacarnya itu.

Ketika sudah menangkap Yohana, pelaku membabi buta menikam menggunakan sebilah pisau.

Korban akhirnya tidak berdaya. Ia mendapat 8 tusukan, dibagian lengan, punggung dan kepala hingga mengalami pendarahan yang cukup serius.

Aksi tersebut akhirnya dihentikan. Pelaku langsung ditangkap petugas kepolisian yang berjaga di Pos PAM Operasi Ketupat yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Korban alami luka tusuk hingga 8 kali, dan dilarikan ke Rumah Sakit MMC," kata Aipda Hariyanto, Personel Polresta Jambi, yang turut mengamankan pelaku, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan seluler, Kamis (13/5/2021) pagi.

Dia mengatakan, diduga pelakunya adalah pacar dari korban. Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Kotabaru guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. | red

Duda di Jogja Gelapkan Uang 70 Juta Demi Kencan dengan Wanita Panggilan


Yogyakarta -
 Duda, berinisial SYN (36) nekat membawa kabur uang Rp70 juta hasil penjualan mobil milik Zulfan Aryo (40), warga Jambi, yang baru dikenalnya di Yogyakarta. Uang itu sebagian digunakan untuk bersenang-senang dengan wanita. Warga Malang, Jawa Timur, itu pun sekarang harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Mantrijeron, Yogyakarta.

Kanit Reskrim Polsek Mantrijeron, Iptu Heri Subagya mengatakan peristiwa itu, berawal saat SYN yang menginap di penginapan Jalan Mangkuyudan, Mantrijeron, Yogyakarta berkenalan dengan Zulfan Aryo yang kos di sekitar penginapan itu. SYN kepada korban mengaku bekerja di sebuah les musik.

Kamis (22/4/2021) saat nongkrong di lobi penginapan, korban bercerita kepada SYN akan menjual mobil Grand Livina B 1676 KR. Jika SYN bisa menjualkan nanti akan mendapatkan fee. Oleh SYN, mobil itu lalu diiklannya melalui situs jual beli online.

Jumat (23/4/2021) 16.30 WIB ada yang mau membeli mobil tersebut. Setelah ada kesepakatan harga Rp95 juta. Korban dan SYN lalu mengantar mobil ke daerah Godean, Sleman. Pembeli selanjutnya menyerahkan uang tunai Rp70 juta kepada SYN. Setelah menerima uang SYN kembali ke penginapan sedangkan korban ke kosnya.

Sampai di kosannya korban menghubungi SYN melalui hanpdhonenya, namun tidak bisa dihubungi. Karena tidak ada respon, korban kemudian mengecek ke penginapan SYN, ternyata kamarnya kosong. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Mantrijeron.

Petugas menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan. Di antaranya dengan meminta keterangan pelaku dan memerika CCTV serta mengumpulkan data pendukung lainnya. Dari informasi tersebut berhasil mengindentifikasikan keberadaan SYN di daerah Solo, menangkap serta membawanya ke Mapolsek Mantrijeron. Baca: Kejam, Ibu Bunuh Anak Kandung Dibantu Selingkuhan.

“SYN kami tangkap di sebuah penginapan daerah Solo, Minggu (25/4/2021) pagi bersama barang bukti uang Rp10 juta,” kata Hery Subagya, Kamis (29/4/2021).

SYN sendiri merupakan pengangguran dan statusnya dua. Namun kepada korban mengaku bekerja di les musik. SYN dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 373 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun kurungan penjara.

SYN dihadapan petugas mengatakan uang Rp70 juta tersebut, sudah dipakai Rp10 juta, sehingga tinggal Rp 60 juta. Uang itu digunakan untuk sewa hotel, karaoke dan dua kali memanggil wanita bayaran. | red

Tekab 308 Polres Lampung Timur Berhasil Bekuk Tersangka Penusukan yang Viral di Media Sosial

 

Ilustrasi.

Lampung -
Dua orang tersangka buronan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) di Kabupaten Lampung Timur, berhasil dibekuk Pihak Kepolisian diwilayah hukum Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan, S.IK didampingi Kasat Reskrim AKP Faria Arista, pada Selasa (13/4), menyampaikan bahwa inisial para tersangka adalah TM (17) dan TA (17) warga Kabupaten Pesawaran.

