POLISI SELEBRITI

Lagi, Polsek Nimboran Dibakar, Seluruh Bangunan Ludes, Ini Para Pelakunya


Papua
 - Polsek Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua, dibakar massa pada Senin (2/8), sekitar pukul 13.00 WIT.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyebut pembakaran dilakukan keluarga korban penembakan yang identitasnya hingga kini belum diketahui.

Dia mengungkapkan kasus itu berawal dari laporan adanya aksi pemalangan sehingga anggota Polsek Nimboran mendatangi TKP.

Dikutip dari jpnn.com, Anggota kepolisian berupaya mengamankan pelaku pemalangan yang dalam keadaan mabuk akibat minuman beralkohol, namun melakukan perlawanan.

"Bahkan mereka menyerang dengan menggunakan linggis ke anggota polsek yang berupaya mengamankan mereka," kata Irjen Mathius Fakhiri di Jayapura, Senin.

Dia mengatakan, dari laporan yang diterima, terungkap Bripka PY berupaya memberikan tembakan peringatan, namun pelurunya mengenai korban, hingga langsung dievakuasi ke RS Youwari, Doyo.

Korban sempat dilaporkan meninggal, sehingga keluarga langsung menyerang dan melakukan pembakaran Mapolsek Nimboran.

Tidak ada korban jiwa dalam aksi tersebut, namun seluruh bangunan dilaporkan ludes terbakar.

"Selasa (3/8) saya menjadwalkan ke Polsek Nimboran," kata Fakhiri seraya mengaku belum mendapat identitas korban.

Diketahui, Polsek Nimboran berada di Distrik Genyem dan masuk di wilayah Polres Jayapura. | Pin

2 Pelaku Bajing Loncat Diberi Timah Panas Unit Ranmor


PALEMBANG –
Bajing loncat yang sering meresahkan pengendara mobil yang membawa barang dagangan yang melintas dikawasan pasar Jakabaring diringkus,anggota Opsnal Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang yang dipimpin Kasubnit Iptu Jhoni Palapa, Sabtu (31/7/2021) subuh.

Dikutip dari KRSumsel.com, Pelaku bernama Deni Saputra (36) warga Jalan Amin Mulya Kecamatan SU I Palembang, ditangkap saat akan menjualkan barang jarahan dari atas mobil di Pasar Induk Jakabaring Palembang.

Bersama dengan barang bukti (BB) 1 kantong besar Cabai dan 1 karung Bawang Putih hasil curian tersangka, langsung digelandang ke Mapolrestabes Palembang.

Tim Ranmor melakukan penangkapan setelah banyak menerima laporan para korban sopir, setelah melakukan penyelidikan langsung juga menangkap pelakunya. Lantaran berusaha melawan saat akan ditangkap, pelaku akhirnya diberikan tindakan tegas terukur ditembak di betisnya.

Hasil pengembangan, tersangka Deni merupakan residivis kasus Curas menjambret, dan dari informasinya Unit Ranmor melakukan pengembangan dan menangkap temannya yang bersama sama sering beraksi yakni tersangka Eriko (35) warga Kertapati Palembang. Sama karena melawan saat ditangkap diberikan tindakan tegas terukur ditembak pada betisnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Ranmor Iptu Irsan Ismail membenarkan sudah mengamankan pelaku bajing loncat dan jambret.

“Benar persis subuh kita berhasil amankan satu pelaku bajing loncat, aksi pelaku sudah viral sehingga kita lakukan penyelidikan dilapangan di daerah Jakabaring dekat Pasar Induk. Dan berhasil diamankan satu pelaku berikut sepeda motor yang digunakan saat beraksi, namun satu pelaku berhasil melarikan diri dan masih kita kejar,” jelas Kasat Reskrim.

Kompol Tri menambahkan setelah dilakukan interogasi kepada pelaku Deni ternyata pernah beraksi melakukan kejahatan lainnya. “Salah satu pelaku Keling diamankan karena pernah ikut terkait menjambret bersama pelaku Deni, ada beberapa laporan di Polsek nanti akan kita kembangkan sudah berapa kali mereka lakukan aksi kejahatan lainnya,” terangnya.

