Duda di Jogja Gelapkan Uang 70 Juta Demi Kencan dengan Wanita Panggilan


Yogyakarta -
 Duda, berinisial SYN (36) nekat membawa kabur uang Rp70 juta hasil penjualan mobil milik Zulfan Aryo (40), warga Jambi, yang baru dikenalnya di Yogyakarta. Uang itu sebagian digunakan untuk bersenang-senang dengan wanita. Warga Malang, Jawa Timur, itu pun sekarang harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Mantrijeron, Yogyakarta.

Kanit Reskrim Polsek Mantrijeron, Iptu Heri Subagya mengatakan peristiwa itu, berawal saat SYN yang menginap di penginapan Jalan Mangkuyudan, Mantrijeron, Yogyakarta berkenalan dengan Zulfan Aryo yang kos di sekitar penginapan itu. SYN kepada korban mengaku bekerja di sebuah les musik.

Kamis (22/4/2021) saat nongkrong di lobi penginapan, korban bercerita kepada SYN akan menjual mobil Grand Livina B 1676 KR. Jika SYN bisa menjualkan nanti akan mendapatkan fee. Oleh SYN, mobil itu lalu diiklannya melalui situs jual beli online.

Jumat (23/4/2021) 16.30 WIB ada yang mau membeli mobil tersebut. Setelah ada kesepakatan harga Rp95 juta. Korban dan SYN lalu mengantar mobil ke daerah Godean, Sleman. Pembeli selanjutnya menyerahkan uang tunai Rp70 juta kepada SYN. Setelah menerima uang SYN kembali ke penginapan sedangkan korban ke kosnya.

Sampai di kosannya korban menghubungi SYN melalui hanpdhonenya, namun tidak bisa dihubungi. Karena tidak ada respon, korban kemudian mengecek ke penginapan SYN, ternyata kamarnya kosong. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Mantrijeron.

Petugas menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan. Di antaranya dengan meminta keterangan pelaku dan memerika CCTV serta mengumpulkan data pendukung lainnya. Dari informasi tersebut berhasil mengindentifikasikan keberadaan SYN di daerah Solo, menangkap serta membawanya ke Mapolsek Mantrijeron. Baca: Kejam, Ibu Bunuh Anak Kandung Dibantu Selingkuhan.

“SYN kami tangkap di sebuah penginapan daerah Solo, Minggu (25/4/2021) pagi bersama barang bukti uang Rp10 juta,” kata Hery Subagya, Kamis (29/4/2021).

SYN sendiri merupakan pengangguran dan statusnya dua. Namun kepada korban mengaku bekerja di les musik. SYN dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 373 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun kurungan penjara.

SYN dihadapan petugas mengatakan uang Rp70 juta tersebut, sudah dipakai Rp10 juta, sehingga tinggal Rp 60 juta. Uang itu digunakan untuk sewa hotel, karaoke dan dua kali memanggil wanita bayaran. | red

Tekab 308 Polres Lampung Timur Berhasil Bekuk Tersangka Penusukan yang Viral di Media Sosial

 

Ilustrasi.

Lampung -
Dua orang tersangka buronan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) di Kabupaten Lampung Timur, berhasil dibekuk Pihak Kepolisian diwilayah hukum Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan, S.IK didampingi Kasat Reskrim AKP Faria Arista, pada Selasa (13/4), menyampaikan bahwa inisial para tersangka adalah TM (17) dan TA (17) warga Kabupaten Pesawaran.

Ke 2 tersangka sempat viral di media sosial, karena diduga nekat melakukan aksi Pencurian Dengan Kekerasan terhadap Indra Fauzi (24) warga Kabupaten Brebes, pada 13 Maret 2021 lalu.

Peristiwa diduga berawal saat korban yang sedang dalam perjalanan di kawasan Desa Peniangan, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, secara tiba-tiba, ditusuk bagian tangan, perut dan bagian pahanya, menggunakan senjata tajam jenis pisau, oleh para tersangka.