Ke 2 tersangka sempat viral di media sosial, karena diduga nekat melakukan aksi Pencurian Dengan Kekerasan terhadap Indra Fauzi (24) warga Kabupaten Brebes, pada 13 Maret 2021 lalu.

Peristiwa diduga berawal saat korban yang sedang dalam perjalanan di kawasan Desa Peniangan, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, secara tiba-tiba, ditusuk bagian tangan, perut dan bagian pahanya, menggunakan senjata tajam jenis pisau, oleh para tersangka.

Ke 2 tersangka kemudian mengambil paksa telepon genggam, dan tas yang berisi dompet serta kartu ATM, sehingga korban mengalami kerugian mencapai 5 juta rupiah.

Petugas Kepolisian Satuan Reskrim Polres Lampung Timur, yang melakukan proses penyelidikan, akhirnya berhasil mengidentifikasi sekaligus membekuk tersangka, yang bersembunyi dikawasan Kota Bekasi, berikut barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis pisau, yang diduga digunakan untuk melakukan aksi kejahatannya. | yns

Bejat, Suami Minta Istri Layani Seks Bertiga

Ilustrasi.


Mojokerto | Aksi bejat dilakukan seorang suami yang tega menjual istrinya demi memperoleh uang Rp 1,5 juta.

Tersangka FN (38) warga Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang ini menawarkan istrinya sendiri RA (35) untuk bercinta dengan pria hidung belang.

Dirinya mengaku memasarkan istrinya dan mengenalkannya ke sejumlah pria hidung belang untuk layanan seks bertiga melalui akun media sosial Twitter.

Setelah memperoleh calon pelanggan, tersangka terlebih dahulu menyeleksinya kemudian menunjukkan pada istrinya.

Jika sudah sepakat maka akan dilakukan transaksi layanan seks di sebuah hotel di Kota Mojokerto.

Tersangka menawarkan jasa layanan esek-esek bersama pasutri yang bertarif kencan short time Rp.1,5 juta selama satu jam.

"Ya sepakat sama istri juga mau melakukannya," ucap tersangka FN di Polres Mojokerto Kota, Jumat (9/4/2021).

Tersangka FN mengatakan punya inisiatif menjual istrinya karena membutuhkan uang.

Apalagi, ia tidak punya penghasilan. Setelah mengalami PHK dari pekerjaannya disebuah pabrik.

Dia ketagihan kembali melakukan perbuatannya menjajahkan istrinya ke pria hidung belang.

Sudah Melakukan Tiga Kali Transaksi

Informasi yang dihimpun Lampung7com, sampai tiga kali transaksi layanan seks di hotel bintang tiga Kota Mojokerto dilakukan.

Dia berdalih memilih jalur pintas untuk mendapatkan uang dalam jumlah banyak dengan cara instan karena terdesak kebutuhan ekonomi dan untuk membayar utang.

"Ada utang Rp 5 juta kalau memasarkan itu lewat Twitter ya saya tidak memaksa karena sepakat sama istri, tarifnya Rp.1,5 juta satu jam dan sudah melakukan tiga kali," terangnya.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Deddy Supriadi menjelaskan tersangka FN yang menjual istrinya digerebek bersama pria hidung belang saat melakukan transaksi seks di hotel bintang tiga, pusat Kota Mojokerto, pada Jumat 19 Maret 2021 kemarin.

"Pengakuan tersangka FN sudah melakukan tiga kali menjajahkan istrinya dengan imbalan uang Rp.1,5 juta," jelasnya.

Deddy menyebut hasil transaksi layanan seks Pasutri itu dipakai tersangka untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan sebagian membayar utang Rp.5 juta.

