POLISI SELEBRITI

Selebgram Cantik Asal Jakarta Bersama Manajer Diskotik Digerebek di Villa, Temukan Sabu dan Ekstasi


Bali |
Dalam pengerebekan oleh Tim Berantas Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali itu disita barang bukti sabu dan ekstasi serta alat isap bong.

Dilansir dari fajarbali.com, sumber dilapangan mengungkapkan, selebgram JAF yang memiliki ratusan ribu dan DHS ditangkap saat baru bangun tidur. Pasangan yang bukan suami istri itu dibekuk tanpa perlawanan. Dari kamar vila disita barang bukti sabu dan ekstasi serta alat isap bong.

"Keduanya digerebek saat bangun tidur. Mereka sudah berada di kamar vila sejak semalaman. Dari penggeledahan kami sita barang bukti sabu dan ekstasi, pipa kaca serta alat isap bong," terang sumber Senin 12 Juli 2021.

Dari hasil interogasi, ungkap sumber, keduanya mengaku mengkomsumsi sabu dan ekstasi. Bahkan dari hasil tes urine keduanya positif mengandung narkoba.

Sumber kembali membeberkan, aktifitas selebgram cantik dan Manager diskotik LX yang terletak di Jalan Raya Legian Kuta sudah seminggu diincar Tim Berantas BNNP Bali. Keduanya dikabarkan memiliki hubungan khusus dan sering mengkomsumsi narkoba.

Tersangka DHS sendiri bekerja sebagai manager Diskotik LX Bali yang terletak di Jalan Raya Legian atau tepatnya tak jauh dari monumen Bom Bali 1. Diskotik ini memang terbilang ramai karena kerap menggelar event besar mendatangkan selegram dan Disc Jockey (DJ) terkenal dari Indonesia dan Luar Negeri.

"Diskotik LX ini ramai didatangi pengunjung lokal karena sering mengadakan event event besar dan mendatangkan selegram dan DJ tersohor. Ada informasi diskotik itu juga mengedarkan narkoba masih diselidiki," beber sumber.

Sumber menyayangkan selebgram JAF terjerat narkoba. Padahal, perempuan berparas cantik dikaruniai seorang anak masih kecil itu terbilang sukses di dunia digital memiliki 146 ribu followers. "Dia sukses di bisnis produk kecantikan,"kata sumber.

Bahkan saking suksesnya berjualan online, selebgram JAF itu bisa menyewa vila sebagai tempat tinggalnya.

Soal penangkapan selebgram ini dibenarkan Kepala BNNP Bali Brigjen Gde Sugianyar Dwi Putra yang dikonfirmasi Senin 12 Juli 2021. "Iya benar. Keduanya masih diperiksa. Rencana besok kasusnya dirilis," terang Jenderal bintang satu dipundak ini. | red

Nia Ramadhani & Ardi Bakrie Pakai Baju Tahanan


Jakarta - 
Pasangan selebritis, Nia Ramadhani dan Anindra Ardiansyah Bakrie atau Ardi Bakrie, yang terjerat kasus narkoba bersama sopir mereka berinisial ZN, digiring keluar dari Polres Metro Jakpus, Kamis (8/7) malam. Petugas menyatakan mereka dibawa keluar untuk pengembangan kasus.

Dikutip dari merdeka.com, dalam rekaman video yang diterima, saat digiring, Ardi Bakrie berjalan di depan, Nia di belakangnya, disusul ZN. Ketiga orang yang sudah berstatus tersangka itu dikawal ketat sejumlah personel Polres Metro Jakpus.

Terkait: Polisi Benarkan Penangkapan Nia & Ardi Bakrie

Busana yang dikenakan Nia dan Ardi Bakrie nampak kompak dari atas sampai bawah. Selain sama-sama mengenakan baju tahanan berwarna merah, keduanya juga sama-sama memakai topi, juga celana panjang putih. Wajah mereka ditutup masker medis. 

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Panji Yoga memaparkan, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie serta sopirnya ZN dibawa dalam rangka pengembangan kasus.

"Betul Mas (pengembangan kasus)," ucapnya singkat saat dihubungi. | red

Ungkap Peredaran 2,5 Ton Sabu, Polri Selamatkan 10,1 Juta Jiwa


Jakarta
- Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Satgassus Polri berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis Sabu seberat 2,5 ton asal jaringan Internasional Timur Tengah, Malaysia dan Indonesia. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pengungkapkan itu berasal dari tiga lokasi yang berbeda. Pertama di Parkiran Ali Kopi Lampaseh Kota, Kuta Raja, Kota Banda Aceh dan Pantai Lambada Lhok, Kabupaten Aceh Besar. Dalam hal ini, aparat mengamankan barang bukti seberat 1.278 Kilogram.

