POLISI SELEBRITI

Duda di Jogja Gelapkan Uang 70 Juta Demi Kencan dengan Wanita Panggilan


Yogyakarta -
 Duda, berinisial SYN (36) nekat membawa kabur uang Rp70 juta hasil penjualan mobil milik Zulfan Aryo (40), warga Jambi, yang baru dikenalnya di Yogyakarta. Uang itu sebagian digunakan untuk bersenang-senang dengan wanita. Warga Malang, Jawa Timur, itu pun sekarang harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Mantrijeron, Yogyakarta.

Kanit Reskrim Polsek Mantrijeron, Iptu Heri Subagya mengatakan peristiwa itu, berawal saat SYN yang menginap di penginapan Jalan Mangkuyudan, Mantrijeron, Yogyakarta berkenalan dengan Zulfan Aryo yang kos di sekitar penginapan itu. SYN kepada korban mengaku bekerja di sebuah les musik.

Kamis (22/4/2021) saat nongkrong di lobi penginapan, korban bercerita kepada SYN akan menjual mobil Grand Livina B 1676 KR. Jika SYN bisa menjualkan nanti akan mendapatkan fee. Oleh SYN, mobil itu lalu diiklannya melalui situs jual beli online.

Jumat (23/4/2021) 16.30 WIB ada yang mau membeli mobil tersebut. Setelah ada kesepakatan harga Rp95 juta. Korban dan SYN lalu mengantar mobil ke daerah Godean, Sleman. Pembeli selanjutnya menyerahkan uang tunai Rp70 juta kepada SYN. Setelah menerima uang SYN kembali ke penginapan sedangkan korban ke kosnya.

Sampai di kosannya korban menghubungi SYN melalui hanpdhonenya, namun tidak bisa dihubungi. Karena tidak ada respon, korban kemudian mengecek ke penginapan SYN, ternyata kamarnya kosong. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Mantrijeron.

Petugas menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan. Di antaranya dengan meminta keterangan pelaku dan memerika CCTV serta mengumpulkan data pendukung lainnya. Dari informasi tersebut berhasil mengindentifikasikan keberadaan SYN di daerah Solo, menangkap serta membawanya ke Mapolsek Mantrijeron. Baca: Kejam, Ibu Bunuh Anak Kandung Dibantu Selingkuhan.

“SYN kami tangkap di sebuah penginapan daerah Solo, Minggu (25/4/2021) pagi bersama barang bukti uang Rp10 juta,” kata Hery Subagya, Kamis (29/4/2021).

SYN sendiri merupakan pengangguran dan statusnya dua. Namun kepada korban mengaku bekerja di les musik. SYN dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 373 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun kurungan penjara.

SYN dihadapan petugas mengatakan uang Rp70 juta tersebut, sudah dipakai Rp10 juta, sehingga tinggal Rp 60 juta. Uang itu digunakan untuk sewa hotel, karaoke dan dua kali memanggil wanita bayaran. | red

Tekab 308 Polres Lampung Timur Berhasil Bekuk Tersangka Penusukan yang Viral di Media Sosial

 

Ilustrasi.

Lampung -
Dua orang tersangka buronan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) di Kabupaten Lampung Timur, berhasil dibekuk Pihak Kepolisian diwilayah hukum Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan, S.IK didampingi Kasat Reskrim AKP Faria Arista, pada Selasa (13/4), menyampaikan bahwa inisial para tersangka adalah TM (17) dan TA (17) warga Kabupaten Pesawaran.

Ke 2 tersangka sempat viral di media sosial, karena diduga nekat melakukan aksi Pencurian Dengan Kekerasan terhadap Indra Fauzi (24) warga Kabupaten Brebes, pada 13 Maret 2021 lalu.

Peristiwa diduga berawal saat korban yang sedang dalam perjalanan di kawasan Desa Peniangan, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, secara tiba-tiba, ditusuk bagian tangan, perut dan bagian pahanya, menggunakan senjata tajam jenis pisau, oleh para tersangka.

Ke 2 tersangka kemudian mengambil paksa telepon genggam, dan tas yang berisi dompet serta kartu ATM, sehingga korban mengalami kerugian mencapai 5 juta rupiah.

Petugas Kepolisian Satuan Reskrim Polres Lampung Timur, yang melakukan proses penyelidikan, akhirnya berhasil mengidentifikasi sekaligus membekuk tersangka, yang bersembunyi dikawasan Kota Bekasi, berikut barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis pisau, yang diduga digunakan untuk melakukan aksi kejahatannya. | yns

Panglima dan Kapolri Tinjau NTT, Fokuskan Evakuasi Korban dan Kirim Bantuan


NTT -
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau lokasi bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bersama rombongan, keduanya meninjau Desa Amakaka yang berlokasi sekira 10 Kilometer (Km) di bawa kaki Gunung Ile Lewotolok. Mereka melihat langusng kondisi rumah masyarakat yang hancur akibat bencana alam. 

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan,  TNI-Polri masih fokus melaksanakan proses evakuasi korban dan menyalurkan sejumlah bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Baca Juga: Polri Bantu Kebutuhan Korban Banjir NTT

"Hari ini berhasil ditemukan enam jenazah. Personel TNI-Polri bersama instansi lainnya masih terus mengevakuasi dan mencari korban," kata Argo yang ikut dalam kunjungan kerja tersebut, Kamis (8/4/2021).

Argo mengungkapkan, Korps Bhayangkara sendiri sudah mengirimkan sebanyak 9,5 ton bantuan sosial (bansos) ke NTT.

Adapun isi karton tersebut diantaranya adalah sabun mandi cair, pembersih lantai, Handsanitizer, sabun cuci tangan, susu bayi dan UHT, vitamin, serta sejumlah obat-obatan yang dibutuhkan.

Selain itu, Polri juga memberikan bahan pokok berula beras tujuh ton, air mineral, alas tidur, selimut, handuk, sarung serta makanan lainnya yang diperlukan.

"Selain proses evakuasi, kami juga menyalurkan bantuan untuk meringankan bebas masyarakat," ungkap Argo.

Berdasarkan data per Rabu malam (7/4), total korban jiwa bencana alam NTT, di beberapa kabupaten dan kota terdampak berjumlah 138 jiwa. Rincian korban meninggal dunia tersebut, yaitu Kabupaten Flores Timur 67 jiwa, Lembata 32, Alor 25, Kupang 5, Malaka 4, Sabu 2, Ngada 1, Ende 1 dan Kota Kupang 1.

