Polda Banten Berhasil Menciduk 10 Orang Anggota Geng Motor Bersenjata




 Banten | Polisi menyelidiki video puluhan pemuda yang mengacungkan senjata tajam (Sajam) dan memblokade perempatan Ciceri, Kota Serang.

Hingga kini baru 10 pemuda yang diamankan pihak kepolisian dari puluhan pemuda yang ada di video tersebut. Ke 10 pemuda tersebut berinisial E, K, MR, A, AA, I, D, F, A dan N.

"Berhasil mengamankan 10 orang kelompok geng motor. (peristiwa awal) Sekitar dua bulan lalu, menurut keterangan yang sudah kita amankan, mereka akan melakukan aksi balas dendam, karena ada anggota kelompoknya, yaitu kelompok Kemang, yang akan dianiaya atau dibacok," kata Dirkrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny.

Sonny mengatakan video yang viral mengacungkan senjata tajam itu merupakan aksi terakhir setelah mencari anggota geng motor yang mengancam rekannya.

"Merespons dari kejadian tersebut, mereka merencanakan balas dendam, hasil komunikasi melalui medsos, ada group medsos, namanya All Star. Kemudian mereka berjanji berkumpul di wilayah Kemang, pukul 01.00 WIB, kemudian bergerak ke SMP 16, sudah bertemu dengan gabungan dari beberapa geng motor, jadi ada lima geng motor bergabung," ujarnya.

Sonny mengatakan pihaknya sudah mengantongi 26 identitas pemuda lainnya yang ikut dalam aksi tersebut.

"Sementara yang kita amankan 10 orang. Yang diduga sebagai mengajak atau menghasut, ada satu orang atas inisial A. Saat ini masih kita buru, yang sudah terindentifikasi ada 36 orang, tersisa 26 orang lagi. Akan terus berkembang lagi. Karena berdasarkan keterangan sekitar 100 orang," ujarnya.

Akibat perbuatannya, mereka pasal 160 KUHP, juncto pasal 11 ayat 1 huruf A, juncto pasal 26, Perda nomor 1 tahun 2021, termasuk undang undang darurat 1251, karena tidak semuanya membawa sajam. | Miranti

Tekab 308 Way Kanan Amankan 4 Pria Yang Diduga Pelaku Curat

Way Kanan | Tim TEKAB 308 Satreskrim Polres Way Kanan berhasil mengamankan diduga pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) di KM 07 Blambangan Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Kamis (28/1/2021)

Para tersangka tersebut masing-masing berinisial ZM (40) warga kampung taman sari 2 Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, RD (39) warga Talang Suki, Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan, KR (16) dan AS warga kampung Sidoarjo, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan.

Kasat Reskrim Polres Way Kanan Iptu Des Herison, SIP., MH., mewakili Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung menjelaskan, terjadinya Curat pada hari Sabtu tanggal 23 Januari 2021 sekitar pukul 03.00 WIB di rumah korban di KM 07 Kelurahan Blambangan Umpu.

Kronologis kejadian saat itu sekitar pukul 03.00 WIB, korban atas nama Jeni ( 39) dibangunkan oleh Istrinya, dan mengatakan bahwa uang yang ada di dalam laci warung tidak ada, kemudian korban mengecek isi warung dan melihat dagangannya berupa rokok berjumlah 5 slop, beras 15 kg sudah tidak ada, dan tidak hanya itu pelaku juga mengambil handphone merk Oppo A5S milik korban.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 3,5 juta, dan korban langsung melaporkan kejadian curat tersebut ke Polres Way Kanan.

Adapun kronologis penangkapan bermula dari informasi masyarakat pada hari Senin tanggal 25 Januari 2021 sekitar pukul 16.00 WIB, bahwa tersangka berada di rumahnya di kampung Taman Sari 2, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Team Tekab 308 Polres Way Kanan yang mendapatkan informasi tersebut langsung melakukan penyelidikan, kemudian sekitar pukul 16.00 WIB Team TEKAB 308 Reskrim Polres way Kanan berhasil melakukan penangkapan dan mengamankan tersangka inisial ZM tanpa adanya perlawanan.

Berdasarkan hasil pengembangan, ternyata ZM tidak sendirian dalam melakukan curat, lalu petugas kembali melakukan penyelidikan pada hari Selasa (26/1/2021) sekitar pukul 03,40 WIB, petugas mendapatkan informasi bahwa tersangka sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di kampung Sidoarjo kecamatan Umpu.