TKP kedua, berada di Lorong Kemakmuran, Kecamatan, Meureubo, Kabupaten,  Aceh Barat, Provinsi Nangroe Aceh 

Darussalam, dengan barang bukti seberat 1.267 Kilogram. Lalu, TKP ketiga Pertokoan Daan Mogot, Jalan Tampak Siring Jakarta Barat.

"Kami ungkap kurang lebih 2,5 ton narkoba sabu asal Timur Tengah, Malaysia yang masuk ke Indonesia," kata Sigit dalam jumpa pers di Lapangan Bhayangkara, Rabu (28/4).

Sigit mengungkapkan, pada pengungkapan tersebut, aparat menangkap 18 orang tersangka, dengan rincian 17 diantaranya Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu Warga Negara Asing (WNA) Nigeria. Bahkan, salah satunya harus diberikan tindakan tegas dan terukur atau tembak mati.

Adapun peran dari tersangka tersebut, yakni, tujuh orang sebagai jaringan pengendali. Mereka adalah S, AAM, KNK, AW, HG, A, dan MI.

Lalu, delapan orang sebagai jaringan transporter yaitu, M, MN, FR, MD, B, UI, R, dan AMF. Dan tiga orang sebagai jaringan pemesan OL, AL, dan SL. 

"Tersangka KNK, AW, HG, A, MI, dan AL merupakan terpidana di lapas dengan hukuman diatas 10 tahun dan hukuman mati. Namun mereka masih bisa menjadi pengendali jaringan narkotika internasional," ujar Sigit. 

Sigit menuturkan, 2,5 ton sabu tersebut hasilnya mencapai Rp1,2 triliun. Sementara, hasil pengungkapan barang haram itu setidaknya ada 10,1 juta jiwa yang terselematkan. 

"Kalau dari sisi bahayanya maka dengan kani amankan 2,5 ton narkoba kami amankan masyarakat 10,1 juta jiwa, yang tentunya bisa diselamatkan dari potensi bahaya narkoba ini," tutur Sigit.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsidair Pasal 112 ayat (2) jo subsidiar Pasal 115 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009. | red

Dicurigai Membawa Narkoba dan Sempat Kejar-Kejaran, Polisi Amankan Bus di JTTS


Lamsel |
Aksi kejar-kejaran antara polisi dengan bus pembawa narkoba di Jalan Tol Trans Sumatera berlangsung dramatis. Sebanyak 10 Kg sabu berhasil diamankan petugas dalam penangkapan tersebut.

Penangkapan ini bermula saat petugas dari Satnarkoba Polres Lampung Selatan mencurigai adanya mobil sedan yang berhenti di Pelabuhan Bakauheni. Saat diamankan, ternyata pengendara mobil tersebut tengah memantau petugas kepolisian agar bus tersebut bisa aman meneruskan perjalanan menuju Jakarta.

"Saat diperiksa handphonenya diketahui akan ada pengiriman narkoba dengan Bus ALS," kata Kapolres Lampung Selatan AKP Zaky Alkazar Nasution, Senin (5/4/2021).

Mendapatkan informasi tersebut, polisi pun langsung mengejar bus dan berhasil memberhentikan secara paksa di KM 9 Tol Trans Sumatera.

Pada awalnya sopir bus enggan berhenti saat dikejar petugas. Alhasil, petugas terpaksa melepaskan tembakan pringatan guna memberhentikan bus tersebut.

Polisi juga berhasil mengamankan dua orang perempuan dalam kasus ini. Salah seorang pelaku masih ada kaitan keluarga dari DS yang merupakan pengendara mobil sendan.

Polisi menduga para pelaku sudah merencanakan aksi pengiriman 10 paket narkoba jenis sabu ini secara matang. | red

Karna ini, 2 Orang Laki-laki Diamankan Polisi


 Pesawaran | Dua orang laki-laki diamankan Anggota Satresnarkoba polres pesawaran karena diduga Penyalahgunaan narkoba Kamis (11/3/2021) sekitar jam 19.00 WIB.

Kedua tersangka tersebut di tangkap di jalan raya Desa suka jaya lempasing kecamatan teluk pandan kabupaten pesawaran, karena melanggar pasal 112 Ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Adapun identitas kedua tersangka adalah sebagai berikut:
1. KHOIRUDIN Bin ARSYAD, umur 19 tahun, Belum Bekerja, Desa Cilimus Kec. Teluk Pandan Kab. Pesawaran
2. YUGO FEBRIYANTO Bin JUNAIDI, umur 23 tahun, Belum Bekerja, Dusun kampung Baru Desa Cilimus Kec. Teluk Pandan Kab. Pesawaran.

Adapun kronologi penangkapan Bermula dari laporan informasi masyarakat bahwa tersangka sering melakukan transaksi narkoba kemudian Anggota satres narkoba Polres Pesawaran melakukan penangkapan terhadap tersangka di TKP saat dilakukan penggeledahan ditemukan BB narkotika jenis sabu.

