Kesal Istrinya Digoda, Pria Ini Pukul Kepala Tetangga Pakai Martil

Ilustrasi.

Jawa Timur - 
Khoirudin (53), warga Dusun Cakul Kidul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, terpaksa berurusan dengan pihak berwajib lantaran telah melakukan penganiayaan terhadap tetangganya sendiri pada Rabu (19/05), sekira pukul 00:10 WIB dini hari.

Korban diketahui bernama Satriyo (48), yang rumahnya tak jauh dari kediaman pelaku. Peristiwa penganiayaan diduga dilatarbelakangi rasa kesal dan cemburu. Karena korban menggoda istri pelaku.

Kapolsek Mojowarno, AKP Yogas membenarkan peristiwa tersebut. Ia mendapat laporan dari pihak korban dan segera menindaklanjuti. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil diamankan di tempat kerjanya.

"Kami mendapat laporan dan segera melakukan penyelidikan. Tersangka kami amankan pada sore hari di tempat kerjanya," ungkapnya, Kamis (20/05/21).

Dari pemeriksaan, lanjut Yogas, tersangka mengaku dirinya tega menganiaya tetangganya sendiri dengan memukul kepala korban menggunakan palu karena cemburu istrinya digoda.

"Korban saat kejadian sedang tidur di teras rumahnya, kemudian didatangi tersangka dan langsung mukul beberapa kali mengenai kepala dan pundak ,dan langsung kabur," terangnya.

Atas peristiwa tersebut, korban menderita luka robek di kepala bagian kiri dan luka memar di pundak sebelah kiri sehingga harus mendapatkan perawatan di puskesmas setempat.

Sementara, selain mengamankan tersangka, polisi juga membawa barang bukti sebuah palu dengan gagang terbuat dari kayu dan berkepala besi yang dipakai menganiaya korban.

"Tersangka kita jerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman kurang lebih 5 tahun penjara," pungkas kapolsek. | red

Hmm... Suami Tidak Bisa Beri Kepuasan, Seorang Istri Selingkuh dengan Ketua RT


JAKARTA - Seorang ibu rumah tangga selingkuh dengan Ketua RT karena suaminya tak bisa memberi kepuasan. Perkara ini sudah divonis oleh Pengadilan tingkat pertama dan berkas putusannya sudah dapat diunduh secara bebas di website Mahkamah Agung.

Terpidana dalam kasus perselingkuhan ini adalah seorang pria berinisial SN. Sedangkan selingkuhannya adalah seorang wanita yang inisialnya disamarkan. Dalam berita ini kita sebut saja YY. Di lingkungan tempat tinggalnya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, SN merupakan ketua RT setempat.

SN diketahui sudah memiliki istri sah yang dinikahi tahun 2003. Begitu juga YY yang sudah punya suami sah, mereka menikah tahun 2005. SN dan YY pun diketahui sudah sama-sama memiliki anak.

Lantaran tinggal di komplek yang sama SN kemudian mengenal suami YY dan YY. Hubungan SN dan YY semakin dekat lantaran mereka pernah jadi panitia pernikahan anak ketua RW pada tahun 2017.

Sejak itu keduanya sering berkomunikasi melalui akun facebook. Dalam hubungan itu, SN sering memuji YY. Hubungan mereka berlanjut dan YY sering menceritakan kondisi rumah tangganya yang kurang harmonis. Sekitar September 2017, SN dan YY jalan-jalan di sebuah wilayah di bagian timur Kabupaten Bogor.

Dalam bagian fakta-fakta hukum di surat keputusan hakim, saat itulah YY memberitahu bahwa suaminya jarang memberikan kepuasan saat berhubungan intim.

SN terpancing dengan cerita YY dan akhirnya berhubungan intim dengan YY di dalam mobil. Setelah hari itu, SN dan YY melakukan sederet hubungan intim lainnya. Bahkan, SN menghitung dirinya kemudian melakukan hubungan intim sebanyak 14 kali dengan YY.

Perselingkuhan itu akhirnya terbongkar pada bulan Juli 2020. Saat itu suami YY melihat YY dan SN keluar dari salon milik YY dan suami YY lekas curiga.