Sedangkan korban hilang, total dari laporan pertemuan koordinasi berjumlah 61 jiwa. Rincian sebagai berikut Kabupaten Lembata 35, Alor 20 dan Flores Timur 6.

Sementara itu, kerugian material di sektor perumahan berjumlah 1.114 unit dengan rincian rusak berat 688 unit, rusak sedang 272 dan rusak ringan 154. | Je

Ini Penyebab Anak Kandung Yang Tega Teb*s Kepala Ayahnya Hingga Putus


 Lampung Tengah | Seorang anak tega menggor*k leher ayah kandungnya, SR (67), hingga putus di Dusun VIII, Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah, Senin (22/3/2021) sekitar pukul 12.30 WIB. Pelaku KPW (32) alias Jaya yang merupakan anak kandung korban bersama sang istri Ni (55) kini diamankan polisi.

Menurut Kepala Kampung Sendang Rejo, Hotini, pelaku meneb*s leher ayah kandungnya hingga putus menggunakan golok saat korban pulang dari sawah. Sebelum meneb*s leher ayahnya, pelaku sempat meminta kepada kedua orangtuanya untuk menikah.

Namun karena tak disetujui, akhirnya pelaku melakukan perbuatan yang tak disangka itu.

"Pada saat kejadian, mereka ini satu keluarga habis pulang dari sawah. Saat korban duduk di dapur, secara tiba-tiba pelaku menghampiri dan langsung menggor*k kepala ayahnya hingga terputus," kata Hotini.

Terkait: Tanpa Sebab, Anak Teb*s Kepala Ayahnya Hingga Putus

Dia menerangkan bahwa diwaktu kejadian, istri korban berada di kamar mandi membilas diri karena sepulang dari sawah. Sontak mendengar hal aneh dari dapur, istri korban langsung menghampiri.

Disana, dia kaget melihat bercakan darah dari suami dengan kondisi badan tanpa kepala. Dia langsung berteriak memanggil untuk meminta pertolongan tetangga.

Selanjutnya, kepala korban dipot*ng-pot*ng menjadi beberapa bagian. Kemudian, dimasukkan ke dalam karung plastik putih.

"Pelaku ini sempat membawa kepala korban kondisi di dalam plastik dengan berkeliling kampung pakai sepeda motor Honda Supra tanpa plat nomor," terang kakak tersangka Suwito.

Saat mengetahuinya, dia langsung menginformasikan kepada saksi Sukino agar menghubungi aparat kepolisian setempat. Hingga kini, pelaku masih dimintai keterangan dari pihak kepolisian.

Sementara itu, Kapolres Lamteng, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, membenarkan kejadian tersebut.

"Saya dapat laporan dari Kapolsek. Saat ini pelaku sudah diamankan,” kata AKPB Popon.

Popon menambahkan, dia akan memastikan dan mempelajari kasus tersebut.

“Kami akan pastikan terlebih dahulu dengan observasi terhadap pelaku ke Rumah Sakit Jiwa. Saat ini kami menunggu proses observasi, baru diambil langkah hukum secara profesional,” kata Popon yang juga mantan Kapolres Pesawaran itu. | red

Tanpa Sebab, Anak Teb*s Kepala Ayahnya Hingga Putus


 Sendang Agung | Warga di Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah (Lamteng) digegerkan dengan seorang anak gangguan jiwa tiba-tiba meneb*s kepala Selamet, ayah kandungnya hingga putus, Senin (22 /3/2021). sekitar pukul 14.00 WIB.

Bahkan pelaku menenteng kepala ayahnya, berkeliling kampung sambil teriak teriak ‘Bapak saya m*ti’.

Beberapa Warga Sendang Agung membenarkan kejadian tersebut, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, saat sang Slamet sedang duduk di rumah. Kemudian secara tiba-tiba pelaku yang merupakan anak korban datang dan langsung memegg*l kepala orang tuanya dari belakang hingga putus.

Setelah memengg*l kepala ayahnya, kemudian pelaku juga sempat menenteng kepala ayahnya keliling kampung, dengan berbicara ‘Bapak saya m*ti’.

Saat warga yang melihat, langsung ramai ramai memegang korban dan menghubungi Kepolisian. Beberapa warga juga sempat mengungkapkan bahwa pelaku tersebut mengalami gangguan jiwa, yang sudah lama dideritanya.

Kapolsek Kalirejo AKP Edi Suhendra, membenarkan kejadian tersebut, namun enggan memberikan keterangan, dan menyarankan wartawan wawancara Kapolres.

“Kalo untuk informasi silakan hubungi Pak Kapolres saja ya,” ujarnya singkat. | red

Mobil Minibus Tahanan Kejaksaan Negri Way Kanan Mengalami Lakalantas

Way Kanan - Laka Lantas terjadi di jalan lintas Sumatera ( Jalinsum)  KM 83, Kampung Tanjungratu, Lampung Tengah, Rabu (10/2/2021), mobil minibus Tahanan Kejaksaan Negri way kanan BE 2226 WZ  terlibat kecelakaan dengan truck tronton oranye BE 9915 AJ.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, namun 4 orang terdiri dari 3 pegawai lapas way kanan dan satu tenaga honorer kejaksaan negeri way kanan dilarikan ke Rumah Sakit.

Menurut informasi yang diterima Awak media, mobil tahanan Kejari way kanan berangkat dari lapas klas ll B way kanan hendak menuju lapas gunung sugih sekitar pukul 07.00 WIB, kendaraan yang dikemudikan oleh pegawai lapas way kanan Rendi, konvoi dengan sebuah mobil Ambulans dan kedua mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi.

Kecelakaan berawal ketika mobil Ambulans mendahului mobil yang ada di depan nya, namun sayangnya mobil tahanan yang mengikuti  Ambulans dari belakang tidak bisa melaluinya  sehingga menghantam truck tronton yang datang dari arah berlawanan.

Sementara itu Syarpani Kepala Lembaga pemasyarakatan (Kalapas) klas ll B way kanan, melalui sambungan seluler menjelaskan kepada awak media "itu intinya mobil kejaksaan dipinjam, disupirin nabrak itu saja sih" ujar Syarpani.