"Modus tersangka menjual istrinya ke pria lain untuk berhubungan layaknya suami istri melalui media sosial Twitter dan dilanjutkan berkomunikasi via WhatsApp,"

Hasil penggeledahan di lokasi kejadian ditemukan sejumlah barang bukti di antaranya, sprei kasur, sarung bantal, handuk besar dan handuk kecil warna putih, uang pecahan Rp.100 ribu senilai Rp 1 juta. Kemudian, dompet warna biru dongker, KTP atas nama istri, tas kecil warna hitam, dan bungkus kapsul obat kuat merk X-Tra Fit.

"Jadi tersangka beralasan melakukan perbuatan itu karena bingung tidak punya uang untuk memberi nafkah keluarga setelah di PHK dan terjerat utang Rp.5 juta," bebernya.

Tersangka FN dijerat pasal berlapis terkait keikutsertaan dia mendapatkan keuntungan dari perdagangan manusia yakni Pasal 2 ayat (1) UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Kemudian, Pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP ancaman hukuman penjara satu tahun empat bulan.

"Tersangka beserta barang bukti yang disita dari di salah satu kamar hotel kini diamankan di Polres Mojokerto Kota," tandas Deddy. | red

Hendro Sugiatno: "Bila perlu lumpuhkan dengan senjata, saya yang bertanggungjawab"


 LAMPUNG | Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno menyampaikan instruksi tegas kepada para anak buahnya. Dia memerintahkan anggota Polri jajarannya untuk menindak tegas pelaku kasus begal.

Pernyataan tersebut dikatakan Kapolda Lampung saat melakukan kunjungan kerja di Polres Kota Metro, Lampung, Rabu (17/3/2021).

Irjen Hendro mengatakan, dirinya siap bertanggung jawab penuh terhadap anggotanya yang menindak tegas pelaku kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal bila mengancam keselamatan anggota dan masyarakat.

"Bagi pelaku curanmor, curas, begal harus ditindak tegas. Bila perlu lumpuhkan dengan senjata jika mengancam keselamatan, saya bertanggung jawab penuh untuk itu," ujar Hendro. Hendro juga menginstruksikan Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berhasil menaklukkan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan begal.

"Jika ada masyarakat yang berhasil menggagalkan tindak kejahatan, beri apresiasi dan penghargaan, begitu juga anggota kepolisian," katanya pula. Hendro menambahkan, dirinya berpesan kepada anggota agar dapat menggunakan senjata sebijak mungkin untuk keselamatan masyarakat.

"Saya tekankan, gunakanlah senjata yang diberikan kepada anggota, pergunakanlah sebaik mungkin untuk keamanan dan keselamatan masyarakat," pungkas Kapolda Lampung | Je

SAT RESKRIM POLRESTA BANDAR LAMPUNG TANGKAP PELAKU SPESIALIS RUSAK MESIN ATM

Bandar Lampung - Dengan maraknya kejahatan pencurian di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan modus pembobolan dan perusakan Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung melakukan penyelidkan dan berhasil meringkus dua tersangka pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) saat akan beraksi membobol ATM DI Jalan Kimja Way halim Bandar  Lampung, Sabtu (13/03/2021).

Kedua tersangka yang ditangkap adalah, YW (40), Wiraswasta, warga Hanura Pesawaran dan PS (40), Wiraswasta, warga Hanura Pesawaran.
Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Yan Budi Jaya, S.IK., M.M. yang diwakili Kasat Reskrim Kompol Resky Mauala YZ. S.IK., M.H. mengatakan, Kedua tersangka merupakan spesialis pembobol ATM dengan modus rusak mesin. "Keduanya sudah melakukan aksinya di kota Bandar Lampung lebih dari 7 kali.

Dari penangkapan itu disita barang bukti satu buah kartu ATM dan satu buah alat obeng yang sudah dimodifikasi sebagai penahan tempat keluar uang dari mesin dan Pipa besi yang sudah dimodifikasi sebagai penarik uang dari mesin.
Kapolresta mengutarakan, modus ini dengan merusak mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dilakukan kedua tersangka, dimana pengambilan uang tidak tercatat pada transaksi bank. 

“Mereka tarik uang pakai kartu ATM sendiri. Dengan kelicikannya, penarikan dana tidak tercatat dalam transaksi bank, sehingga saldo tersangka tidak berkurang," ujarnya.