Dan barang bukti yang berhasil diamankan adalah
1 (satu) bungkus plastik klip bening berisi kristal diduga narkotika jenis sabu.
Berat Brutto : 0,12 gram

Saat ini tersangka berikut barang bukti telah di amankan di Mapolres pesawaran guna proses penyidikan lebih lanjut. | yes

Divpropam Polri Sebut Polisi Positif Narkoba Tak Langsung di Pidana, Tapi Kalau Pengedar Langsung di Pecat

 


Jakarta - Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menginstruksikan seluruh polda di Indonesia melaporkan hasil tes urine setiap personel usai eks Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi tersandung kasus narkoba. Sambo menyebut polisi yang kedapatan positif narkoba tidak akan langsung dipidana, melainkan dibina terlebih dahulu.

"Kita proses dengan pelanggaran kode etik profesi Polri. Dilakukan asesmen atau rehab anggota dan pembinaan disiplin sehingga tidak mengulangi perbuatan," ujar Sambo Sabtu (6/3/2021).

Kemudian, Sambo menjelaskan, polisi yang positif narkoba akan diminta membuat pakta integritas agar tidak mengulangi kembali perbuatannya. Apabila melanggar, barulah anggota itu dipecat secara tidak hormat.

"Selain itu, kita minta yang bersangkutan membuat pakta integritas untuk tidak mengulangi perbuatan. Dan apabila yang bersangkutan menggunakan kembali dan melanggar pakta integritas, kita segera ajukan PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat)," tuturnya.

Namun, untuk polisi yang kedapatan berperan sebagai pengedar narkoba, Sambo memastikan orang itu akan langsung dipecat. Dia mencontohkan oknum polisi Polres Bireuen Aceh yang mengedarkan sabu seberat 100 gram pada 2018.

"Namun untuk anggota yang terlibat langsung membawa dalam jumlah besar, seperti di Polres Bireuen, Aceh, dan dugaan menjadi pengedar, kita langsung pidanakan dan proses PTDH tanpa pembinaan lagi," tegas Sambo.

Sambo pun mengungkapkan setiap polda di Indonesia telah melaporkan hasil tes urine setiap anggotanya. Menurutnya, tidak terlalu banyak yang positif narkoba.

"Semua polda sudah (laporkan hasil tes urine). Sudah melaksanakan dan melaporkan. Yang positif ada. Tapi nggak sampai 1 persen. Nggak terlalu banyak. Tapi kan tetap jadi masalah internal," Pungkasnya. | Je

Terjerat Narkoba, Penyanyi Rinada di Rehabilitasi

Bandung
- Penyanyi Rinada yang ditangkap polisi karena kasus narkoba kini menjalani rehabilitasi. Rinada sudah diserahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk proses rehabilitasi.
"Kemarin sudah dibawa ke BNN untuk dilakukan rehabilitasi," ujar Kasat Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Ricky Hendarsyah saat dihubungi, Jumat (19/2/2021).

Ricky menuturkan Rinada direhab usai adanya pengajuan rehabilitasi dari keluarganya. Pihak kepolisian pun membawa Rinada ke BNN kemarin.

"Iya pengajuan (rehabilitasi) dari keluarganya," kata dia.

Rinada diamankan personel Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung yang dipimpin Kasat Narkoba AKBP Ricky Hendarsyah di sebuah indekos di Bandung, pada Rabu (17/2). Penangkapan terhadap Rinada dilakukan usai polisi menangkap lima orang lainnya.

Rinada sendiri sebelumnya sempat bikin heboh usai foto syurnya tersebar. Saat itu, Rinada membuat heboh mengenakan baju PNS Pemkot Bandung saat beradegan syur. | yes

Seksi Propam Polres Pesawaran Lakukan Tes Urine kepada Anggota Polres Pesawaran

Pesawaran | seksi Propam polres pesawaran di dampingi oleh urusan kesesatan (urkes) Bagian Sumber Daya Manusia (Sumda) polres pesawaran melakukan Test Urine kepada beberapa personil polri yang bertugas di polres Pesawaran Jum'at (19/2/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

Adapun pelaksanaan kegiatan Test Urine tersebut dilaksanakan di Aula Sanika Satyawada polres pesawaran dan di pimpin oleh:

1. Wakapolres Pesawaran KOMPOL YOHANIS, S.H.,M.H.
2. Kasi Propam Polres Pesawaran IPDA YURISMAN
3. Baur Paminal Si Propam Polres Pesawaran
4. Baur Provos Si Propam Polres Pesawaran
5. Paurkes Bag Sumda Polres Pesawaran
6. Personel Si Propam Polres Pesawaran. 