Ke 2 tersangka kemudian mengambil paksa telepon genggam, dan tas yang berisi dompet serta kartu ATM, sehingga korban mengalami kerugian mencapai 5 juta rupiah.

Petugas Kepolisian Satuan Reskrim Polres Lampung Timur, yang melakukan proses penyelidikan, akhirnya berhasil mengidentifikasi sekaligus membekuk tersangka, yang bersembunyi dikawasan Kota Bekasi, berikut barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis pisau, yang diduga digunakan untuk melakukan aksi kejahatannya. | yns

Panglima dan Kapolri Tinjau NTT, Fokuskan Evakuasi Korban dan Kirim Bantuan


NTT -
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau lokasi bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bersama rombongan, keduanya meninjau Desa Amakaka yang berlokasi sekira 10 Kilometer (Km) di bawa kaki Gunung Ile Lewotolok. Mereka melihat langusng kondisi rumah masyarakat yang hancur akibat bencana alam. 

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan,  TNI-Polri masih fokus melaksanakan proses evakuasi korban dan menyalurkan sejumlah bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Baca Juga: Polri Bantu Kebutuhan Korban Banjir NTT

"Hari ini berhasil ditemukan enam jenazah. Personel TNI-Polri bersama instansi lainnya masih terus mengevakuasi dan mencari korban," kata Argo yang ikut dalam kunjungan kerja tersebut, Kamis (8/4/2021).

Argo mengungkapkan, Korps Bhayangkara sendiri sudah mengirimkan sebanyak 9,5 ton bantuan sosial (bansos) ke NTT.

Adapun isi karton tersebut diantaranya adalah sabun mandi cair, pembersih lantai, Handsanitizer, sabun cuci tangan, susu bayi dan UHT, vitamin, serta sejumlah obat-obatan yang dibutuhkan.

Selain itu, Polri juga memberikan bahan pokok berula beras tujuh ton, air mineral, alas tidur, selimut, handuk, sarung serta makanan lainnya yang diperlukan.

"Selain proses evakuasi, kami juga menyalurkan bantuan untuk meringankan bebas masyarakat," ungkap Argo.

Berdasarkan data per Rabu malam (7/4), total korban jiwa bencana alam NTT, di beberapa kabupaten dan kota terdampak berjumlah 138 jiwa. Rincian korban meninggal dunia tersebut, yaitu Kabupaten Flores Timur 67 jiwa, Lembata 32, Alor 25, Kupang 5, Malaka 4, Sabu 2, Ngada 1, Ende 1 dan Kota Kupang 1.

Sedangkan korban hilang, total dari laporan pertemuan koordinasi berjumlah 61 jiwa. Rincian sebagai berikut Kabupaten Lembata 35, Alor 20 dan Flores Timur 6.

Sementara itu, kerugian material di sektor perumahan berjumlah 1.114 unit dengan rincian rusak berat 688 unit, rusak sedang 272 dan rusak ringan 154. | Je

Ini Penyebab Anak Kandung Yang Tega Teb*s Kepala Ayahnya Hingga Putus


 Lampung Tengah | Seorang anak tega menggor*k leher ayah kandungnya, SR (67), hingga putus di Dusun VIII, Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah, Senin (22/3/2021) sekitar pukul 12.30 WIB. Pelaku KPW (32) alias Jaya yang merupakan anak kandung korban bersama sang istri Ni (55) kini diamankan polisi.

Menurut Kepala Kampung Sendang Rejo, Hotini, pelaku meneb*s leher ayah kandungnya hingga putus menggunakan golok saat korban pulang dari sawah. Sebelum meneb*s leher ayahnya, pelaku sempat meminta kepada kedua orangtuanya untuk menikah.

Namun karena tak disetujui, akhirnya pelaku melakukan perbuatan yang tak disangka itu.

"Pada saat kejadian, mereka ini satu keluarga habis pulang dari sawah. Saat korban duduk di dapur, secara tiba-tiba pelaku menghampiri dan langsung menggor*k kepala ayahnya hingga terputus," kata Hotini.