Ketika awak media menanyakan apakah mobil tersebut dipakai untuk menjemput tahanan, dia pun menjawab "bukan jemput, apa ya pinjem mobil tahanan saja" jelas kalapas way kanan.

Selain itu Syarpani menjelaskan bahwa dirinya sedang ada kegiatan di Bandarlampung," tapi Alhamdulillah korbannya sudah sehat kok, sudah ditangani" Tutur Syarpani.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan dari pihak Kejari Way Kanan, untuk apa mobil tahanan tersebut di pergunakan pada hari naas itu. | yes

Gara-Gara Beli Miras dan Rokok Berujung Petaka, Pria Pengangguran Tega Aniaya Teman Sendiri Hingga Tewas


JAKARTA
- Polisi menangkap seorang pria berinisial LG als Cungko (53) warga duta bandara permai kosambi Tangerang lantaran terbukti melakukan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia. 

LG (53) tega menganiaya andi (30) yang merupakan temannya sendiri hingga meninggal dunia di jalan pintu Kecil Roa Malaka Tambora Jakarta Barat karena hal sepele lantaran pelaku kesal kepada korban menyuruh korban untuk membeli miras, namun oleh korban uang pelaku selain beli miras juga dibelikan rokok, kemudian timbulah cekcok hingga nyawa korban melayang akibat beberapa luka tusukan pada tubuh korban 

Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moh Faruk Rozi mengungkapkan, awal kejadian pada hari Jumat 18 Desember 2020 sekira pukul  04.00 WIB di Jalan Pintu Kecil Roa Malaka, kami mendapati laporan adanya mayat laki-laki yang dijetahui dari identitas bernama Andi dalam keadaan tergeletak yang belum diketahui penyebab kematiannya. 

Kemudian anggota kami melakukan penyelidikan dan memperoleh informasi yang juga merupakan teman korban yaitu saudara Untung yang berada di tempat kejadian memberi keterangan bahwa tersangka Lg lah yang menyebabkan meninggalnya korban andi

Dari keterangan saksi, awalnya pelaku ribut sama korban terjadi cekcok, namun saksi berusaha melerai dengan menyuruh korban lari. 

Kemudian terjadi peristiwa dimana pelaku LG melakukan Penganiayaan dengan menusuk ke badan korban dengan menggunakan sebilah badik, melihat kejadian tersebut saksi berusaha melerai namun akibat keributan tersebut saksi juga mengalami luka diduga karena tusukan pisau di bagian dada oleh pelaku.

"Antara pelaku dan korban ini berteman, Saat itu pelaku menyuruh korban untuk membeli miras, namun oleh korban selain beli miras juga dibelikan rokok, kemudian timbulah cekcok hingga akhirnya korban tewas dengan luka tusukan," ungkap Kompol Faruk Sabtu, 26/12/2020. 

Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Suparmin menambahkan, setelah kejadian dan meminta keterangan dari saksi, pihaknya mengejar pelaku dan akhirnya berhasil ditangkap di kawasan Hayam Wuruk Tamansari Jakarta Barat pada Minggu, 20 desember 2020

"Saat hendak diamankan, pelaku berupaya kabur dengan melompat dari jembatan penyeberangan namun berkat kecekatan anggota kami dilapangan pelaku berhasil diamankan," tambah Suparmin.

Dari pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah badik bergagang besi, guna mempertanggung jawabkan atas perbuatan nya pelaku dikenakan pasal 351 Kuhpidana. | red

Oknum Karyawan PLN Cabang Kotabumi Melakukan KDRT Terhadap Istrinya


Kotabumi
| Diduga melakukan penyiksaan, dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya sendiri, oknum karyawan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Kotabumi, yang bergerak di bagian PT. Haleyora Power, IS (33) warga Desa Bandar Abung, RT I/RW I, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) akhirnya dibekuk unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Keriminal (Sat-reskrim) Polres setempat, Selasa (24/11) sekira pukul 15.30 WIB.

Penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kepala Unit (Kanit) PPA Sat-reskrim Polres Lampura, IPDA Demy Abtriayadi. Demy Abtriyadi mengungkapkan, penangkapan tersebut berdasarkan laporan dari korbannya, dengan nomor laporan yang tertuang dalam, 1122/B/XI/2020/POLDA LAMPUNG/SPKT RES.LU, tentang tindak pidana KDRT pada Rabu 18 November 2020 lalu.


Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan para saksi, akhirnya tersangka (IS) berhasil diamankan oleh timnya, di Pengadilan Agama Kotabumi, pada saat tersangka dan korban usai melaksanakan sidang perceraian.

"Ia benar, timnya berhasil meringkus seorang tersangka yang merupakan pelaku KDRT. Tersangka di bekuk pada saat korban dan tersangka usai melaksanakan sidang perceraian di Pengadilan Agama Kotabumi," ujar Demy.

Saat ditanya mengenai kronologis kejadian IPDA Demy Abtriyadi menjelaskan, pada saat kejadian Selasa, 17 November 2020 sekira pukul 06.30 WIB, korban menanyakan kepada tersangka, mengapa tersangka sering pulang hingga larut malam.

Namun sayang, saat ditanya oleh korban yang tidak lain merupakan istrinya sendiri, tersangka justru langsung naik pitam, sehingga terjadilah cekcok mulut antara korban dan tersangka yang mengakibatkan tersangka melakukan pemukulan terhadap korban.

"Tersangka memukul istrinya dengan ikat pinggang yang mengakibatkan korban mengalami luka di kepala bagian kanan, luka gores dibagian dahi kiri, dan luka memar dibagian lutut kiri. Serta luka bakar dibagian kaki kiri, yang disebakan tersiram oleh minyak panas penggorengan" jelasnya.

Akibatnya, lanjut Demy, tersangka kini harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di mata hukum, dan kini tersangka telah di amankan di Mapolres Lampura, guna dilakukan proses penahanan dan pemeriksaan lebih lanjut.

"Untuk tersangka akan dijerat dengan pasal 44 UU-RI No.23/2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," tegasnya. | Yesi

Unjuk Rasa Berlanjut, Anggota Dewan Lamsel Berdialog dengan Perwakilan Mahasiswa


 Lampung7news - Lampung Selatan | Mahasiswa kembali berunjuk rasa di depan kantor DPRD di jalan Mustafa Kamal Kalianda Lampung Selatan pada hari ini Senin tanggal 12 Oktober 2020.