"Saat uang akan keluar dari mesin ATM, YW langsung mengganjal lubang tempat keluarnya uang dengan obeng yang sudah dimodifikasi  dan kemudian uang yang tersangkut ditarik secara paksa dengan pipa besi yang dimodifikasi sehingga saldo tidak berkurang dikarenakan mesin mendeteksi kerusakan/error. Sedangkan Tersangka PS menunggu diluar sambil mengawasi sekitar " ungkapnya.

Menurut pengakuan tersangka, mereka belajar melalui teman dan sudah berhasil  membobol ATM lebih dari 7 kali. "dan selama 2 bulan sudah memperoleh 15 juta rupiah.

Akibat tindakannya para tersangka akan dikenai pasal pencurian dengan pemberatan sesuai pasal 363 KUHPidana dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun. | yes

Tega, Suami Jual Istrinya 600 Ribu, Mainnya Juga di Rumah

Ilustrasi.


 KARAWANG | AE (24), warga Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mempromosikan istrinya untuk berkencan dengan pria lain seharga Rp600 ribu. Kasatreskrim Polres Karawang AKP Oliestha Ageng Wicaksana menyebutkan, AE mempromosikan istrinya sebagai PSK melalui aplikasi MiChat.

"Tersangka berinisial AE (24) merupakan suami korban yang berinisial WYP," kata AKP Oliestha, Rabu (10/3).

Praktik prostitusi online menggunakan sebuah aplikasi itu terungkap setelah warga mencurigai aktivitas di rumah pasangan AE dan WYP.

Setelah rumah itu didatangi, ternyata ada tamu yang berada di kamar dengan istri tersangka. Ketika itu sang istri atau korban berinisial WYP tengah memakai pakaian seksi. Sementara itu, tersangka berada di ruang tamu.

"Saat diinterogasi oleh warga, tersangka mengakui telah melakukan praktik prostitusi dan menjadikan istrinya sebagai pekerja seks," kata kasatreskrim. "Tersangka menawarkan tarif istrinya untuk satu kali melakukan hubungan badan dengan pria lain dengan Rp600 ribu," kata Oliestha.

Atas perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 47 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga atau Pasal 506 KUHP. | Je

Polda Banten Berhasil Menciduk 10 Orang Anggota Geng Motor Bersenjata




 Banten | Polisi menyelidiki video puluhan pemuda yang mengacungkan senjata tajam (Sajam) dan memblokade perempatan Ciceri, Kota Serang.

Hingga kini baru 10 pemuda yang diamankan pihak kepolisian dari puluhan pemuda yang ada di video tersebut. Ke 10 pemuda tersebut berinisial E, K, MR, A, AA, I, D, F, A dan N.

"Berhasil mengamankan 10 orang kelompok geng motor. (peristiwa awal) Sekitar dua bulan lalu, menurut keterangan yang sudah kita amankan, mereka akan melakukan aksi balas dendam, karena ada anggota kelompoknya, yaitu kelompok Kemang, yang akan dianiaya atau dibacok," kata Dirkrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny.

Sonny mengatakan video yang viral mengacungkan senjata tajam itu merupakan aksi terakhir setelah mencari anggota geng motor yang mengancam rekannya.

"Merespons dari kejadian tersebut, mereka merencanakan balas dendam, hasil komunikasi melalui medsos, ada group medsos, namanya All Star. Kemudian mereka berjanji berkumpul di wilayah Kemang, pukul 01.00 WIB, kemudian bergerak ke SMP 16, sudah bertemu dengan gabungan dari beberapa geng motor, jadi ada lima geng motor bergabung," ujarnya.

Sonny mengatakan pihaknya sudah mengantongi 26 identitas pemuda lainnya yang ikut dalam aksi tersebut.

"Sementara yang kita amankan 10 orang. Yang diduga sebagai mengajak atau menghasut, ada satu orang atas inisial A. Saat ini masih kita buru, yang sudah terindentifikasi ada 36 orang, tersisa 26 orang lagi. Akan terus berkembang lagi. Karena berdasarkan keterangan sekitar 100 orang," ujarnya.