Dan sekitar pukul 04.00 Team TEKAB 308 berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka, dan saat di lakukan penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan.

Kini keempat tersangka berikut barang bukti satu unit handphone merk Oppo A5S, 8 bungkus rokok berbagai merk, tiga karung beras merk AN berjumlah 15 kg, senjata tajam (sajam) dan satu unit sepeda motor tanpa plat nomor polisi, dibawa ke Mapolres Way Kanan guna penyidikan lebih lanjut.

"Atas perbuatannya pelaku melanggar Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara," pungkas Herison. | red

Bertindak KDRT, Pria Asal Sidomulyo ini di Garuk Polisi

Lampung Selatan | Polsek Sidomulyo Polres Lampung Selatan berhasil mengamankan satu orang tersangka pelaku Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT).

Pelaku Nurhidayat (44) bekerja sebagai buruh beralamat di Dusun ll RT 001 RW 002 Desa Sidoharjo kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan.

Mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Zaky Alkazar Nasution, Kapolsek Sidomulyo Iptu Hengky Darmawan menjelaskan, sekitar pukul 08.00 WIB pada hari Selasa ( 12/1/2021) telah terjadi tindak pidana KDRT yang di lakukan Nurhidayat (44) terhadap istrinya Sunarmi (35). dengan Tempat Kejadian Perkara ( TKP) di rumah pelaku.

"Pelaku menusuk korban pada lengan bagian kanan, lengan kiri dan pada bagian bawah ketiak sebelah kiri dengan menggunakan senjata tajam jenis keris. Tak berhenti hanya pada korban, pelaku juga melakukan penganiayaan terhadap anak korban SNA (12) dengan melukai telapak tangan bagian kiri menggunakan keris," ujar Iptu Hengky Kamis (14/1/2021).

Akibat kejadian tersebut korban Sunarmi mengalami luka-luka dan di bawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan medis. kemudian paman korban Suwandi (55) melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sidomulyo untuk ditindaklanjuti.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi langsung melakukan penahanan terhadap tersangka Nurhidayat (44) dan langsung dibawa ke Mapolsek Sidomulyo untuk penyidikan lebih lanjut.

Di samping tersangka polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis keris bergagang kayu warna coklat guna penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.

"Tersangka di jerat pasal  44 ayat 1 nomor 23 undang-undang tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ancaman kurungan minimal 6 tahun." Pungkas Iptu Hengky. | yesi

Polsek Tegineneng Berhasil Mengungkap Kasus Pencurian Dengan Kekerasan



Pesawaran |
Unit Reskrim Polsek Tegineneng Polres Pesawaran berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Tegineneng, Polres Pesawaran pada Kamis (14/1/2021) Pukul 11.00 WIB.

Operasi penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tegineneng AKP Abdul Roni dan Kanit Reskrim Polsek Tegineneng beserta beberapa anggota Polsek Tegineneng.

Adapun pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang berhasil diamankan adalah Septian bin Aldani alias Asep (29) tahun yang beralamat di Dusun Induk RT. 001, RW. 002, Desa Kejadian, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.

Sedangkan yang menjadi korban dari peristiwa itu adalah I Putu Andi Supriawan (18) tahun yang merupakan warga Desa Tugu Mulyo, kecamatan Lumpuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan.

Kejadian pencurian dengan kekerasan tersebut bermula pada hari Jum'at  (1/1/2021) sekitar pukul 17,30 WIB di jalan lintas Sumatera Desa, Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, saat Septian alias Asep bersama seorang rekannya dengan mengendarai sepeda motor merk Honda Beat, menghampiri korban yang tengah beristirahat menunggu rekannya yang sedang mengisi BBM di SPBU di jalan lintas Sumatera Desa Bumi Agung.

Kemudian salah satu pelaku turun dari motor yang dikendarainya dan menanyakan darimana mau kemana, dan dijawab oleh korban dari Palembang mau ke Bandarlampung, setelah itu pelaku mengambil paksa tas pinggang milik korban warna hitam, yang berisikan satu bungkus rokok merk Camel, 1 unit handphone Realme warna merah dan headset warna putih sambil menodongkan pisau.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 900.000 dan melaporkan peristiwa tersebut kepada Polsek Tegineneng untuk ditindaklanjuti.

Saat ini pelaku berikut barang bukti satu tas pinggang warna hitam, satu bilah pisau bergagang kayu, satu unit handphone merk Realme warna merah telah diamankan di Polsek Tegineneng untuk penyidikan lebih lanjut. | Yesi

Pembobol Kantor Bawaslu Pesawaran di Tangkap Polisi


Pesawaran |
Kantor Badan pengawas pemilu (Bawaslu) di Desa Wiyono, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran dibobol pencuri pada Sabtu (4/7/2020) yang lalu.