Untuk modus pelaku Deni sendiri sebagai bajing loncat bersama R (DPO) mereka berdua dengan mengendarai sepeda motor lalu memepet mobil incarannya. “Mereka berboncengan, nah yang didepan membawa motor inilah yang mengambil barang dari mobil truk ataupun pick up sedangkan pelaku dibonceng pegang kendali stir motor,” terang Tri.

Sementara, tersangka Deni mengakui perbuatannya mencuri cabai dan bawang dari atas mobil truk atau pick up yang akan dibawa ke pasar induk Jakabaring. “Hasil curian kami jual lagi di Pasar Induk Jakabaring itulah, 1 kantong cabai di jual Rp 50 ribu dan 1 karung bawang putih Rp 300 ribu,” kata residivis.

Lanjut Deni, saat beraksi dirinya sebagai orang yang di bonceng. “Saya yang dibonceng dan teman saya yang didepan ambil barang. “Saya lalu bergantian yang pegang kendali stang, sudah 4 kali beraksi di pasar induk “unkapanya. | red

Polisi Amankan 4 Orang Karena Membawa Senpi dan Obat-Obatan Saat Akan Berdemo


Bandung -
Anggota polisi dari Polrestabes Bandung mengamankan 4 orang yang kedapatan membawa senjata api, obat-obatan, hingga alat berupa besi yang hendak mengadakan Demonstrasi lagi di Balai kota Bandung Jum'at ( 23/7/2021).

Keempat orang tersebut diketahui akan mengikuti Demonstrasi lagi di Balai kota Bandung, dan kini keempat orang tersebut berstatus Terperiksa dan masih dilakukan pendalaman oleh polisi.

"Kita menangkap sekelompok orang, kita tangkap dan didapati sebanyak empat orang membawa senjata api (senpi) dan obat-obatan" kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya SIK MH didampingi Wakapolrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana Yusuf Marzuki di Mapolrestabes Bandung.

Ulung menjelaskan, temuan itu bermula ketika polisi melakukan patroli di seputar kota Bandung, sebab ada selebaran di media sosial yang berisikan ajakan dan provokasi untuk melakukan demo di balai kota.

Siapapun yang akan mendekati balai kota lalu dilakukan pemeriksaan, sehingga didapati keempat orang tersebut.

"Yang mendekati Pemkot Bandung kita lakukan pemeriksaan, dan didapati ada senjata api dan obat Tramadol seperti obat keras untuk menghilangkan rasa sakit" jelas Ulung Sampurna Jaya.

Temuan Obat-obatan akan diselidiki lebih lanjut oleh Satnarkoba Polrestabes Bandung, sementara itu Demo di balai kota tidak jadi di gelar.sehingga dipastikan kota Bandung dalam keadaan kondusif.

Dia pun menghimbau kepada masyarakat kota Bandung agar tidak terprovokasi oleh ajakan mengikuti demo yang mengangkat isu penolakan PPKM.

"Maka jangan terprovokasi oleh isu seolah menolak PPKM, padahal mereka hanya ingin merusak suasana di kota Bandung menjadi tidak kondusif" Pungkas Ulung.

Sebelumnya pasca demo yang dilakukan pada tanggal 21 Juli lalu, polisi mengamankan ratusan orang yang diindikasikan sebagai kelompok Anarkis, satu orang yang berinisial H dan masih dibawah umur ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa bom molotov. | red

Polres Bogor Berhasil Jaring Komplotan Debt Collector di Cileungsi

Ilustrasi.