Dalam unras kali ini di ikuti oleh sekitar ratusan mahasiswa yang tergabung dalam PMII kabupaten Lampung Selatan dengan tuntutan pencabutan RUU Cipta kerja yang telah di setujui oleh DPR RI beberapa waktu yang lalu.

Dalam kesempatan unjuk rasa ini Ketua beserta wakil ketua dan beberapa anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan menemui para pengunjuk rasa dan setelah beberapa saat kemudian beberapa perwakilan pengunjuk rasa di persilahkan masuk ke ruangan DPRD kabupaten Lampung Selatan untuk melakukan dialog dengan ketua serta wakil ketua dan beberapa anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan.

Dalam unjuk rasa ini di jaga ketat oleh aparat keamanan dari pihak kepolisian polres Lampung Selatan dan Satpol-PP kabupaten Lampung Selatan untuk menghindari kemungkinan tindakan anarkistis dari pihak pengunjuk rasa.

Menurut informasi yang media dapat dari salah satu anggota satpol PP yang berjaga di lokasi, unjuk rasa tersebut berjalan dengan tertib dan aman, pungkasnya. | red

Brimob Lampung Siaga Antisipasi Demo Tolak Pengesahan RUU Cipta Kerja


Bandar Lampung |
Pengesahan RUU Cipta Kerja oleh DPR RI pada senin (05/10/20), telah menuai pro-kontra di tengah masyarakat khususnya bagi kalangan buruh dan karyawan. Pengesahan RUU ini, berujung pada aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan Serikat pekerja di beberapa wilayah Indonesia.

Mengantisipasi dampak dari unjuk rasa yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas, Satbrimob Polda Lampung menggelar apel kesiapan dalam rangka kesiapan pengamanan unjuk rasa. Apel digelar di lapangan apel Mako Sat Brimob Rawa Laut, Senin (12/10/20)

Apel pasukan dipimpin Danden Gegana Satbrimob Polda Lampung Kompol Robi Bowo Wicaksomo mengecek kesiapan seluruh kekuatan yang dimiliki mulai dari personel, seluruh kendaraan dinas hingga perlengkapan Penanggulangan Huru Hara (PHH) lengkap.

Kompol Robi dalam Arahannya, apel kesiapan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan personel Sat Brimob Polda Lampung dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu kondusifitas Kamtibmas di wilayah Bandar Lampung sebagai bentuk implementasi dari Bhakti Brimob untuk masyarakat.

Sementara itu, Dansat Brimob Polda Lampung Kombes Pol Donyar Kusumadji, menghimbau kepada masyarakat yang melakukan unjuk rasa agar tetap tertib dalam menyampaikan aspirasi sehingga tidak berujung pada tindakan anarkis.

“Kita semua berharap kepada seluruh masyarakat dan adik-adik mahasiswa agar dalam menyampaikan aspirasi dengan tertib dan tidak terpancing oleh provokator, sehingga tidak perlu ada tindakan-tindakan tegas dari Aparat Kepolisian, berbeda pendapat boleh, anarkis jangan,” pungkas Dansat Donyar. | red

Polsek Semaka dan Warga Evakuasi Jenazah Kakek 90 Tahun

 


Tanggamus | Kakek 90 tahun bernama San Mukri alias Sadi ditemukan meninggal dunia di pinggir sungai bukit roro ireng Pekon Sukajaya Pekon Sukajaya kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus, Sabtu (10/10/20) sore.

Jenazah korban yang merupakan warga Pekon Sukajadi, Semaka itu ditemukan terbujur kaku dalam kondisi badan miring, tubuhnya hampir membusuk diduga telah meninggal dunia sekitar 4 - 5 hari, Pasalnya ia diketahui meninggalkan rumah sejak seminggu lalu.

Korban meninggal diduga karna mengalami kelelahan dan kelaparan, lalu pada saat berjalan korban terpeleset dan terperosok sejauh 10 meter ke arah sungai, kepala korban terbentur batu yang barada disungai hingga tak sadarkan diri.

Proses evakuasi jenazah tergolong sulit karna medan jalan dan lokasi TKP berada 4 km dari pemukiman warga serta jalan yang dilalui sangat terjal berada di pinggiran bukit.

Kapolsek Semaka Polres Tanggamus Iptu Heri Yulianto, mengatakan jenazah korban ditemukan pada sekitar pukul 16.00 Wib di pinggir sungai yang berada tidak jauh dari areal perkebunan bukit roro ireng Pekon Sukajaya.

"Mayat pertama kali ditemukan oleh Suyono (51) petani warga Pekon Sukajaya yang sedang melintas tidak jauh dari TKP. Saat ia mencium bau tidam sedap yang berasal dari pinggir kali," kata Iptu Heri Yulianto mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK.

Lanjutnya, posisi korban saat ditemukan dalam kondisi tubuh miring disekitar bebatuan sungai, tidak jauh dari perkebunan milik warga Pekon Sukajaya yang lokasinya diperbukitan

"Tubuh kornan ditemukan, berada pada jarak sekitar 10 meter dibawah jalan yang dilalui oleh saksi Suyono. Adapun jarak dari rumah korban ke TKP sekitar 15 km," ujarnya.

Kapolsek menjelaskan, kronologis kejadian bermula pada hari Sabtu, 03 Oktober 2020, korban diketahui meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga. Awalnya keluarga tidak curiga karna dalam kesehariannya korban memang sering berjalan-jalan berkeliling.

Namun anak korban bernama Caswadi mulai bingung dan khawatir karna hingga menjelang sore hari korban belum juga kembali ke rumah, sehingga keluarga dan warga Pekon Sidodadi, Semaka melakukan pencarian namun karna situasi malam serta keterbatasan penerangan akhirnya pencarian dihentikan.

Selanjutnya, pencarian dilakukan selama berhari-hari namun belum juga ditemukan tanda-tanda keberadaan korban hingga akhirnya pada Sabtu (10/10) pukul 16.00 wib pihak keluarga mendapatkan informasi tentang penemuan sesosok mayat, sehingga mereka mendatangi lokasi.

"Setelah dipastikan oleh pihak keluarga akhirnya mayat tersebut dapat dikenali dari pakaian yang terakhir dikenakan oleh korban," jelasnya.

Kapolsek mengaku, sebelum pihaknya menerima informasi kehilangan warga Pekon Sidodadi pada hari Minggu (4/20/20) pagi. Kemudian bersama warga telah berupaya melakukan pencarian, namun selama beberapa hari korban belum juga diketahui tanda-tanda keberadaannya atau belum ditemukan.