Kegiatan Tes urine tersebut dilakukan terhadap :
1. Opsnal Sat Reskrim Polres Pesawaran
2. Opsnal Sat Resnarkoba Polres Pesawaran
3. Opsnal Sat Intelkam Polres Pesawaran 

Pelaksanaan kegiatan tes urine tersebut dilakukan dengan melakukan sistem acak/random terhadap personel yang di duga terindikasi penyalahgunaan Narkotika sebanyak 7 (tujuh) personel yang terdiri dari Opsnal Sat Reskrim, Sat Resnarkoba dan Sat Intelkam dengan menggunakan alat tes Drug Abuse Test

Keterangan :
Hasil dari pemeriksaan urine terhadap 7 (tujuh) personel tersebut alat teskit menunjukkan 7 tes kit dengan hasil  2 (Dua) garis berwarna merah yang berarti NEGATIF mengandung Narkotika.

Kegiatan tersebut tetap dilaksanakan dengan melakukan protokol kesehatan Covid-19, selesai pukul 16.30 WIB.

Menurut Wakapolres Kompol Yohanis SH.MH, mewakili Kapolres pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo Sik, kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan Anggota polri yang bertugas di polres Pesawaran terbebas dari Penyalahgunaan Narkoba. | yes

Kadiv Propam Ingatkan Polisi Narkoba Bisa Menamatkan Karier dan Melarat

 


Jakarta | Kepala Divisi Propam (Kadiv Propam) Polri, Irjen Ferdy Sambo mengingatkan seluruh aparat Kepolisian agar tidak mengkonsumsi atau mengedarkan narkoba jenis apa pun. Menurut dia, narkoba akan membuat hidup menjadi melarat dan karier segera tamat.

Hal tersebut disampaikan Sambo terkait adanya anggota Kepolisian yang diduga konsumsi narkoba yakni Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi selaku mantan Kapolsek Astanaanyar bersama 11 orang anggota polisi lainnya.

“Cicipi narkoba bikin moral bejat, karier tamat, keluarga luluh lantak, hidup melarat, nyawa sekarat atau digelandang di penjara,” kata Sambo pada Kamis, 18 Februari 2021.

Menurut dia, anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi ujung tombak pemberantasan narkoba di masyarakat. Oleh karena itu jangan pernah sejengkal pun dekat dengan lingkaran tersebut.

“Tidak ada tempat bagi pengguna narkoba di Kepolisian. Siapa saja yang terlibat, sudah pasti dipidana dan dipecat, putusan – Kepala Divisi Propam (Kadiv Propam) Polri, Irjen Ferdy Sambo mengingatkan seluruh aparat Kepolisian agar tidak mengkonsumsi atau mengedarkan narkoba jenis apa pun. Menurut dia, narkoba akan membuat hidup menjadi melarat dan karier segera tamat.

Hal tersebut disampaikan Sambo terkait adanya anggota Kepolisian yang diduga konsumsi narkoba yakni Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi selaku mantan Kapolsek Astanaanyar bersama 11 orang anggota polisi lainnya.

“Cicipi narkoba bikin moral bejat, karier tamat, keluarga luluh lantak, hidup melarat, nyawa sekarat atau digelandang di penjara,” kata Sambo pada Kamis, 18 Februari 2021.

Menurut dia, anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi ujung tombak pemberantasan narkoba di masyarakat. Oleh karena itu jangan pernah sejengkal pun dekat dengan lingkaran tersebut.

“Tidak ada tempat bagi pengguna narkoba di Kepolisian. Siapa saja yang terlibat, sudah pasti dipidana dan dipecat, putusan tidak dengan hormat,” ujarnya.

Maka dari itu Sambo mengingatkan kepada seluruh jajaran anggota Polri jangan pernah dekat-dekat dengan barang laknat narkoba tersebut.

“Bagi seluruh anggota Polri hentikan menggunakan narkoba. Bila ditemukan, saya pastikan diproses pidana dan dipecat,” Pungkasnya. | Yes

Diduga Pengedar Narkotika, 2 Otang Pelaku Diamankan Polres Way Kanan

 


Way Kanan - Satresnarkoba Polres Way Kanan telah berhasil meringkus peredaran Gelap Narkotika bukan tanaman jenis Sabu di warung Unang Lupa Jalan Lintas Sumatera Kampung Way Tuba Kecamatan Way Tuba Kabupaten Way Kanan. Sabtu (13/2).

Tersangka berinisial ALS alias Trisna (24) warga Desa Sumberingin Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan dan RZ alias Resing (27) warga Desa Campang Tiga Ulu Kecamatan Cempaka Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan.

Kapolres Way Kanan AKBP Binsar manurung melalui Kasat Narkoba IPTU Mirga Nurjuanda menjelaskan penangkapan berawal pada Kamis tanggal 11 Februari 2021 sekitar pukul 00.30 Wib petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya peredaran gelap narkotika jenis sabu di salah satu warung di Kampung Way Tuba Kecamatan Way Tuba Kabupaten Way Kanan.

Petugas yang memperoleh informasi melakukan penyelidikan dan di dalam warung Unang Lupa Way Tuba terlihat ada seorang laki-laki yang mencurigakan, ketika petugas mendekatinya laki-laki berinisial RZ alias Resing mencoba membuang sebuah bungkusan diduga narkotika dengan tangan kiri kearah bawah diatas lantai.