Saat itu barang elektronik milik korban yang sedang melaksanakan tugas piket di kantor Bawaslu raib, korban pencurian itu adalah AAR (30), LST (28) dan PUL (49).

Menurut keterangan korban LST kejadian pencurian tersebut, "Dimana selesai melaksanakan piket, kami pergi untuk istirahat dan tidur di ruangan kordif," ujar LST Kamis (7/1/21).

Sekitar pukul 04.30 WIB, AAR dibangunkan oleh rekannya LST karena melihat laptop dan HP milik pribadi LST telah raib.

"Kemudian AAR saat itu langsung mengecek barang miliknya yang ada di dalam tas, berupa dua unit handphone merk Oppo F7, dan Samsung Flip beserta dompet pun hilang," jelasnya.

"Sadar telah terjadi pencurian dengan melihat pintu ruang belakang telah terbuka, korban langsung melapor ke Polres Pesawaran guna ditindaklanjuti," tambahnya.

Polisi pun berhasil mengungkap dan menangkap terduga pembobol kantor Bawaslu tersebut dengan inisial BAM (42).

Sementara Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo menjelaskan, pada hari Rabu (6/1/2021) sekitar pukul 20.00 WIB, berdasarkan bukti yang cukup, Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Pesawaran yang di pimpin IPDA Iskandar Kanit Resum Satreskrim Polres Pesawaran berhasil menangkap BAM (42).

"BAM merupakan warga Desa Sukaraja, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran," jelas Kapolres.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti berupa, satu unit handphone merk Oppo F7 warna hitam, diamankan di Polres Pesawaran guna penyelidikan lebih lanjut.

"Sebagai mana dijelaskan pasal 363 ayat (1) barang siapa mengambil kepunyaan orang lain, untuk dimiliki dengan cara melawan hukum, di ancam dengan ancaman pidana penjara empat tahun." Pungkasnya. | Yesi

Polsek Dente Teladas Tangkap Ayah Tiri Pencabul Anak Perempuannya 10 Tahun


Tulang Bawang -
Seorang pria berinisial SN (34), warga Kampung Gedung Meneng, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, ditangkap petugas dari Polsek Dente Teladas.

Pria yang kesehariannya berprofesi tani ini, ditangkap hari Senin (04/01/2021), pukul 01.00 WIB, tanpa perlawanan saat sedang berada di rumahnya di Kampung Gedung Meneng.

"Senin dini hari, petugas kami berhasil menangkap pelaku pencabulan terhadap korban yang merupakan seorang anak perempuan 10 tahun berinisial A, yang masih berstatus pelajar. Pelaku ini tidak lain adalah ayah tiri dari korban," ujar Kapolsek Dente Teladas AKP Rohmadi, SH, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Selasa (05/01/2021).

Kapolsek menjelaskan, terungkapnya aksi bejat ayah tirinya terhadap korban bermula saat korban mengeluh sakit perut, karena merasa curiga ibu korban lalu bertanya dan korban menjawab bahwa dirinya sudah dinodai oleh ayah tirinya, sehingga sang ibu naik pitam dan melapor ke Mapolsek Dente Teladas, hari Minggu (03/01/2021) siang.

Kejadian pencabulan terhadap korban ini menurut keterangan dari sang ibu terjadi pada bulan Desember 2020 (untuk hari dan tanggalnya korban lupa), pukul 16.05 WIB, yang mana saat itu korban hanya berdua saja dengan ayah tirinya di rumah.

Ayah tirinya ini menyuruh korban untuk segera mandi, tetapi korban menjawab nanti lah, sehingga membuat ayah tirinya ini marah dan memaksa korban untuk segera mandi sehingga korban langsung mandi.

"Usai mandi korban masuk ke dalam kamar untuk berganti baju, belum sempat memakai baju ayah tirinya tiba-tiba langsung masuk ke dalam kamar korban yang hanya ditutup dengan hordeng tanpa ada pintu. Ayah tiri ini langsung berbuat cabul dengan cara memegang alat kelamin korban sehingga korban kaget dan seketika ayah tirinya mendorong korban ke kasur, lalu menindih korban dan melakukan hubungan layakanya suami istri," jelas AKP Rohmadi.