Setelah teridentifikasi oleh pihak keluarga, kemudian jenazah di evakuasi secara bertahap, dimulai dari pinggir sungai ke jalan perbukitan, dilanjutkan ke lokasi penjemputan ambulance Puskesmas Semaka diperbatasan Pekon Tugu Papak jarak 4 dari TKP, lalu dibawa ke rumah duka di Pekon Sidodadi.

"Setelah dirumah duka, dilakukan proses pemulasaraan jenazah dan malam ini juga jenazah dimakamkan di TPU Pekon Sidodadi," ujarnya.

Ditambahkannya, dugaan sementara korban meninggal dunia karna mengalami kelelahan dan kelaparan saat berjalan diatas jalan terjal, sehingga terperosok ke arah sungai.

"Dugaan sementara, korban berjalan di jalan tebing, lalu terpeleset dan terperosok sejauh 10 meter ke arah sungai sehingga kepala korban terbentur batu yang berada disungai tersebut," pungkasnya. | red

Diduga Sebar Hoax Omnibus Law, Polri Tangkap Pemilik Akun @videlyae


 Jakarta | Tim cyber crime dari Bareskrim Polri menangkap seorang perempuan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Perempuan berinisial VE itu ditetapkan sebagai tersangka terkait penyebaran berita bohong atau hoax mengenai omnibus law UU Cipta Kerja.

"Dengan adanya hoax yang beredar kemudian dari tim dari Cyber Crime Mabes Polri yang dipimpin oleh Brigjen Slamet Uliandi dan tim ya akhirnya melakukan pelacakan, melakukan penyelidikan akhirnya menemukan, oh ternyata hoax ini ada yang ng-upload, jadi setelah kita cek adalah berada di Sulawesi Selatan, di daerah Makassar, lokasinya," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (9/10/2020).

Argo menyebut tim menangkap VE di Makassar pada Kamis, 8 Oktober 2020. Penyebaran hoax itu disebut melalui akun Twitter VE.

"Dan kita menemukan adanya seorang perempuan yang melakukan, diduga melakukan penyebaran yang tidak benar, itu ada di Twitter-nya @videlyae," ucap Argo.

"Seorang perempuan ini berinisial VE, itu umurnya 36 tahun warga di Kota Makassar, jadi setelah kita lakukan penangkapan di sana kita bawa ke Jakarta, kemudian kita lakukan pemeriksaan. Jadi dari hasil pemeriksaan, memang benar yang bersangkutan melakukan postingan, menyiarkan berita bohong di akun Twitternya yang menyebabkan ada keonaran di sana itu," imbuh Argo.

VE pun dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Ancaman hukuman untuk VE maksimal 10 tahun penjara. | red

Sumber: detikcom

Aksi Bu Polwan Viral, Irjen Iqbal Melapor ke Kapolri dan Segera Meluncur ke Dompu

NTB -  Aksi Kanit Bintibmas Polres Dompu Aipda Ismi Andri Nurwati yang membawa putrinya saat mengawal unjuk rasa di Kantor Bawaslu Dompo, NTB, menyita perhatian banyak pihak. 

Bukan hanya masyarakat umum, Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal juga terenyuh hatinya dan ingin langsung menemui Bu Polwan tersebut. 

Betapa tidak, aktivitas yang begitu padat saat pengamanan pelaksanaan sidang sangketa Pilkada di Kantor Bawaslu Dompu tidak membuat Aipda Ismi melupakan tugasnya sebagai seorang ibu. 

Kegigihan Aipda Ismi ini mengamankan aksi unjuk rasa sambil menggendong putrinya diabadikan lewat foto dan beredar di media sosial. 

Terlihat Ismi duduk di atas aspal sambil menggendong putrinya yang tertidur pulas. 

Kendaraan taktis Water Canon juga turut menemani di belakang mereka. Foto viral itu awalnya diunggah di akun pribadi Aipda Ismi, yaitu Ismi N'dre di Facebook. 

Dalam unggahan itu, Ismi menceritakan kondisinya yang harus melaksanakan tugas negara sambil menjadi seorang ibu. 

Ismi menyakan, masyarakat umum tak tahu betapa beratnya menjadi Polwan sekaligus seorang ibu.

"Tetapi kami tak pernah mengeluh," kata dia. 

Ismi menyadari betapa anak-anak dari Polwan sangat merindukan ibunya yang sering kali tak pulang seharian. Bahkan, anak-anak mereka sulit tidur ketika ibunya bertugas diluar.

"Kami tak pernah protes. Karena ini adalah konsekuensi yang harus kami terima," tuturnya. 

Sebagai Polwan, Ismi mengaku harus tetap kuat demi menjaga keamanan masyarakat. 

"Dan kami juga harus menjadi ibu yang hebat buat anak-anak kami," ucapnya. 

Sementara itu, Irjen Iqbal mengaku sangat tersentuh atas aksi anak buahnya itu. Iqbal menyadari ada perjuangan yang mendalam bagi Polwan ketika menyeimbangkan tugasnya sebagai abdi negara dan seorang ibu. 

"Saya akan datang ke Dompu untuk beri penghargaan yang bersangkutan. Saya juga sudah lapor Pak Kapolri tentang hal ini. Pak Kapolri sangat mendukung," jelas Iqbal. 

Mantan Kapolrestabes Surabaya ini ingin memberikan piagam penghargaan kepada Aipda Ismi. 

Selain itu, Iqbal mengupayakan Aipda Ismi mendapat prioritas untuk sekolah perwira. 

Selain itu, eks Wakapolda Jawa Timur ini juga mengungkapkan banyak pihak yang menghubunginya lantaran melihat kegigihan Aipda Ismi itu. 

Salah satunya ialah Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Gubernur, lanjut dia, sangat tersentuh melihat Ismi menjalani tugas negara sekaligus keluarga. 

Terlepas dari itu, Iqbal melihat Polwan merupakan wajah Polri dalam mengayomi sekaligus membina masyarakat. 

Ada banyak kisah sukses Polwan sebagai penjaga keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat. Dan hal itu tidak bisa dilakukan polisi laki-laki.