Bogor - Polres Bogor menangkap dua komplotan mata elang (matel) yang kerap beroperasi di kawasan Cileungsi. Kapolres Bogor AKBP Harun mengungkapkan, komplotan ini menggunakan modus sebagai orang dari debt collector dari sebuah leasing lalu meminta korbannya menyerahkan sepeda motor.
"Mereka menggiring korbannya hingga ke dekat sebuah kantor leasing. Lalu korbannya diminta tanda tangan berita acara penarikan kendaraan di atas blanko kosong," kata Harun, Jumat (23/7).
Kata Harun, mereka mengincar mangsa yakni anak-anak remaja dan dirasa lemah dalam pengetahuan hukum. Pasalnya, penarikan kendaraan di jalan raya dilarang.
"Biasanya yang jadi incaran itu remaja. Setelah tanda tangan, motor kemudian dibawa oleh tersangka yang membuka empat orang. Modusnya biasa dipepet dulu terus diberhentikan," katanya.
Keempat tersangka yakni ST, DS, JHM dan TSM. Namun, salah tersangka, yakni ST hingga kini masih dalam pengejaran dan Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Setelah mendapatkan sepeda motor incaran, mereka menggadaikan kepada seseorang yang biasa disebut pak haji senilai Rp1,5 juta. Kemudian dibagi berempat," kata Harun.
Harun menjelaskan, satu pelaku lainnya dari komplotan yang berbeda, berinisial R pun berhasil diciduk polisi . 
"Awalnya dia menolak dan tidak mengkui perbuatannya. Tapi di atas rekaman CCTV saat pengambilan motor dan atribut yang dikenakan pelaku akhirnya kita amankan. Yang kedua ini, ada enam tersangka. Tapi lima masih DPO," jelas Harun.
Empat hal yang berhasil menguasai itu, kini dijerat dengan Pasal 368 KUHP yakni tindak perampasan, penipuan dan penggelapan dengan ancaman sembilan tahun penjara. | red
Sumber: merdeka.com

Oknum Guru Yang Sebar Video Hoax Kini Terancam Pidana 10 Tahun Penjara


Lampung -
Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung mengungkap kasus penyebaran video hoax dengan menangkap seorang oknum guru asal kota Metro Provinsi Lampung berinisial G bin NOK (51).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat konferensi pers menyampaikan, peristiwa ini bermula pada (15/7) pukul 22.00 WIB tim Subdit V Ditreskrimsus mengetahui postingan terkait adanya tindak pidana berita bohong yang di upload di media sosial Youtube dengan nama akun Guntoro TwentyOne berupa video yang diberi judul “Demo pedagang di pusat perbelanjaan” yang memberikan keterangan bahwa kejadian tersebut berada di wilayah pasar Metro Pusat, dan setelah tim siber Polda Lampung melakukan pengecekan bahwa berita tersebut tidak benar dan dapat dipastikan bahwa video tersebut adalah bohong atau hoax , kemudian tim melakukan penyelidikan dan mengamankan barang bukti berupa HP yang digunakan oleh pelaku.

Kemudian pada jumat (16/7), tim di pimpin oleh Ipda Romi Azhari mengamankan seorang terduga pelaku G bin NOK di rumahnya, setelah itu dilakukan penggeledahan dan di temukan satu unit HP warna hitam merk Redmi 9C yang digunakan oleh pelaku untuk mengupload video tersebut ke channel youtube “Guntoro TwentyOne” kemudian terduga pelaku dibawa ke Polda Lampung guna pemeriksaan lebih lanjut, kata Pandra, Jumat (23/7/2021).

Lanjut Pandra, motif tersangka G bin NOK ini mengupload video hoax berupa kerusuhan terkait PPKM Level 3 di pasar terminal Metro Pusat, agar masyarakat tertarik menonton video di akun youtube tersangka dengan tujuan
menambah subscriber dan viewers akun youtube milik tersangka.

Tim juga berhasil mengamankan satu akun youtube dengan nama Guntoro Twentyone, satu
unit handphone tersangka dengan merk redmi 9C warna hitam dengan imei 867304053333245 dan imei 867304053333242, satu buah GSM XL dengan nomor 0831-6412-2999, terang Pandra.

Tersangka ini kita persangkakan dengan pasal 14 ayat 1 dan 2 KUHPidana yang berbunyi barang siapa menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun, tutup Pandra. | red

Kesal Istrinya Digoda, Pria Ini Pukul Kepala Tetangga Pakai Martil

Ilustrasi.

Jawa Timur - 
Khoirudin (53), warga Dusun Cakul Kidul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, terpaksa berurusan dengan pihak berwajib lantaran telah melakukan penganiayaan terhadap tetangganya sendiri pada Rabu (19/05), sekira pukul 00:10 WIB dini hari.

Korban diketahui bernama Satriyo (48), yang rumahnya tak jauh dari kediaman pelaku. Peristiwa penganiayaan diduga dilatarbelakangi rasa kesal dan cemburu. Karena korban menggoda istri pelaku.