Akibat perbuatannya, mereka pasal 160 KUHP, juncto pasal 11 ayat 1 huruf A, juncto pasal 26, Perda nomor 1 tahun 2021, termasuk undang undang darurat 1251, karena tidak semuanya membawa sajam. | Miranti

Tekab 308 Way Kanan Amankan 4 Pria Yang Diduga Pelaku Curat

Way Kanan | Tim TEKAB 308 Satreskrim Polres Way Kanan berhasil mengamankan diduga pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) di KM 07 Blambangan Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Kamis (28/1/2021)

Para tersangka tersebut masing-masing berinisial ZM (40) warga kampung taman sari 2 Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, RD (39) warga Talang Suki, Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan, KR (16) dan AS warga kampung Sidoarjo, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan.

Kasat Reskrim Polres Way Kanan Iptu Des Herison, SIP., MH., mewakili Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung menjelaskan, terjadinya Curat pada hari Sabtu tanggal 23 Januari 2021 sekitar pukul 03.00 WIB di rumah korban di KM 07 Kelurahan Blambangan Umpu.

Kronologis kejadian saat itu sekitar pukul 03.00 WIB, korban atas nama Jeni ( 39) dibangunkan oleh Istrinya, dan mengatakan bahwa uang yang ada di dalam laci warung tidak ada, kemudian korban mengecek isi warung dan melihat dagangannya berupa rokok berjumlah 5 slop, beras 15 kg sudah tidak ada, dan tidak hanya itu pelaku juga mengambil handphone merk Oppo A5S milik korban.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 3,5 juta, dan korban langsung melaporkan kejadian curat tersebut ke Polres Way Kanan.

Adapun kronologis penangkapan bermula dari informasi masyarakat pada hari Senin tanggal 25 Januari 2021 sekitar pukul 16.00 WIB, bahwa tersangka berada di rumahnya di kampung Taman Sari 2, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Team Tekab 308 Polres Way Kanan yang mendapatkan informasi tersebut langsung melakukan penyelidikan, kemudian sekitar pukul 16.00 WIB Team TEKAB 308 Reskrim Polres way Kanan berhasil melakukan penangkapan dan mengamankan tersangka inisial ZM tanpa adanya perlawanan.

Berdasarkan hasil pengembangan, ternyata ZM tidak sendirian dalam melakukan curat, lalu petugas kembali melakukan penyelidikan pada hari Selasa (26/1/2021) sekitar pukul 03,40 WIB, petugas mendapatkan informasi bahwa tersangka sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di kampung Sidoarjo kecamatan Umpu.

Dan sekitar pukul 04.00 Team TEKAB 308 berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka, dan saat di lakukan penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan.

Kini keempat tersangka berikut barang bukti satu unit handphone merk Oppo A5S, 8 bungkus rokok berbagai merk, tiga karung beras merk AN berjumlah 15 kg, senjata tajam (sajam) dan satu unit sepeda motor tanpa plat nomor polisi, dibawa ke Mapolres Way Kanan guna penyidikan lebih lanjut.

"Atas perbuatannya pelaku melanggar Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara," pungkas Herison. | red

Bertindak KDRT, Pria Asal Sidomulyo ini di Garuk Polisi

Lampung Selatan | Polsek Sidomulyo Polres Lampung Selatan berhasil mengamankan satu orang tersangka pelaku Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT).

Pelaku Nurhidayat (44) bekerja sebagai buruh beralamat di Dusun ll RT 001 RW 002 Desa Sidoharjo kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan.

Mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Zaky Alkazar Nasution, Kapolsek Sidomulyo Iptu Hengky Darmawan menjelaskan, sekitar pukul 08.00 WIB pada hari Selasa ( 12/1/2021) telah terjadi tindak pidana KDRT yang di lakukan Nurhidayat (44) terhadap istrinya Sunarmi (35). dengan Tempat Kejadian Perkara ( TKP) di rumah pelaku.