Salon milik YY diketahui berada di komplek di mana mereka tinggal. Akibat hal tersebut, terjadilah keributan antara SN dan YY. 

Dari situlah YY dan SN sama-sama mengakui perselingkuhan tersebut. Lantaran SN merupakan anggota TNI, suami YY pun melaporkan perbuatan SN ke pihak yang berwenang. Perkara itu pun kemudian sampai kepada sidang militer.

Hakim Pengadilan Militer kemudian memutuskan SN terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukantindak pidana “Turut serta melakukan zina”.

Majelis hakim lalu memidana SN dengan pidana penjara selama 4 bulan dan 20 hari. Selain itu, SN juga dipecat dari dinas militer. | Je

Akibat Cekcok Mulut, SPG Susu ini Dianiaya Kekasihnya Hingga Kritis

Ilustrasi.

Jambi
| Seorang Sales Promotion Girl (SPG) Susu, Yohana (24), di Kota Jambi menjadi korban penganiayaan pria yang diduga pacarnya sendiri.

Akibat penganiyaan oleh pelaku tersebut, SPG Susu itu kritis lantaran mendapatkan delapan luka tusuk. Kasus ini terjadi didepan sebuah mall Jalan Pattimura, Kota Jambi, Rabu (12/5/2021) siang.

Pelaku bernama Okta (28) menusuk korban berkali-kali hingga kritis dan dirawat di Rumah Sakit Mayang Medical Center.

Informasi yang diperoleh media ini, aksi brutal seorang pria kepada perempuan muda itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Korban sedang berjalan kaki menuju mall tempat ia bekerja.

Ia dihampiri seorang pria bernama Okta yang merupakan warga Kota Palembang, pacar korban.

Sembari menunggu jam kerja dimulai, mereka berbincang di depan pangkalan ojek, di depan mall itu. Mereka cekcok mulut di sana.

Yohana sempat mencoba melarikan diri dari Okta dan menghindari pertengkaran itu. Nahas, SPG Susu mudah dikejar pacarnya itu.

Ketika sudah menangkap Yohana, pelaku membabi buta menikam menggunakan sebilah pisau.

Korban akhirnya tidak berdaya. Ia mendapat 8 tusukan, dibagian lengan, punggung dan kepala hingga mengalami pendarahan yang cukup serius.

Aksi tersebut akhirnya dihentikan. Pelaku langsung ditangkap petugas kepolisian yang berjaga di Pos PAM Operasi Ketupat yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Korban alami luka tusuk hingga 8 kali, dan dilarikan ke Rumah Sakit MMC," kata Aipda Hariyanto, Personel Polresta Jambi, yang turut mengamankan pelaku, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan seluler, Kamis (13/5/2021) pagi.

Dia mengatakan, diduga pelakunya adalah pacar dari korban. Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Kotabaru guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. | red

Duda di Jogja Gelapkan Uang 70 Juta Demi Kencan dengan Wanita Panggilan


Yogyakarta -
 Duda, berinisial SYN (36) nekat membawa kabur uang Rp70 juta hasil penjualan mobil milik Zulfan Aryo (40), warga Jambi, yang baru dikenalnya di Yogyakarta. Uang itu sebagian digunakan untuk bersenang-senang dengan wanita. Warga Malang, Jawa Timur, itu pun sekarang harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Mantrijeron, Yogyakarta.

Kanit Reskrim Polsek Mantrijeron, Iptu Heri Subagya mengatakan peristiwa itu, berawal saat SYN yang menginap di penginapan Jalan Mangkuyudan, Mantrijeron, Yogyakarta berkenalan dengan Zulfan Aryo yang kos di sekitar penginapan itu. SYN kepada korban mengaku bekerja di sebuah les musik.

Kamis (22/4/2021) saat nongkrong di lobi penginapan, korban bercerita kepada SYN akan menjual mobil Grand Livina B 1676 KR. Jika SYN bisa menjualkan nanti akan mendapatkan fee. Oleh SYN, mobil itu lalu diiklannya melalui situs jual beli online.