"Polwan itu tidak bisa melepas kodratnya sebagai seorang perempuan. Karena itu, saya Kapolda NTB mengingatkan kepada polwan-polwan di NTB bahwa kodratnya itu adalah kelebihannya," jelas Iqbal. | red

Dua Tersangka Pengeroyokan di Bandar Negeri Semoung Ditangkap Tekab 308 Polres Tangamus


Tanggamus -
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Satreskrim Polres Tanggamus berhasil menangkap Apriansyah alias Sah (21) dan Supriyadi alias Yadi (31) tersangka pengeroyokan dan perampasan handphone.

Dari kedua warga Pekon Gunuh Doh Kecamatan Bandar Negeri Semoung (BNS) diamankan barang bukti satu unit handpone samsung J2 warna hitam milik korbannya Rahmat Hidayat (30) alamat Pekon Luah Kecamatan Talang Padang, Tanggamus.

Dari penangkapan tersebut terungkap, tersangka Apriansyah alias Sah ternyata resedivis kasus Curas tahun 2013 yang divonis 5 tahun. Kemudian ia juga pelaku Curanmor di belakang pasar Wonosobo sesuai laporan tangal 17 Juni 2020.

Selain itu, tersangka Apriansyah juga mengakui pencurian sepeda motor di Pekon Lakaran Wonosobo dan Pekon Kacapura Kecamatan Semaka, namun para korban tidak melapor ke kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, SH mengungkapkan, kedua tersangka ditangkap saat berada di gubuk Talang Semangka atas pelaporan korban tanggal 9 September 2020, setelah korban dikeroyok serta di rampas handphonenya oleh kedua tersangka.

Adapun tempat kejadian perkara (TKP) pengeroyokan dan perampasan itu terjadi di Dusun Talang Semangka Blok III Pekon Gunung Doh Kecamatan Bandar Negeri Semuong Kabupaten Tanggamus.

"Atas penyelidikan laporan tersebut, kedua tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan saat berada di rumahnya pada Sabtu (12/9/20) malam," ungkap AKP Edi Qorinas mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK., Senin (14/9/20).

Kasat menjelaskan, kronologis kejadian pada Selasa tanggal 08 september 2020 sekitar pukul 09.30 Wib di Dusun Talang Semangka Blok III Pekon Gunung Doh korban dipanggil oleh tersangka Supriyadi dan diajak ke tempat sepi, disana telah menunggu 2 orang pelaku lain dan ditempat itu.

Tersangka menuduh korban mengambil jaring pagar tanaman miliknya, kemudian bersama 2 temannya memukulo korban dan memaksa korban mengakui telah mengambil jaring, selanjutnya merasa kesakitan dan ketakukan, korban dengan terpaksa mengakui yang tidak dilakukannya.

"Korban terpaksa mengakui karena merasa jiwanya terancam. Selanjutnya para pelaku mengambil satu unit handpone samsung J2 warna hitam sebagai jaminan agar korban mengganti jaring tersebut. Atas hal itu lalu melapor ke Polres Tanggamus," jelasnya.

Menurut Kasat, hasil pemeriksaan diketahui bahwa tersangka Apriansyah ternyata merupakan spesialis curanmor juga resedivis yang diduga berada di kebun dengan maksud bersembunyi dari kejaran polisi.

"Berdasarkan data yang ada tersangka Apriansyah merupakan resedivis kasus Curanmor tahun 2013 dan vonis 5 tahun. Ia juga pelaku pencurian motor di 3 tempat berbeda di wilayah Wonosobo dan Semaka," imbuhnya.

Saat ini kedua tersangka dan barang bukti di tahan di Mapolres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut. 

"Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 170 KUHPidana ancaman maksimal 5 tahun penjara. Sementara terhadap tersangka Apriansyah juga dijerat pasal 363 KUHPidana ancaman 7 tahun," pungkasnya. | red

Na'as, Mobil Ambulance RS. Medika Bukit Kemuning Kecelakaan di Fly Over MBK


Bandar Lampung | Peristiwa naas menimpa mobil ambulance dari Bukit Kemuning, Lampung Utara.

Mobil ambulance yang membawa pasien itu mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) cukup parah, di jalan layang atau fly over Mall Boemi Kedaton (MBK) Bandar Lampung, Sabtu (8/8/2020), sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Mobil ambulans bertuliskan Rumah Sakit Medika Insani Bukit Kemuning, tampak ringsek. Bagian samping kiri mobil bernomor polisi BE 9901 JN tersebut terlihat mengalami kerusakan yang cukup parah hingga hancur berantakan.

Di mana, pintu bagian sebelah kiri bagian depan penyok dan pintu di kiri bagian tengah terlepas. Tampak dua orang tergelitak di pinggi jalan mengalami luka cukup parah. Kecelakaan ambulance di tengah malam ini menjadi perhatian pengendara yang melintasi Jl. Zainal Abidin Kedaton.

Belum diketahui kondisi pasien dan sopir yang mengalami luka cukup parah. Pasien yang terkabar langsung dibawa ke RSUDAM Lampung. Informasi dari saksi mata, mobil ambulance itu hilang kendali sehingga menghantam batas jalan, lalu mobil terguling. | red

Satreskrim Polres Tulang Bawang Limpahkan Tersangka dan BB Kasus Tindak Pidana Korupsi Cetak Sawah Seluas 230 Hektar

Tulang Bawang - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulang Bawang telah melimpahkan tersangka dan barang bukti (BB) kasus tindak pidana korupsi.

Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra, SH, SIK mewakili Kapolres Tulang Bawang mengatakan, pelimpahan tersangka dan BB kasus tindak pidana korupsi tersebut dilaksanakan hari Senin (27/07/2020) siang, di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulang Bawang.

"Kemarin siang, Unit Tipidkor Satreskrim kami telah melimpahkan tersangka dan BB kasus tindak pidana korupsi ke Kejari Tulang Bawang, pelimpahan ini berdasarkan Surat P21 No : B-1576/L8.18/Fd.1/0/2020, tanggal 06 Juli 2020," ujar AKP Sandy, Selasa (28/07/2020).

Kasat Reskrim menjelaskan, perkara yang dilimpahkan oleh Unit Tipidkor Satreskrim tersebut berupa dugaan tindak pidana korupsi dana program penyediaan dan pengembangan sarana dan prasarana pertanian pada Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Tulang Bawang TA.2011 pada pekerjaan perluasan areal cetak sawah TA.2011.