"Pelaku menusuk korban pada lengan bagian kanan, lengan kiri dan pada bagian bawah ketiak sebelah kiri dengan menggunakan senjata tajam jenis keris. Tak berhenti hanya pada korban, pelaku juga melakukan penganiayaan terhadap anak korban SNA (12) dengan melukai telapak tangan bagian kiri menggunakan keris," ujar Iptu Hengky Kamis (14/1/2021).

Akibat kejadian tersebut korban Sunarmi mengalami luka-luka dan di bawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan medis. kemudian paman korban Suwandi (55) melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sidomulyo untuk ditindaklanjuti.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi langsung melakukan penahanan terhadap tersangka Nurhidayat (44) dan langsung dibawa ke Mapolsek Sidomulyo untuk penyidikan lebih lanjut.

Di samping tersangka polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis keris bergagang kayu warna coklat guna penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.

"Tersangka di jerat pasal  44 ayat 1 nomor 23 undang-undang tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ancaman kurungan minimal 6 tahun." Pungkas Iptu Hengky. | yesi

Polsek Tegineneng Berhasil Mengungkap Kasus Pencurian Dengan Kekerasan



Pesawaran |
Unit Reskrim Polsek Tegineneng Polres Pesawaran berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Tegineneng, Polres Pesawaran pada Kamis (14/1/2021) Pukul 11.00 WIB.

Operasi penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tegineneng AKP Abdul Roni dan Kanit Reskrim Polsek Tegineneng beserta beberapa anggota Polsek Tegineneng.

Adapun pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang berhasil diamankan adalah Septian bin Aldani alias Asep (29) tahun yang beralamat di Dusun Induk RT. 001, RW. 002, Desa Kejadian, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.

Sedangkan yang menjadi korban dari peristiwa itu adalah I Putu Andi Supriawan (18) tahun yang merupakan warga Desa Tugu Mulyo, kecamatan Lumpuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan.

Kejadian pencurian dengan kekerasan tersebut bermula pada hari Jum'at  (1/1/2021) sekitar pukul 17,30 WIB di jalan lintas Sumatera Desa, Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, saat Septian alias Asep bersama seorang rekannya dengan mengendarai sepeda motor merk Honda Beat, menghampiri korban yang tengah beristirahat menunggu rekannya yang sedang mengisi BBM di SPBU di jalan lintas Sumatera Desa Bumi Agung.

Kemudian salah satu pelaku turun dari motor yang dikendarainya dan menanyakan darimana mau kemana, dan dijawab oleh korban dari Palembang mau ke Bandarlampung, setelah itu pelaku mengambil paksa tas pinggang milik korban warna hitam, yang berisikan satu bungkus rokok merk Camel, 1 unit handphone Realme warna merah dan headset warna putih sambil menodongkan pisau.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 900.000 dan melaporkan peristiwa tersebut kepada Polsek Tegineneng untuk ditindaklanjuti.

Saat ini pelaku berikut barang bukti satu tas pinggang warna hitam, satu bilah pisau bergagang kayu, satu unit handphone merk Realme warna merah telah diamankan di Polsek Tegineneng untuk penyidikan lebih lanjut. | Yesi

Pembobol Kantor Bawaslu Pesawaran di Tangkap Polisi


Pesawaran |
Kantor Badan pengawas pemilu (Bawaslu) di Desa Wiyono, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran dibobol pencuri pada Sabtu (4/7/2020) yang lalu.

Saat itu barang elektronik milik korban yang sedang melaksanakan tugas piket di kantor Bawaslu raib, korban pencurian itu adalah AAR (30), LST (28) dan PUL (49).

Menurut keterangan korban LST kejadian pencurian tersebut, "Dimana selesai melaksanakan piket, kami pergi untuk istirahat dan tidur di ruangan kordif," ujar LST Kamis (7/1/21).

Sekitar pukul 04.30 WIB, AAR dibangunkan oleh rekannya LST karena melihat laptop dan HP milik pribadi LST telah raib.

"Kemudian AAR saat itu langsung mengecek barang miliknya yang ada di dalam tas, berupa dua unit handphone merk Oppo F7, dan Samsung Flip beserta dompet pun hilang," jelasnya.