Jumat (23/4/2021) 16.30 WIB ada yang mau membeli mobil tersebut. Setelah ada kesepakatan harga Rp95 juta. Korban dan SYN lalu mengantar mobil ke daerah Godean, Sleman. Pembeli selanjutnya menyerahkan uang tunai Rp70 juta kepada SYN. Setelah menerima uang SYN kembali ke penginapan sedangkan korban ke kosnya.

Sampai di kosannya korban menghubungi SYN melalui hanpdhonenya, namun tidak bisa dihubungi. Karena tidak ada respon, korban kemudian mengecek ke penginapan SYN, ternyata kamarnya kosong. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Mantrijeron.

Petugas menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan. Di antaranya dengan meminta keterangan pelaku dan memerika CCTV serta mengumpulkan data pendukung lainnya. Dari informasi tersebut berhasil mengindentifikasikan keberadaan SYN di daerah Solo, menangkap serta membawanya ke Mapolsek Mantrijeron. Baca: Kejam, Ibu Bunuh Anak Kandung Dibantu Selingkuhan.

“SYN kami tangkap di sebuah penginapan daerah Solo, Minggu (25/4/2021) pagi bersama barang bukti uang Rp10 juta,” kata Hery Subagya, Kamis (29/4/2021).

SYN sendiri merupakan pengangguran dan statusnya dua. Namun kepada korban mengaku bekerja di les musik. SYN dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 373 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun kurungan penjara.

SYN dihadapan petugas mengatakan uang Rp70 juta tersebut, sudah dipakai Rp10 juta, sehingga tinggal Rp 60 juta. Uang itu digunakan untuk sewa hotel, karaoke dan dua kali memanggil wanita bayaran. | red

Tekab 308 Polres Lampung Timur Berhasil Bekuk Tersangka Penusukan yang Viral di Media Sosial

 

Ilustrasi.

Lampung -
Dua orang tersangka buronan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) di Kabupaten Lampung Timur, berhasil dibekuk Pihak Kepolisian diwilayah hukum Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan, S.IK didampingi Kasat Reskrim AKP Faria Arista, pada Selasa (13/4), menyampaikan bahwa inisial para tersangka adalah TM (17) dan TA (17) warga Kabupaten Pesawaran.

Ke 2 tersangka sempat viral di media sosial, karena diduga nekat melakukan aksi Pencurian Dengan Kekerasan terhadap Indra Fauzi (24) warga Kabupaten Brebes, pada 13 Maret 2021 lalu.

Peristiwa diduga berawal saat korban yang sedang dalam perjalanan di kawasan Desa Peniangan, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, secara tiba-tiba, ditusuk bagian tangan, perut dan bagian pahanya, menggunakan senjata tajam jenis pisau, oleh para tersangka.

Ke 2 tersangka kemudian mengambil paksa telepon genggam, dan tas yang berisi dompet serta kartu ATM, sehingga korban mengalami kerugian mencapai 5 juta rupiah.

Petugas Kepolisian Satuan Reskrim Polres Lampung Timur, yang melakukan proses penyelidikan, akhirnya berhasil mengidentifikasi sekaligus membekuk tersangka, yang bersembunyi dikawasan Kota Bekasi, berikut barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis pisau, yang diduga digunakan untuk melakukan aksi kejahatannya. | yns

Bejat, Suami Minta Istri Layani Seks Bertiga

Ilustrasi.


Mojokerto | Aksi bejat dilakukan seorang suami yang tega menjual istrinya demi memperoleh uang Rp 1,5 juta.

Tersangka FN (38) warga Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang ini menawarkan istrinya sendiri RA (35) untuk bercinta dengan pria hidung belang.

Dirinya mengaku memasarkan istrinya dan mengenalkannya ke sejumlah pria hidung belang untuk layanan seks bertiga melalui akun media sosial Twitter.

Setelah memperoleh calon pelanggan, tersangka terlebih dahulu menyeleksinya kemudian menunjukkan pada istrinya.

Jika sudah sepakat maka akan dilakukan transaksi layanan seks di sebuah hotel di Kota Mojokerto.

Tersangka menawarkan jasa layanan esek-esek bersama pasutri yang bertarif kencan short time Rp.1,5 juta selama satu jam.

"Ya sepakat sama istri juga mau melakukannya," ucap tersangka FN di Polres Mojokerto Kota, Jumat (9/4/2021).