Pada tahun 2011, di Dusun Hasan Bulan II, Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang mendapatkan bantuan perluasan cetak sawah seluas 180 hektar dengan anggaran sebesar Rp. 1.325.000.000,- (satu miliar tiga ratus dua puluh lima juta rupiah) yang bersumber dari APBN TA.2011 dan pada tahun yang sama kembali mendapatkan bantuan perluasan areal cetak sawah seluas 50 hektar dengan anggaran sebesar Rp. 400 Juta.

"Total bantuan untuk areal cetak sawah seluas 230 hektar dengan anggaran sebesar Rp. 1.725.000.000,- (satu mililiar tujuh ratus dua puluh lima juta rupiah). Yang mana dana tersebut diterima langsung oleh tersangka AH (51), selaku Kepala Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pasiran Jaya, warga Dusun Pasiran Makmur, Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas," jelas AKP Sandy.

Tersangka AH ini telah melakukan penyimpangan dalam proses pengerjaan perluasan areal cetak sawah dan pengadaan sarana produksi (saprodi) berupa pupuk, herbisida dan bibit padi.

"Hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilian Lampung, akibat perbuatan yang dilakukan oleh tersangka AH mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 618.254.750,- (enam ratus delapan belas juta dua ratus lima puluh empat ribu tujuh ratus lima puluh rupiah)," tambah AKP Sandy.

Tersangka ini dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana Sub Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana. | red

Wakapolda Lampung Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Bencana Angin Puting Beliung

POLIS, Tulang Bawang -
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Lampung Brigjen Pol Drs. Sudarsono, SH, M.Hum bersama Karo Ops Kombes Pol Moch Sagi D.A, SH dan Karo SDM Kombes Pol Novian Pranata, M.Si, Psi melakukan peninjauan langsung ke lokasi warga terdampak bencana alam angin puting beliung.

Kegiatan tersebut, dilaksanakan hari Kamis (21/05/2020), sekira pukul 11.30 WIB, di Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya dan Kampung Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang.

Saat tiba di Balai Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Wakapolda memberikan bantuan sembako yang diterima langsung secara simbolis oleh Sekda Kabupaten Tulang Bawang Ir. Anthoni, MM di Posko Tim Penanggulangan Bencana Puting Beliung.

"Sembako yang kami berikan untuk warga terdampak bencana alam angin puting beliung di Kabupaten Tulang Bawang berupa beras 300 kg, indomie 60 dus, air mineral dan mizon 100 dus, gula putih 240 dus, buavita 5 dus, susu ultra 5 dus dan masker satu kotak berisi 100 lembar," ujar Brigjen Pol Drs. Sudarsono.

Wakapolda menjelaskan, tujuan dirinya bersama Karo Ops dan Karo SDM kesini adalah untuk melihat langsung bagaimana kondisi dari warga pasca terdampak bencana alam angin puting beliung yang sudah dilaporkan oleh Kapolres Tulang Bawang tadi malam.

"Untuk warga yang mengalami luka berat maupun luka ringan saat ini sudah berada di puskesmas dan rumah sakit untuk menjalani perawatan secara intensif, kami telah menugaskan personel Polres Tulang Bawang sebanyak satu kompi dan Brimob sebanyak satu peleton untuk membantu warga memperbaiki rumah mereka," ucap Brigjen Pol Drs. Sudarsono.

Lanjut Wakapolda, untuk lamanya penugasan personel kami dilapangan tergantung dari situasi yang berkembang nantinya guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Alhamdulillah di hari kedua pasca terjadinya bencana alam, terlihat keaktifan masyarakat bersama forkopimda saling bahu membahu membantu warga yang terdampak bencana alam angin puting beliung.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Wakapolda, Karo Ops, Karo SDM, Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Sekda Kabupaten Tulang Bawang, Wakapolres Kompol Eko Nugroho, SIK dan PJU Polres Tulang Bawang. | red

Polisi Identifikasi Penemuan Mayat di Kelurahan Menggala Selatan

POLIS, Tulang Bawang | Polsek Menggala melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki yang sempat membuat heboh warga.

Kapolsek Menggala Iptu Mangara Panjaitan, STK, SIK mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK mengatakan, peristiwa penemuan mayat tersebut terjadi hari Minggu (17/05/2020), sekira pukul 19.30 WIB, di Jalan II, Lingkungan Bujung Tenuk, Kelurahan Menggala Selatan.

"Adapun identitas korban Rahmat, umur sekira 30 tahun, berprofesi kernet mobil, warga Dusun Rengas Cendung, Lingkungan Gunung Sakti, Kelurahan Menggala Selatan, Kabupaten Tulang Bawang," ujar Iptu Panjaitan.

Kapolsek menjelaskan, korban ini pertama kali ditemukan oleh saksi Kilan (33), yang saat itu sedang berada di depan rumahnya. Tiba-tiba saksi melihat ada mobil carry pick up warna putih berhenti di perempatan gang di depan rumahnya.

Di dalam bak mobil tersebut, ada tiga orang yang tidak di kenal langsung membuang sesuatu, lalu mobil carry pick up tersebut pergi ke arah Menggala, tidak lama kemudian ada sepeda motor yang melintas dan lampunya menerangi benda tersebut.

"Saat saksi lihat, ternyata benda tersebut adalah seorang laki-laki dalam kondisi tidak sadarkan diri. Saksi kemudian memberitahu warga dan melaporkan peristiwa penemuan mayat tersebut ke Mapolsek Menggala," ungkap Iptu Panjaitan.

Petugas kami yang mendapatkan informasi langsung berangkat menuju ke TKP untuk melakukan olah TKP dan memasang police line. Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggala untuk dilakukan pemeriksaan secara medis.

"Informasi yang didapat oleh petugas kami di lapangan setelah menghubungi keluarga korban, ternyata korban adalah kernet mobil pick up warna hitam, BE 8130 XX, yang mengalami laka lantas di jalan lintas timur (jalintim), depan SMA Negeri 2 Menggala, Kampung Tiuh Toho, Kecamatan Menggala," terang Iptu Panjaitan.