Setelah melakukan aksi bejatnya, ayah tirinya ini selalu mengancam kepada korban jangan bilang sama mama dan bibik, sambil menunjuk-nunjuk kearah korban dengan menggunakan jarinya.

"Hasil pemeriksaan oleh petugas kami, terungkap bahwa aksi bejat ayah tirinya tersebut sudah terjadi sebanyak 5 kali, pada bulan Maret sebanyak 2 kali, Oktober sebanyak 1 kali dan Desember sebanyak 2 kali, semuanya ditahun 2020," tambah AKP Rohmadi.

Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolsek Dente Teladas dan dikenakan Pasal 81 ayat 3 Jo Pasal 76D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6,6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp. 6,6 Miliar. | Yesi

Kabaharkam Polri Ungkap Temuan Bahan Peledak 16.375 Ton


Surabaya
| Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol. Agus Adrianto didampingi Kakorpolairud Baharkam Polri, Kapolda Jawa Timur, Dirpolair Kakorpolairud Baharkam Polri, dan Kasubdit Intel Korpolairud Baharkam Polri pimpin kegiatan Press Rilis pengungkapan tindak pidana bahan peledak rakitan 16,375 ton bom ikan, bertempat di Mako Dit. Polairud, Polda Jawa Timur. Senin 28/12/2020.

Dalam kasus ini, tim gabungan dari Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri (Tim Satgas Gakkum, Tim Opsnal Subdit Intelair, Tim Kapal Patroli KP Balam-40217, Tim Kapal Patroli KP Eider-3003) bersama dengan Polres Bangkalan dan Ditpolairud Polda Jawa Timur berhasil menindak dan mengungkap kasus perakitan bom ikan yang TKP-nya berada di wilayah Bangkalan Madura.

Dari penindakan tersebut, petugas mengamankan seorang laki-laki sebagai tersangka berinisial MB 43 tahun dan barang bukti berupa bahan baku dan peralatan untuk merakit Bom ikan termasuk 0,28 gram narkotika jenis sabu-sabu yang dikonsumsi tersangka untuk menambah stamina.

"Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Satgas Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri terhadap tersangka diketahui bahwa potasium clhorate sebagai bahan baku bom ikan dengan jenis (KCL03) sebanyak kurang lebih 2.400 kg adalah merupakan pesanan seseorang yang beralamat di daerah Makassar Sulawesi Selatan, potasium chlorate tersebut dijual tersangka dengan harga Rp. 35.000/kg. Adapun sumbu detonator di jual terpisah dengan harga Rp. 20.000/pcs," ungkap Komjen Pol. Agus Adrianto.

Lebih jauh Kabaharkam Polri mengatakan, tersangka MB telah menjalani bisnis jual beli potasium chlorate sebagai bahan baku bom ikan dengan jenis potasium chlorate (KCL03) selama dua tahun sejak tahun 2018 yang lalu. Tersangka MB merakit sendiri Bom ikan dirumahnya dengan menggunakan botol air mineral dengan diisi potasium chlorate yang dicampur belerang dan arang, sedangkan untuk pembakarannya botol air mineral yang sudah diisi potasium chlorate diberi sumbu/detonator, selanjutnya sumbu/detonator tersebut di bakar dan menghasilkan ledakan.

"Dari pengungkapan kasus tersebut setidaknya kita telah menyelamatkan laut Indonesia dari bahaya Bom ikan, yang mana dapat merusak terumbu karang dan species ikan maupun biota laut lainnya. karena apabila satu buah Bom ikan di ledakan, memiliki daya ledak radius 50 meter persegi, sehingga dari total keseluruhan barang bukti, daya ledak yang di timbulkan dapat mengakibatkan kerusakan seluas 350 hektar," ungkapnya lagi.

Komjen Pol. Agus Adrianto juga menyampaikan harapannya kepada awak media agar bisa mensosialisasikan kepada masyarakat akan bahayanya menggunakan Bom ikan karena dapat merusak biota dan ekosistem laut.

"Karena kalau sudah rusak akan membutuhkan waktu yang lama untuk recovery," tegas Agus Adrianto.

Lebih lanjut Komjen Pol. Agus Adrianto mengatakan pengembangan akan terus dilanjutkan, karena bahan-bahan peledak ini bisa saja digunakan untuk kejahatan lainnya yang tentunya dapat merugikan masyarakat yang tidak berdosa.

"Ini akan terus kita kembangkan, agar jaringan suplayer, pengguna termasuk peredaran potasium chlorate dan sodium clorida, detonator akan kita kejar," Tegas Komjen Pol. Agus Adrianto. | Yesi