Mengetahui itu petugas dari Satresnarkoba Polres Way Kanan lansung mengamankan RZ alias Resing dan oleh petugas diperintah untuk mengambil kembali sebuah bungkusan yang sebelumnya dibuang olehnya.

Hasilnya setelah dibuka dan dilakukan pemeriksaan ditemukan satu bungkus plastik klip bening ukuran sedang yang di dalamnya terdapat satu bungkus plastik klip bening ukuran kecil yang berisikan kristal putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto sekitar 0,25 (nol koma dua lima) gram.

Masih di Warung Unang Lupa tepatnya didalam kamar petugas juga mengamankan seorang perempuan berinisial ALS alias Trisna sedang menggunakan diduga Narkotika jenis sabu.

Kehadiran personil Satresnarkoba Polres Way Kanan, membuat ALS terkejut sehingga melemparkan seperangkat alat hisap (BONG) yang terbuat dari botol plastik minuman larutan penyegar berisikan cairan bening ke arah dinding kamar selanjutnya ALS alias Trisna diamankan.

Saat dilakukan penggeledahan, hasilnya ditemukan barang atau benda yang berkaitan dengan tindak pidana Narkotika yaitu berupa satu bungkus plastik klip bening ukuran kecil berisikan kristal putih diduga narkotika jenis shabu dengan berat bruto sekira 0,12 (nol koma dua belas) gram, seperangkat alat hisap (BONG) dan 1 (satu) buah korek api gas yang ditemukan di lantai kamar.

Selanjutnya tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polres Way Kanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tersangka dapat dikenai dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun,” Ungkapnya. | Yes

Seorang Pria Pengguna Narkoba ditangkap Polisi


Pesawaran -
Satuan Serse Narkoba (Satresnarkoba) polres pesawaran mengamankan seorang pria yang di duga penyalahgunaan narkoba Kamis (11/2/2021) sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut keterangan Kapolres pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo Sik   "penangkapan bermula dari laporan masyarakat bahwa tersangka sering menggunakan narkoba di ruang kontrakan nya (TKP), berdasarkan laporan masyarakat tersebut Anggota Satresnarkoba polres pesawaran melakukan penggerebekan dan penangkapan" ujar Kapolres Jum'at (12/2/2021).

Selanjutnya setelah di lakukan penggeledahan di temukan barang bukti yang disimpan di dalam lemari, berupa seperangkat alat hisap sabu (bong+pirek) yang diduga sering di gunakan tersangka sebagai alat menghisap narkoba jenis sabu.

Menurut keterangan tersangka untuk sementara barang haram tersebut di peroleh dari teman nya yang berinisial AG (DPO), adapun tersangka yang berhasil di amankan bernama Syamsul Effendi warga Desa kurungan nyawa kecamatan gedong tataan kabupaten pesawaran. 

Akibat dari perbuatannya tersangka di jerat pasal 112 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Kini tersangka dan barang bukti telah di amankan di Mapolres Pesawaran guna penyidikan lebih lanjut dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. | yes

2 Orang Pengedar Diringkus Satresnarkoba Polres Pesawaran

Pesawaran | Satuan Serse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pesawaran berhasil mengungkap kasus tindak Pidana Penyalahgunaan narkotika Selasa (9/2/2021) 

Penangkapan bermula atas laporan masyarakat bahwa tersangka sering membawa Narkoba, berdasarkan informasi tersebut Anggota Satresnarkoba polres pesawaran langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap tersangka pada hari Selasa (9/2/2021) di pinggir jalan raya Desa sinarjaya.

Adapun kedua tersangka yang diamankan tersebut menurut Kapolres pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo Sik adalah Tad (33) warga desa jatiringin kecamatan kelumbayan barat  kabupaten Tanggamus, dan Aw (38) warga Desa Sidomaju kecamatan Way Ratay kabupaten pesawaran.

Dari hasil penangkapan tersebut didapatkan barang bukti berupa 1 lembar tisu, 1 buah masker, 3 bungkus plastik klip bening berisi kristal yang diduga Narkotika Jenis sabu. I bungkus rokok merk Esse, 1 skop dari sedotan plastik, 2 buah pipa kaca pirek,2 bundel plastik klip bening kosong, 1 bungkus diduga sabu seberat 0,36 gram, dan 3 bungkus diduga sabu seberat 2,56 gram.

" Narkoba tersebut berasal dari tersangka TAD, kemudian dilakukan pengembangan ke wilayah  perbatasan kabupaten Tanggamus, menurut keterangan dari AW. Dan setelah dilakukan penggeledahan ditemukan banyak barang bukti" jelas Vero.