"Sadar telah terjadi pencurian dengan melihat pintu ruang belakang telah terbuka, korban langsung melapor ke Polres Pesawaran guna ditindaklanjuti," tambahnya.

Polisi pun berhasil mengungkap dan menangkap terduga pembobol kantor Bawaslu tersebut dengan inisial BAM (42).

Sementara Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo menjelaskan, pada hari Rabu (6/1/2021) sekitar pukul 20.00 WIB, berdasarkan bukti yang cukup, Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Pesawaran yang di pimpin IPDA Iskandar Kanit Resum Satreskrim Polres Pesawaran berhasil menangkap BAM (42).

"BAM merupakan warga Desa Sukaraja, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran," jelas Kapolres.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti berupa, satu unit handphone merk Oppo F7 warna hitam, diamankan di Polres Pesawaran guna penyelidikan lebih lanjut.

"Sebagai mana dijelaskan pasal 363 ayat (1) barang siapa mengambil kepunyaan orang lain, untuk dimiliki dengan cara melawan hukum, di ancam dengan ancaman pidana penjara empat tahun." Pungkasnya. | Yesi

Polsek Dente Teladas Tangkap Ayah Tiri Pencabul Anak Perempuannya 10 Tahun


Tulang Bawang -
Seorang pria berinisial SN (34), warga Kampung Gedung Meneng, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, ditangkap petugas dari Polsek Dente Teladas.

Pria yang kesehariannya berprofesi tani ini, ditangkap hari Senin (04/01/2021), pukul 01.00 WIB, tanpa perlawanan saat sedang berada di rumahnya di Kampung Gedung Meneng.

"Senin dini hari, petugas kami berhasil menangkap pelaku pencabulan terhadap korban yang merupakan seorang anak perempuan 10 tahun berinisial A, yang masih berstatus pelajar. Pelaku ini tidak lain adalah ayah tiri dari korban," ujar Kapolsek Dente Teladas AKP Rohmadi, SH, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Selasa (05/01/2021).

Kapolsek menjelaskan, terungkapnya aksi bejat ayah tirinya terhadap korban bermula saat korban mengeluh sakit perut, karena merasa curiga ibu korban lalu bertanya dan korban menjawab bahwa dirinya sudah dinodai oleh ayah tirinya, sehingga sang ibu naik pitam dan melapor ke Mapolsek Dente Teladas, hari Minggu (03/01/2021) siang.

Kejadian pencabulan terhadap korban ini menurut keterangan dari sang ibu terjadi pada bulan Desember 2020 (untuk hari dan tanggalnya korban lupa), pukul 16.05 WIB, yang mana saat itu korban hanya berdua saja dengan ayah tirinya di rumah.

Ayah tirinya ini menyuruh korban untuk segera mandi, tetapi korban menjawab nanti lah, sehingga membuat ayah tirinya ini marah dan memaksa korban untuk segera mandi sehingga korban langsung mandi.

"Usai mandi korban masuk ke dalam kamar untuk berganti baju, belum sempat memakai baju ayah tirinya tiba-tiba langsung masuk ke dalam kamar korban yang hanya ditutup dengan hordeng tanpa ada pintu. Ayah tiri ini langsung berbuat cabul dengan cara memegang alat kelamin korban sehingga korban kaget dan seketika ayah tirinya mendorong korban ke kasur, lalu menindih korban dan melakukan hubungan layakanya suami istri," jelas AKP Rohmadi.

Setelah melakukan aksi bejatnya, ayah tirinya ini selalu mengancam kepada korban jangan bilang sama mama dan bibik, sambil menunjuk-nunjuk kearah korban dengan menggunakan jarinya.

"Hasil pemeriksaan oleh petugas kami, terungkap bahwa aksi bejat ayah tirinya tersebut sudah terjadi sebanyak 5 kali, pada bulan Maret sebanyak 2 kali, Oktober sebanyak 1 kali dan Desember sebanyak 2 kali, semuanya ditahun 2020," tambah AKP Rohmadi.

Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolsek Dente Teladas dan dikenakan Pasal 81 ayat 3 Jo Pasal 76D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6,6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp. 6,6 Miliar. | Yesi