Kapolsek Mojowarno, AKP Yogas membenarkan peristiwa tersebut. Ia mendapat laporan dari pihak korban dan segera menindaklanjuti. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil diamankan di tempat kerjanya.

"Kami mendapat laporan dan segera melakukan penyelidikan. Tersangka kami amankan pada sore hari di tempat kerjanya," ungkapnya, Kamis (20/05/21).

Dari pemeriksaan, lanjut Yogas, tersangka mengaku dirinya tega menganiaya tetangganya sendiri dengan memukul kepala korban menggunakan palu karena cemburu istrinya digoda.

"Korban saat kejadian sedang tidur di teras rumahnya, kemudian didatangi tersangka dan langsung mukul beberapa kali mengenai kepala dan pundak ,dan langsung kabur," terangnya.

Atas peristiwa tersebut, korban menderita luka robek di kepala bagian kiri dan luka memar di pundak sebelah kiri sehingga harus mendapatkan perawatan di puskesmas setempat.

Sementara, selain mengamankan tersangka, polisi juga membawa barang bukti sebuah palu dengan gagang terbuat dari kayu dan berkepala besi yang dipakai menganiaya korban.

"Tersangka kita jerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman kurang lebih 5 tahun penjara," pungkas kapolsek. | red

Hmm... Suami Tidak Bisa Beri Kepuasan, Seorang Istri Selingkuh dengan Ketua RT


JAKARTA - Seorang ibu rumah tangga selingkuh dengan Ketua RT karena suaminya tak bisa memberi kepuasan. Perkara ini sudah divonis oleh Pengadilan tingkat pertama dan berkas putusannya sudah dapat diunduh secara bebas di website Mahkamah Agung.

Terpidana dalam kasus perselingkuhan ini adalah seorang pria berinisial SN. Sedangkan selingkuhannya adalah seorang wanita yang inisialnya disamarkan. Dalam berita ini kita sebut saja YY. Di lingkungan tempat tinggalnya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, SN merupakan ketua RT setempat.

SN diketahui sudah memiliki istri sah yang dinikahi tahun 2003. Begitu juga YY yang sudah punya suami sah, mereka menikah tahun 2005. SN dan YY pun diketahui sudah sama-sama memiliki anak.

Lantaran tinggal di komplek yang sama SN kemudian mengenal suami YY dan YY. Hubungan SN dan YY semakin dekat lantaran mereka pernah jadi panitia pernikahan anak ketua RW pada tahun 2017.

Sejak itu keduanya sering berkomunikasi melalui akun facebook. Dalam hubungan itu, SN sering memuji YY. Hubungan mereka berlanjut dan YY sering menceritakan kondisi rumah tangganya yang kurang harmonis. Sekitar September 2017, SN dan YY jalan-jalan di sebuah wilayah di bagian timur Kabupaten Bogor.

Dalam bagian fakta-fakta hukum di surat keputusan hakim, saat itulah YY memberitahu bahwa suaminya jarang memberikan kepuasan saat berhubungan intim.

SN terpancing dengan cerita YY dan akhirnya berhubungan intim dengan YY di dalam mobil. Setelah hari itu, SN dan YY melakukan sederet hubungan intim lainnya. Bahkan, SN menghitung dirinya kemudian melakukan hubungan intim sebanyak 14 kali dengan YY.

Perselingkuhan itu akhirnya terbongkar pada bulan Juli 2020. Saat itu suami YY melihat YY dan SN keluar dari salon milik YY dan suami YY lekas curiga.

Salon milik YY diketahui berada di komplek di mana mereka tinggal. Akibat hal tersebut, terjadilah keributan antara SN dan YY. 

Dari situlah YY dan SN sama-sama mengakui perselingkuhan tersebut. Lantaran SN merupakan anggota TNI, suami YY pun melaporkan perbuatan SN ke pihak yang berwenang. Perkara itu pun kemudian sampai kepada sidang militer.

Hakim Pengadilan Militer kemudian memutuskan SN terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukantindak pidana “Turut serta melakukan zina”.

Majelis hakim lalu memidana SN dengan pidana penjara selama 4 bulan dan 20 hari. Selain itu, SN juga dipecat dari dinas militer. | Je