Kini kedua tersangka berikut barang bukti telah di amankan di Mapolres Pesawaran guna penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara atau maksimal 12 tahun penjara, atau denda sebesar Rp 800 juta. | Yessi

Sabu, Ekstasi dan Kijang Rover Diamankan di Mapolres Pesawaran

Pesawaran | Satuan Serse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pesawaran berhasil mengamankan seorang terduga Penyalahgunaan Narkoba Senin (8/2/2021) pukul 08.00 WIB.

Adapun Terduga pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut berinisial DS (37) Pekerjaan Wiraswasta warga perumnas way Halim kecamatan way Halim kota Bandarlampung.

Berawal dari informasi masyarakat bahwa tersangka sering membawa Narkoba ke Daerah Padang Cermin kabupaten pesawaran, lalu Anggota Satresnarkoba polres pesawaran melakukan penyelidikan dan Penyergapan saat tersangka melintas di jalan Raya way Ratay Desa Sukajaya lempasing kecamatan teluk pandan kabupaten pesawaran.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik klip bening berisikan 10 butir tablet berwarna ungu diduga Narkotika Jenis ekstasi, satu bungkus plastik klip bening berisikan kristal diduga adalah narkotika jenis sabu, satu bungkus plastik klip bening, satu bungkus plastik klip bening berisikan pecahan tablet berwarna ungu diduga Narkotika Jenis ekstasi, satu unit mobil mobil kijang Rover berwarna hijau.

Menurut Kasat Resnarkoba polres pesawaran AKP Junaidi SE mewakili Kapolres pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo Sik " Tersangka dikenakan pasal 115 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika" ujar Junaidi.

Saat ini tersangka berikut barang bukti berupa sabu seberat 0,22 gram, Ekstasi seberat 4,75 gram (10 1/2 butir) dan satu unit mobil kijang Rover warna hijau telah di amankan di Mapolres Pesawaran guna penyidikan lebih lanjut. | yes

Gelar Patroli Hunting Pencegahan C3 di Menggala, Polisi Tangkap Pria Yang Sedang Konsumsi Narkotika

Tulang Bawang - Sebuah rumah kosong yang berada di Blok A, Kelurahan Ujung Gunung Ilir, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, digerebek petugas dari Polsek Menggala bersama Tekab 308 Polres Tulang Bawang.

Penggerbekan rumah kosong ini berlangsung hari Minggu (07/02/2021), pukul 17.00 WIB dan berhasil menangkap seorang pria yang sedang asyik mengkonsumsi narkotika jenis sabu.
"Minggu sore petugas kami bersama Tekab 308 Polres melakukan penggerbekan rumah kosong yang ada di Blok A, Kelurahan Ujung Gunung Ilir. Disana berhasil ditangkap seorang pria berinisial RO (33), berprofesi wiraswasta, warga Kampung Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas," ujar Kapolsek Menggala Iptu Holili, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Senin (08/02/2021).

Lanjut Iptu Holili, dari lokasi penangkapan petugasnya berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu bungkus plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu, kaca pyrex yang sudah pecah, satu buah alat bantu hisap sabu, satu buah bong yang terbuat dari botol sprite plastik dan dua buah korek api gas.

Keberhasilan petugasnya bersama Tekab 308 Polres dalam mengungkap pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu ini saat sedang melaksanakan patroli hunting pencegahan curas, curat dan curanmor (C3) sore hari.

"Saat sedang melaksanakan patroli hunting pencegahan C3, petugas kami mendapatkan info bahwa sebuah rumah kosong yang ada di Blok A, Kelurahan Ujung Gunung Ilir, digunakan oleh seorang pria untuk mengkonsumsi narkotika jenis sabu. Petugas langsung menuju ke lokasi dan berhasil ditangkap pelaku berikut BB," ungkap Iptu Holili.

Saat ini pelaku masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Menggala dan akan dikenakan Pasal 112 ayat 1 Sub Pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800 Juta dan paling banyak Rp. 8 Miliar. | red

Polres Tuba Sita 6 Bungkus Sabu dari Hasil Penggrebek Rumah di Kelurahan Ujung Gunung


 Tukang Bawang | Sebuah rumah yang sering dijadikan tempat transaksi narkotika jenis sabu yang berada di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Kelurahan Ujung Gunung, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, digerebek petugas dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang.

Penggerbekan rumah tersebut berlangsung hari Selasa (02/02/2021), pukul 13.00 WIB dan berhasil menangkap seorang pria yang diduga kuat sebagai bandar narkotika.

"Selasa siang petugas kami menggerbek sebuah rumah yang sering dijadikan tempat transaksi narkotika jenis sabu yang ada di Jalintim, Kelurahan Ujung Gunung, di rumah tersebut berhasil ditangkap seorang pria yang diduga kuat sebagai bandar narkotika jenis sabu berinisial PA als WA (32), berprofesi wiraswasta, warga Jalan Dermaga Bugis, Kelurahan Menggala Kota, Kecamatan Menggala," ujar Kasatres Narkoba AKP Anton Saputra, SH, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Kamis (04/02/2021).