Terkait: Tanpa Sebab, Anak Teb*s Kepala Ayahnya Hingga Putus

Dia menerangkan bahwa diwaktu kejadian, istri korban berada di kamar mandi membilas diri karena sepulang dari sawah. Sontak mendengar hal aneh dari dapur, istri korban langsung menghampiri.

Disana, dia kaget melihat bercakan darah dari suami dengan kondisi badan tanpa kepala. Dia langsung berteriak memanggil untuk meminta pertolongan tetangga.

Selanjutnya, kepala korban dipot*ng-pot*ng menjadi beberapa bagian. Kemudian, dimasukkan ke dalam karung plastik putih.

"Pelaku ini sempat membawa kepala korban kondisi di dalam plastik dengan berkeliling kampung pakai sepeda motor Honda Supra tanpa plat nomor," terang kakak tersangka Suwito.

Saat mengetahuinya, dia langsung menginformasikan kepada saksi Sukino agar menghubungi aparat kepolisian setempat. Hingga kini, pelaku masih dimintai keterangan dari pihak kepolisian.

Sementara itu, Kapolres Lamteng, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, membenarkan kejadian tersebut.

"Saya dapat laporan dari Kapolsek. Saat ini pelaku sudah diamankan,” kata AKPB Popon.

Popon menambahkan, dia akan memastikan dan mempelajari kasus tersebut.

“Kami akan pastikan terlebih dahulu dengan observasi terhadap pelaku ke Rumah Sakit Jiwa. Saat ini kami menunggu proses observasi, baru diambil langkah hukum secara profesional,” kata Popon yang juga mantan Kapolres Pesawaran itu. | red

Tanpa Sebab, Anak Teb*s Kepala Ayahnya Hingga Putus


 Sendang Agung | Warga di Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah (Lamteng) digegerkan dengan seorang anak gangguan jiwa tiba-tiba meneb*s kepala Selamet, ayah kandungnya hingga putus, Senin (22 /3/2021). sekitar pukul 14.00 WIB.

Bahkan pelaku menenteng kepala ayahnya, berkeliling kampung sambil teriak teriak ‘Bapak saya m*ti’.

Beberapa Warga Sendang Agung membenarkan kejadian tersebut, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, saat sang Slamet sedang duduk di rumah. Kemudian secara tiba-tiba pelaku yang merupakan anak korban datang dan langsung memegg*l kepala orang tuanya dari belakang hingga putus.

Setelah memengg*l kepala ayahnya, kemudian pelaku juga sempat menenteng kepala ayahnya keliling kampung, dengan berbicara ‘Bapak saya m*ti’.

Saat warga yang melihat, langsung ramai ramai memegang korban dan menghubungi Kepolisian. Beberapa warga juga sempat mengungkapkan bahwa pelaku tersebut mengalami gangguan jiwa, yang sudah lama dideritanya.

Kapolsek Kalirejo AKP Edi Suhendra, membenarkan kejadian tersebut, namun enggan memberikan keterangan, dan menyarankan wartawan wawancara Kapolres.

“Kalo untuk informasi silakan hubungi Pak Kapolres saja ya,” ujarnya singkat. | red

Mobil Minibus Tahanan Kejaksaan Negri Way Kanan Mengalami Lakalantas

Way Kanan - Laka Lantas terjadi di jalan lintas Sumatera ( Jalinsum)  KM 83, Kampung Tanjungratu, Lampung Tengah, Rabu (10/2/2021), mobil minibus Tahanan Kejaksaan Negri way kanan BE 2226 WZ  terlibat kecelakaan dengan truck tronton oranye BE 9915 AJ.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, namun 4 orang terdiri dari 3 pegawai lapas way kanan dan satu tenaga honorer kejaksaan negeri way kanan dilarikan ke Rumah Sakit.

Menurut informasi yang diterima Awak media, mobil tahanan Kejari way kanan berangkat dari lapas klas ll B way kanan hendak menuju lapas gunung sugih sekitar pukul 07.00 WIB, kendaraan yang dikemudikan oleh pegawai lapas way kanan Rendi, konvoi dengan sebuah mobil Ambulans dan kedua mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi.