Tersangka FN mengatakan punya inisiatif menjual istrinya karena membutuhkan uang.

Apalagi, ia tidak punya penghasilan. Setelah mengalami PHK dari pekerjaannya disebuah pabrik.

Dia ketagihan kembali melakukan perbuatannya menjajahkan istrinya ke pria hidung belang.

Sudah Melakukan Tiga Kali Transaksi

Informasi yang dihimpun Lampung7com, sampai tiga kali transaksi layanan seks di hotel bintang tiga Kota Mojokerto dilakukan.

Dia berdalih memilih jalur pintas untuk mendapatkan uang dalam jumlah banyak dengan cara instan karena terdesak kebutuhan ekonomi dan untuk membayar utang.

"Ada utang Rp 5 juta kalau memasarkan itu lewat Twitter ya saya tidak memaksa karena sepakat sama istri, tarifnya Rp.1,5 juta satu jam dan sudah melakukan tiga kali," terangnya.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Deddy Supriadi menjelaskan tersangka FN yang menjual istrinya digerebek bersama pria hidung belang saat melakukan transaksi seks di hotel bintang tiga, pusat Kota Mojokerto, pada Jumat 19 Maret 2021 kemarin.

"Pengakuan tersangka FN sudah melakukan tiga kali menjajahkan istrinya dengan imbalan uang Rp.1,5 juta," jelasnya.

Deddy menyebut hasil transaksi layanan seks Pasutri itu dipakai tersangka untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan sebagian membayar utang Rp.5 juta.

"Modus tersangka menjual istrinya ke pria lain untuk berhubungan layaknya suami istri melalui media sosial Twitter dan dilanjutkan berkomunikasi via WhatsApp,"

Hasil penggeledahan di lokasi kejadian ditemukan sejumlah barang bukti di antaranya, sprei kasur, sarung bantal, handuk besar dan handuk kecil warna putih, uang pecahan Rp.100 ribu senilai Rp 1 juta. Kemudian, dompet warna biru dongker, KTP atas nama istri, tas kecil warna hitam, dan bungkus kapsul obat kuat merk X-Tra Fit.

"Jadi tersangka beralasan melakukan perbuatan itu karena bingung tidak punya uang untuk memberi nafkah keluarga setelah di PHK dan terjerat utang Rp.5 juta," bebernya.

Tersangka FN dijerat pasal berlapis terkait keikutsertaan dia mendapatkan keuntungan dari perdagangan manusia yakni Pasal 2 ayat (1) UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Kemudian, Pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP ancaman hukuman penjara satu tahun empat bulan.

"Tersangka beserta barang bukti yang disita dari di salah satu kamar hotel kini diamankan di Polres Mojokerto Kota," tandas Deddy. | red

Hendro Sugiatno: "Bila perlu lumpuhkan dengan senjata, saya yang bertanggungjawab"


 LAMPUNG | Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno menyampaikan instruksi tegas kepada para anak buahnya. Dia memerintahkan anggota Polri jajarannya untuk menindak tegas pelaku kasus begal.

Pernyataan tersebut dikatakan Kapolda Lampung saat melakukan kunjungan kerja di Polres Kota Metro, Lampung, Rabu (17/3/2021).

Irjen Hendro mengatakan, dirinya siap bertanggung jawab penuh terhadap anggotanya yang menindak tegas pelaku kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal bila mengancam keselamatan anggota dan masyarakat.

"Bagi pelaku curanmor, curas, begal harus ditindak tegas. Bila perlu lumpuhkan dengan senjata jika mengancam keselamatan, saya bertanggung jawab penuh untuk itu," ujar Hendro. Hendro juga menginstruksikan Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berhasil menaklukkan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan begal.

"Jika ada masyarakat yang berhasil menggagalkan tindak kejahatan, beri apresiasi dan penghargaan, begitu juga anggota kepolisian," katanya pula. Hendro menambahkan, dirinya berpesan kepada anggota agar dapat menggunakan senjata sebijak mungkin untuk keselamatan masyarakat.

"Saya tekankan, gunakanlah senjata yang diberikan kepada anggota, pergunakanlah sebaik mungkin untuk keamanan dan keselamatan masyarakat," pungkas Kapolda Lampung | Je