Lanjut AKP Anton, dari tangan bandar narkotika ini petugasnya berhasil menyita barang bukti (BB) berupa 6 bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 3,64 gram, sendok sabu, kotak rokok merk Sampoerna Mild, kotak kaleng warna abu-abu bertuliskan Hello Kitty dan handphone (HP) merk Nokia warna hitam.

Keberhasilan petugasnya dalam mengungkap bandar narkotika jenis sabu ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan di wilayah Kecamatan Menggala, saat itu mendapatkan informasi bahwa sebuah rumah yang ada di Jalintim, Kelurahan Ujung Gunung, sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

"Petugas kami langsung menuju ke rumah tersebut dan berhasil menangkap seorang bandar narkotika berikut BB berupa narkotika jenis sabu," ungkap AKP Anton.

Saat ini bandar narkotika tersebut masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang dan akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1 Miliar dan paling banyak Rp. 10 Miliar. | Yes

Polres Pesawaran Berhasil Ungkap Terduga Penyalahgunaan Narkoba

Pesawaran | Satresnarkoba polres pesawaran berhasil mengungkap kasus tindak Pidana Penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum polres pesawaran Selasa (2/2/2021).

Adapun identitas tersangka adalah Dino Tegar Indarto (16) warga Desa Wiyono kecamatan gedong tataan kabupaten pesawaran, dan di amankan di Desa Taman sari kecamatan Gedong Tataan kabupaten pesawaran.

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat bahwa tersangka sering membawa Narkoba, berdasarkan laporan tersebut Satresnarkoba polres pesawaran melakukan penyelidikan dan penangkapan, saat di lakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 1(satu) bungkus plastik klip bening berisikan kristal yang di duga narkotika jenis sabu, serta satu unit handphone merk Samsung warna silver.

"Saat ini tersangka berikut barang bukti telah di amankan di Mapolres Pesawaran guna penyidikan lebih lanjut" ujar kasat Resnarkoba polres pesawaran mewakili Kapolres pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo Rabu (3/2/2021).

"Adapun pasal yang di langgar oleh tersangka adalah pasal 112 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika" ungkap Kasat Resnarkoba polres pesawaran. | yes

Satrenarkoba Pesawaran Ringkus 3 Orang Warga Hanura



Pesawaran |
Satresnarkoba Polres Pesawaran berhasil meringkus tiga orang yang diduga menyalahgunakan narkoba jenis sabu di Dermaga pantai Mutun, Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran Minggu ( 24/1/2021).

Menurut Kapolres pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo S ik MH, Penangkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat bahwa tersangka sering membawa Narkoba, dan setelah mendapatkan laporan Satresnarkoba polres pesawaran langsung bergerak melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap tersangka.

"Setelah mendapatkan laporan petugas lalu melakukan penyelidikan di lapangan, dari hasil penyelidikan petugas mengamankan tiga orang terduga pelaku yang diduga membawa Narkoba jenis sabu yang siap di edarkan" ungkap Vero Senin ( 25/1/2021).

Adapun ketiga pelaku tersebut masing-masing berinisial HP alias Ucil (24), HR ( 24) dan BP ( 28 ) ketiga nya merupakan warga Desa Hanura kecamatan teluk pandan kabupaten pesawaran.

[gallery size="full" ids="45969,45967,45966" orderby="rand"]

"Adapun barang bukti yang berhasil di amankan dari tersangka HP alias Ucil dan HR berupa satu bungkus bekas rokok merk Surya yang berisi satu bungkus plastik klip bening berisikan kristal putih yang di duga narkotika jenis sabu, dengan berat 0,20 gram serta dua unit handphone, sementara dari tersangka BP berhasil di amankan enam bungkus plastik bening klip yang berisikan kristal putih yang di duga narkotika jenis sabu dengan berat 0,78 gram, dan satu unit handphone" jelas Kapolres.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut kini ketiga tersangka berikut barang bukti telah di amankan di Mapolres Pesawaran.

"Adapun pasal yang dilanggar adalah pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat satu UU RI no 35 tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan Ancaman di atas lima tahun penjara" pungkas Vero. | Yesi

Satresnarkoba Polres Tanggamus Bekuk Seorang Wanita Penyalahguna Narkoba


Tanggamus |
 Seorang perempuan bernama Fitriani alias Fifi warga Kelurahan Baros Kecamatan Kota Agung ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus di wilayah Kecamatan Wonosobo.

Perempuan 37 tahun berstatus istri kedua tersebut ditangkap di salah satu kontrakan di Pekon Banyu Urip Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus atas persangkaan penyalahgunaan Narkoba jenis sabu.

Dari tersangka turut diamankan barang bukti penyalahgunaan sabu berupa alat hisap, pirex bekas pakai dan sejumlah alat lainnya yang disembunyikannya di dapur kontrakannya.