Untuk peristiwa laka lantas tersebut, saat ini masih ditangani oleh Unit Laka Satuan Lalu Lintas Polres Tulang Bawang. | red

Polsek Semaka Evakuasi Penemuan Mayat Laki-Laki Yang Tersangkut di Penyaringan Air PT. TEP

POLIS, Semaka | telah di temukan mayat laki-laki tersangkut di penyaringan Air PT TEP, pada hari Sabtu 02 Mei 2020 sekitar pukul 15.30 WIB telah ditemukan seorang mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa baju dan masih menggunakan celana panjang dlm posisi tertelungkup dan tersangkut di saluran pintu penyaringan air (Trestech) PT. TANGGAMUS ELEKTRIC POWER (TEP) Pekon Sidomulyo Kec. Semaka Kab. Tanggamus.

Pada hari Sabtu 02 Mei 2020 sekitar pukul 15.30 WIB salah seorang karyawan PT. TANGGAMUS ELEKTRIC POWER (TEP) sdr. Hary menghubungi Kapolsek Semaka, Iptu Heri Yulianto via hand phone memberitahukan bahwa ada mayat berjenis kelamin laki-laki yg tersangkut di pintu penyaringan air (Trestech) PT. TEP Pekon Sidomulyo Kec. Semaka Kab. Tanggamus, kemudian sekira pkl 18.30 wib Personil Polsek Semaka dipimpin oleh Kapolsek Semaka bersama Tim Inafis Polres Tanggamus langsung menuju ke TKP guna memastikan informasi terkait penemuan mayat yg tersangkut di pintu penyaringan air (Trestech) PT. TANGGAMUS ELEKTRIC POWER (TEP).

Sekira pkl 22.00 wib Personil Polsek Semaka bersama Tim Inafis Polres Tanggamus tiba dilokasi tempat penemuan mayat kemudian pkl 22.30 wib dengan dibantu oleh Babinsa Koramil Wonosobo dan Tim Medis PT. TEP dengan disaksikan oleh keluarga korban selanjutnya dilakukan evakuasi terhadap mayat tersebut.
HERIS MULYADIN Bin SUROTO, 23 Thn, laki-laki, Jawa, Islam, TOT, alamat Umbul Serumpun Jaya blok 7 Pekon Gunungdoh Kec. Bandar Negeri Semuong (BNS) Kab. Tanggamus Lampung.

Hary, 33 Thn, laki-laki, Islam, karyawan PT. TEP, alamat Mes PT. TEP Pekon Sidomulyo Kec. Semaka Kab. Tanggamus Lampung.

IHSAN Bin SUROTO, Thn, Jawa, Islam, Tani, alamat Umbul Serumpun Jaya Blok 7 Pekon Gunungdoh Kec. Bandar Negeri SEMUONG (BNS) Kab. Tanggamus Lampung.
Mendatangi TKP
Meminta keterangan saksi-saksi
Melakukan evakuasi terhadap jenazah
Mengamankan TKP

Dari keterangan kakak korban an. IHSAN Bin SUROTO menerangkan bahwa korban pergi / menghilang dari rumah sejak hari Jumat 01 Mei 2020 sampai keluarga mengetahui dan mendapatkan informasi tentang pnemuan mayat di pintu penyaringan air (trestech) PT. TEP, stlh mendapatkan informasi terkait ciri-ciri pada mayat yg mirip dgn adiknya akhirnya pihak keluarga mencoba memastikan dan ternyata benar bahwa mayat tsb adalah adiknya (Heris Bin Suroto).

Berdasarkan keterangan dari keluarga korban belakangan diketahui bahwa ybs mengalami keterbelakangan mental.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Medis thd jenazah sejauh ini tdk ditemukan adanya tanda-tanda bekas luka memar akibat pukulan benda tumpul ataupun luka bekas senjata tajam disekujur tubuh korban.

Dugaan semntara korban yg juga mengalami keterbelakangan mental tsb terjatuh / secara sengaja melompat ke aliran sungai hingga menyebabkan ybs terbawa arus aliran sungai hingga meninggal dunia.

Setelah dilakukan proses evakuasi kemudiaan jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga tanpa tidak dilakukan autopsi karna pihak keluarga menolak dan bersedia menandatangani surat pernyataan bahwa pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah. | red

Polres Tulang Bawang Bersama PC Bhayangkari Berbagi Dengan Warga Terdampak Banjir

POLIS, Tulang Bawang - Kepolisian Resor (Polres) Tulang Bawang bersama Pengurus Cabang (PC) Bhayangkari berbagi dengan warga terdampak banjir akibat luapan aliran Sungai Tulang Bawang di tengah pandemi virus corona (covid-19).

Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK yang memimpin langsung kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan berbagi dengan warga dilaksanakan hari Sabtu (25/04/2020), sekira pukul 16.30 WIB, di Lingkungan Bugis, Kelurahan Menggala Kota, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang.

"Kemarin sore kami membagikan paket sembilan bahan pokok (sembako) dan takjil kepada warga yang terdampak banjir akibat luapan aliran Sungai Tulang Bawang, tepatnya di Lingkungan Bugis, Kelurahan Menggala Kota. Yang mana tempat ini persis berada di pinggir Sungai Tulang Bawang," ujar AKBP Andy, Minggu (26/04/2020).

Lanjutnya, sebanyak 50 paket sembako dan 30 takjil kami bagi-bagikan kepada warga yang terdampak banjir disana, karena mereka tidak ada yang mengungsi dan tetap berada di rumahnya masing-masing.

Kapolres menambahkan, untuk mencapai rumah para penerima bantuan ini terpaksa kami gunakan perahu sampan milik warga karena genangan air disana minimal setinggi lutut orang dewasa bahkan ada yang lebih.

"Kami menggunakan dua unit perahu sampan untuk membawa sembako serta takjil, kami juga ikut naik diatas perahu sampan tersebut untuk bisa sampai ke rumah-rumah warga yang akan diberikan bantuan," terang AKBP Andy.

Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini dapat meringankan beban hidup warga yang terdampak banjir akibat luapan aliran Sungai Tulang Bawang, apa lagi musibah ini terjadi di tengah pandemi virus corona (covid-19). Semoga saja pandemi virus ini dapat segera berlalu dan apa yang telah kami perbuat ini dapat menjadi ladang ibadah.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Kapolres, Wakapolres Kompol Eko Nugroho, SIK, Kabag Sumda Kompol Wahyu Andi Saputra, SH, Kasat Lantas Iptu Ipran, SH, Ka SPKT Polres Tulang Bawang Ipda Amlit Bancin, Ka SPK II Polsek Menggala Aipda Kasno DY dan Bhabinkamtibmas Polsek Menggala Bripka Indra Jaya. | red