Kecelakaan berawal ketika mobil Ambulans mendahului mobil yang ada di depan nya, namun sayangnya mobil tahanan yang mengikuti  Ambulans dari belakang tidak bisa melaluinya  sehingga menghantam truck tronton yang datang dari arah berlawanan.

Sementara itu Syarpani Kepala Lembaga pemasyarakatan (Kalapas) klas ll B way kanan, melalui sambungan seluler menjelaskan kepada awak media "itu intinya mobil kejaksaan dipinjam, disupirin nabrak itu saja sih" ujar Syarpani.

Ketika awak media menanyakan apakah mobil tersebut dipakai untuk menjemput tahanan, dia pun menjawab "bukan jemput, apa ya pinjem mobil tahanan saja" jelas kalapas way kanan.

Selain itu Syarpani menjelaskan bahwa dirinya sedang ada kegiatan di Bandarlampung," tapi Alhamdulillah korbannya sudah sehat kok, sudah ditangani" Tutur Syarpani.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan dari pihak Kejari Way Kanan, untuk apa mobil tahanan tersebut di pergunakan pada hari naas itu. | yes

Gara-Gara Beli Miras dan Rokok Berujung Petaka, Pria Pengangguran Tega Aniaya Teman Sendiri Hingga Tewas


JAKARTA
- Polisi menangkap seorang pria berinisial LG als Cungko (53) warga duta bandara permai kosambi Tangerang lantaran terbukti melakukan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia. 

LG (53) tega menganiaya andi (30) yang merupakan temannya sendiri hingga meninggal dunia di jalan pintu Kecil Roa Malaka Tambora Jakarta Barat karena hal sepele lantaran pelaku kesal kepada korban menyuruh korban untuk membeli miras, namun oleh korban uang pelaku selain beli miras juga dibelikan rokok, kemudian timbulah cekcok hingga nyawa korban melayang akibat beberapa luka tusukan pada tubuh korban 

Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moh Faruk Rozi mengungkapkan, awal kejadian pada hari Jumat 18 Desember 2020 sekira pukul  04.00 WIB di Jalan Pintu Kecil Roa Malaka, kami mendapati laporan adanya mayat laki-laki yang dijetahui dari identitas bernama Andi dalam keadaan tergeletak yang belum diketahui penyebab kematiannya. 

Kemudian anggota kami melakukan penyelidikan dan memperoleh informasi yang juga merupakan teman korban yaitu saudara Untung yang berada di tempat kejadian memberi keterangan bahwa tersangka Lg lah yang menyebabkan meninggalnya korban andi

Dari keterangan saksi, awalnya pelaku ribut sama korban terjadi cekcok, namun saksi berusaha melerai dengan menyuruh korban lari. 

Kemudian terjadi peristiwa dimana pelaku LG melakukan Penganiayaan dengan menusuk ke badan korban dengan menggunakan sebilah badik, melihat kejadian tersebut saksi berusaha melerai namun akibat keributan tersebut saksi juga mengalami luka diduga karena tusukan pisau di bagian dada oleh pelaku.

"Antara pelaku dan korban ini berteman, Saat itu pelaku menyuruh korban untuk membeli miras, namun oleh korban selain beli miras juga dibelikan rokok, kemudian timbulah cekcok hingga akhirnya korban tewas dengan luka tusukan," ungkap Kompol Faruk Sabtu, 26/12/2020. 

Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Suparmin menambahkan, setelah kejadian dan meminta keterangan dari saksi, pihaknya mengejar pelaku dan akhirnya berhasil ditangkap di kawasan Hayam Wuruk Tamansari Jakarta Barat pada Minggu, 20 desember 2020

"Saat hendak diamankan, pelaku berupaya kabur dengan melompat dari jembatan penyeberangan namun berkat kecekatan anggota kami dilapangan pelaku berhasil diamankan," tambah Suparmin.

Dari pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah badik bergagang besi, guna mempertanggung jawabkan atas perbuatan nya pelaku dikenakan pasal 351 Kuhpidana. | red