Kaur Bin Ops Satresnarkoba Polres Tanggamus Iptu Ujang Srikandi mengungkapkan, tersangka ditangkap dalam serangkaian penyelidikan informasi bahwa di kontrakan tersangka bersama pacarnya sering digunakan untuk bertransaksi dan melakukan penyalahgunaan sabu.

Kemudian berdasarkan informasi tersebut dilakukan penggerebekan, sehingga berhasil diamankan tersangka saat berada di rumah, namun suami siri tersangka yang diduga terlibat tidak berada di kontrakan tersebut.

"Tersangka ditangkap pada Senin, 18 Januari 2021, sekitar pukul 08.00 WIB saat berada di kontrakannya," ungkap Iptu Ujang mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK.

Sambungnya, dalam penangkapan tersebut, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti penyalahgunaan Narkoba yang disembunyikan di dapur kontrakan.

"Barang bukti yang diamankan berupa alat hisap sabu/bong yang terbuat dari bekas Botol M-150, kaca pirek bekas pakai, 4 potongan pipet plastik yang sudah dimodifikasi,  sumbu pembakar, korek api gas dan selang plastik," ujarnya.

Iptu Ujang menegaskan, terhadap suami tersangka yang telah diketahui identitasnya diduga selaku penyedia barang haram kepada tersangka masih dalam pengejaran. 

"Untuk suaminya berinisial MS masih dilakukan pengejaran, sebab barang bukti penyalahgunaan Narkoba didapatkan tersangka dari suaminya," tegasnya.

Ditambahkannya, terhadap tersangka juga telah dilakukan test urine dan hasil urinenya mengandung metafitamine. "Urine tersangka mengandung sabu," imbuhnya.

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Satresnarkoba Polres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut. 

"Terhadapnya dijerat pasal 112 subsider 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 ancaman maksimal 12 tahun penjara," pungkasnya.

Sementara itu, menurut tersangka Fitriani dia telah lama mengenal suami sirinya dan sering mengkonsumsi sabu di kontrakan tersebut, dimana sabu tersebut didapatkan dari suaminya.

"Kenal sudah 2 tahun dan tinggal dikontrakan sama dia. Sering pake sabunya ya di kontrakan, terakhir pake sebelum ditangkap," ucapnya. | Jef

Pakai Narkoba, Seorang Pelajar Diamankan Satresnarkoba Polres Pesawaran

Pesawaran | Satresnarkoba Polres Pesawaran berhasil mengungkap kasus terduga Penyalahgunaan narkoba jenis sabu hari ini Selasa (19/1/2021) pukul 14.00 WIB.

Adapun terduga pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu tersebut adalah Agung Setiawan (21) pekerjaan pelajar/ mahasiswa, yang beralamat Desa gunung sari kecamatan way khilau kabupaten pesawaran.

Menurut Kapolres pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo penangkapan tersebut berdasarkan laporan masyarakat bahwa tersangka sering membawa narkotika.

"Berdasarkan laporan tersebut Anggota Satresnarkoba polres pesawaran langsung bergerak untuk menangkap dan mengamankan tersangka" ujar Vero.

Di samping menangkap dan mengamankan tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik klip bening berisikan kristal yang di duga narkotika jenis sabu dengan berat 0,18 gram, dan satu buah plastik klip bening yang di duga bekas pakai narkotika jenis sabu.

Saat ini tersangka AS (21) berikut barang bukti sudah di amankan di Mapolres Pesawaran guna penyelidikan lebih lanjut.

"Tersangka di kenakan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun atau maksimal 12 tahun. atau denda paling sedikit Rp 800 juta atau paling banyak Rp 8 miliar" pungkas Vero. | yesi

Tim Satresnarkoba Pesawaran Tangkap Warga Padang Ratu


Pesawaran
| Team Satuan Serse Narkoba (Satresnarkoba) lakukan pengembangan ungkap kasus narkoba terduga Rian (25) warga Desa Padang Ratu, kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Kapolres pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo menyebut, Rian (25) warga Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan. Sabtu (16/1/2021) pukul 21.00 WIB.

"Penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat, bahwa pelaku sering membawa narkotika jenis sabu," terang Vero.

Berawal dari informasi tersebut, Tim Satresnarkoba Polres Pesawaran melakukan penangkapan dan penggeledahan.

"Saat melakukan penggeledahan Anggota menemukan satu bungkus plastik klip bening berisikan narkotika jenis sabu seberat 0,01 gram yang di duga sisa pakai," ungkapnya.

Untuk saat ini pelaku berikut barang bukti berupa satu bungkus rokok bekas berisikan kristal satu buah kaca pirek, satu unit handphone merk Oppo, kemudian di amankan di Mapolres Pesawaran guna keterangan lebih lanjut.

Diketahui pasal 112 ayat (1) UU narkotika, menyebutkan bahwa setiap orang yang Tanfa hak dan melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan dan menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat empat tahun, dan paling lama 12 tahun, dan pidana denda Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. | Yesi